Film Tinggal Meninggal Menertawakan Kematian dałam Komedi Satir nan Gelap

Film Tinggal Meninggal mencoba untuk menikmati kematian dalam cara yang tak lazim: menertawakannya. Bertempat di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Mariviu berkesempatan menonton untuk kali pertama 

Sinopsis film Tinggal Meninggal

Film ini bercerita tentang Gema (Omara Esteghlal), seorang pemuda penyendiri yang tak punya teman dekat. Karena itu, ia selalu berbicara dengan dirinya sendiri dalam bentuk sosok masa kecilnya yang diperankan oleh Jared Ali.

pemeran film Tinggal Meninggal
via Imajinari

Semua berubah ketika sang ayah meninggal. Ia mendapatkan banyak perhatian dari rekan kerjanya, bahkan membuatnya seperti menemukan teman-teman baru yang sebelumnya tak disadarinya. Lalu untuk mempertahankan perasaan dan perhatian tersebut, ia pun berpikir, “Siapa lagi yang harus meninggal?”

Sebuah alur cerita yang benar-benar gelap, namun debut sutradara pertama dari Kristo Emmanuel ini dibuat dalam gaya komedi yang bikin geleng-geleng kepala. Sebuah premis yang unik dan mungkin jarang diangkat oleh industri perfilman arus utama Tanah Air.

Melihat kematian dari kaca mata komedi

Akting Omara sebagai Gema terasa kompleks. Gema dengan karakternya berubah-ubah dan sering berbicara dengan “versi kecil dirinya” ataupun “bicara dgn dirinya sendiri” lewat kamera—sambil juga tetap ada di dunia nyata. 

Transisi antara dua dunia itu kelihatan cukup sulit dan jadi tantangan tersendiri buat Omara, “Seperti harus juggling emosi terus-terusan dalam satu adegan,” jelasnya.

press screening film Tinggal Meninggal
via Mariviu

Gabungan drama dan komedinya sama-sama pas. Kadang dihadapkan sama adegan-adegan yang bikin awkward untuk ketawa, tapi tetap lucu untuk ditertawakan. Tampak jelas bagaimana kegetiran dan suasana dramatis dibawakan dalam kacamata komedi. Mungkin ini jadi salah satu kekuatan Kristo yang sudah mengembangkan film ini sejak dua tahun lalu. 

Kepada media, Kristo menyebutkan bahwa ada tantangan tersendiri untuk menjaga agar sisi “dark” dalam film ini tak terlalu menenggelamkan keseluruhan isi film. Ia ingin penonton tetap bisa pulang dengan sesuatu yang hangat dan melekat, bukan hanya cerita yang berat dan suram. 

Buat kamu yang masih penasaran, film ini layak ditonton karena berani membahas sisi manusia yang sering dianggap “tidak normal”, seperti kesendirian, kehilangan, kematian, atau orang-orang yang dianggap aneh dalam kehidupan sosial.

Film Tinggal Meninggal juga mengangkat tema “sense of belonging”. Menjabarkan dampak absennya orang tua—bukan cuma dalam bentuk kekerasan, tapi juga ketidakhadiran emosional—bisa bikin seseorang tumbuh dengan cara pandang yang irasional terhadap diri dan lingkungannya. 

Sebagai salah satu studio yang menyajikan deretan film yang unik dan ‘agak laen’, film Tinggal Meninggal bakal jadi tontonan menarik untuk penonton Tanah Air. Dengan soundtrack dari Mawar de Jongh, film ini bakal tayang di bioskop seluruh Indonesia pada tanggal 14 Agustus mendatang.

Avatar photo
Rahmatul Alfajri
Articles: 61

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *