REVIEW

Review Film Bugonia (2025): Komedi Gelap Surrealis Khas Yorgos

6 / 5

Drama

Reviewed by

poster Bugonia 2025

Film Bugonia membawa idealisme Yorgos Lanthimos dalam sebuah komedi drama gelap, lebih serius ketimbang versi aslinya yang diadaptasi dari film Korea Selatan yang populer di zamannya. Dibuat dengan berbagai kritikan dan mengangkat isu global yang hangat diperbincangkan.

Sinopsis film Bugonia

Teddy Gatz (Jesse Plemons) adalah seseorang peternak lebah yang terkurung dalam teori konspirasi. Ia bersama sepupunya, Don (Aidan Delbis) yang memiliki kecerdasan di bawah rata-rata berencana untuk menculik Michelle Fuller (Emma Stone), CEO perusahaan farmasi Auxolith tempatnya bekerja.

Emma Stone, Eldan Delbis, dan Jesse Plemons dalam film Bugonia
via Focus Pictures

Berdasarkan teori konspirasi yang ia baca dan podcast yang ia dengar, Teddy percaya bahwa Michelle merupakan bagian dari spesies alien bernama “Andromedan” yang menyusup dan menyamar menjadi manusia. Mereka menyusup sampai menangkap Michelle di kediamannya dan menyekapnya di rubanah rumah mereka.

Ia bersama Don mencoba membuat Michelle mengakui bahwa ia adalah alien supaya mereka bisa bertemu dengan alien Andromedan. Ia percaya dalam empat hari, pesawat induk Andromedan akan masuk ke bumi ketika bulan purnama datang. Michelle dengan tegas menolak, namun Teddy melakukan segala cara untuk membuatnya mengaku.

Kisah alien yang tak biasa

Jesse Plemons dan Emma Stone kembali berkolaborasi dengan Yorgos Lanthimos setelah Kinds of Kindness (2024). Bugonia membawa kisah unik tentang pemuja teori konspirasi dalam upayanya menangkap dan menginterogasi seorang CEO yang dipercaya merupakan bagian dari alien yang ingin memusnahkan isi bumi.

Yorgos tak asing lagi dengan cerita yang membuat penonton bertanya-tanya di sepanjang film berjalan. Apakah yang dipercaya Teddy ada benarnya, atau ia hanyalah orang-orang yang terjebak dalam rumor dan bualan teori konspirasi yang marak di zaman sekarang.

Emma Stone sebagai Michelle
via Focus Pictures

Ceritanya tak biasa. Mungkin banyak dianggap sebagai film artsy, atau film yang tak mengedepankan komersialisme demi menggaet penonton yang banyak. Menariknya, film ini memberikan pengalaman yang berbeda ketimbang film drama maupun cerita fiksi ilmiah lainnya.

Bugonia dengan tenang menyandingkan latar slice-of-life di area pinggiran Amerika dalam kisah tentang alien yang terkadang lebih terasa surreal ketimbang pendekatan yang realistik. Lengkap dengan palet kekuningan dalam atmosfer yang mencekam dan menyesakkan, memperdalam tema dan pesan yang ingin disampaikan.

Yorgos menampilkan adegan yang fokus pada headshot, menggambarkan betapa ia ingin penonton fokus pada apa yang disampaikan oleh setiap karakter. Lampu dan palet gambar yang temaram pun sukses bikin atmosfer tak mengenakkan dari awal sampai akhir.

Aiden Delbis sebagai Don dan Jesse Plemons sebagai Teddy
via Focus Pictures

Idealismenya membuat film ini bagaikan art movie dengan semangat indie. Keseluruhan film pun tak luput dari kesan minimalis dan realis, meski eksekusinya lebih condong ke arah surrealis hingga credit title bergulir. Bahkan hanya ada empat karakter utama dalam film ini.

Adaptasi yang lebih serius

Bagi yang belum tahu, film ini merupakan adaptasi dari film jadul Korea berjudul Save the Green Planet (2003). Film ini mengandalkan plot yang hampir mirip, namun memiliki beberapa perbedaan. Meski bagian akhir punya kemiripan yang cukup kentara dengan sejumlah penyesuaian.

Jika versi asli yang disutradarai oleh Jang Joon-hwan dan dibintangi Shin Ha-kyun punya aura komedi nan konyol, versi Yorgos terasa lebih serius tapi didukung komedi gelap. Jadi jangan harap jika film ini punya nuansa yang bikin tertawa terpingkal-pingkal. Hanya dry humor atau komedi situasi yang terselip di beberapa bagian.

Film Bugonia bukan selera pasar. Mengingat Yorgos memasukkan banyak adegan dialog panjang antara Jesse dan Emma. Membahas topik-topik berat, tentang perubahan alam dan dunia yang semakin tua, orang-orang serakah yang ‘membunuh’ bumi, masa-masa paska pandemi, atau penyakit yang semakin mewabah.

Kritikus tentu saja menyukai film ini karena Yorgos menawarkan layer berlapis dari segi cerita, teknis hingga tema dalam kisah dan ending yang jauh dari ekspektasi. Tapi untuk penonton umum yang mungkin tak tahu tentang Yorgos dan karya-karyanya, film ini mungkin terasa aneh dan tak terduga.

poster film Bugonia

GENRE

Drama

AKTOR

Emma Stone, Jesse Plemons, Aiden Delbis

SUTRADARA

Yorgos Lanthimos

TANGGAL RILIS

31/10/2025

Bugonia

RATING

Facebook
X Platform
LinkedIn
WhatsApp
Threads

About Reviewer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *