Review Film The Accountant 2 (2025): Jauh Melebihi Pendahulunya

Film The Accountant 2 bisa dibilang sebagai pembalasan dendam Ben Affleck dan Gavin O’Connor atas film pertama yang mendapat ulasan jelek. Beralih ke gaya buddy cop melalui dinamikanya dengan Jon Bernthal praktis membuat film ini semakin terdepan melampaui pendahulunya.

Sinopsis film The Accountant 2

Paska kematian direktur Raymond King (J.K. Simmons) yang tiba-tiba, Marybeth (Cynthia Addai-Robinson) yang menjabat sebagai penerusnya di Departemen Keuangan menemukan tato “cari si akuntan”.

Jon Bernthal dan Ben Affleck di film The Accountant 2
via Warner Bros. Pictures

Ia lalu meminta Christian Wolff yang pernah bekerja sebagai seorang akuntan untuk Raymond menyelidiki kasus kematian tersebut. Tanpa mereka sadari, ternyata kasus yang membuat King terbunuh berhubungan dengan jaringan perdagangan manusia antara Amerika Tengah dan Amerika bagian selatan.

Menyadari bahwa dia tidak bisa menghadapi semuanya sendirian, ia menyewa adiknya, Brax (Jon Bernthal) untuk membantunya. Bersama Marybeth, mereka membongkar jaringan kejahatan yang lebih dalam dari yang mereka bayangkan, sekaligus mempertaruhkan nyawa demi mengungkap kebenaran.

Lebih seru dibandingkan pendahulunya

Setelah film pertama yang bisa dibilang tak begitu sukses, walaupun pendapatannya menjanjikan, Ben Affleck dan Jon Berthal kembali lagi dengan The Accountant 2 sebagai kakak adik dengan hubungan yang rumit dalam balutan genre aksi thriller. 

Sebagian pemeran di film sebelumnya masih muncul. Ceritanya pun masih dengan premis yang mirip. Christian sebagai akuntan penderita autisme membantu orang-orang pencuci uang atau menemukan masalah dalam pembukuan mereka. Ceritanya mudah dimengerti walaupun kamu belum menonton film pertamanya.

Jon Bernthal sebagai Brex dan Ben Affleck sebagai Christian di film The Accountant 2
via Warner Bros. Pictures

9 tahun setelah perilisan pertamanya, sekuel ini kembali mempertemukan Ben Affleck dengan Jon Berthal yang kali ini tampil lebih banyak sepanjang durasi. Film kedua ini condong pada thriller a la buddy cop. Sutradara Gavin O’Connor dan penulis naskah Bill Dubuque melempar dinamisnya cerita dalam perjalanan love-hate relationship antara Christian dan Brax.

Walau ceritanya bisa dipahami walau tidak nonton film pertamanya, tapi tetap saja kamu akan melewatkan latar belakang dari Christian dan Brax. Apalagi alasan kenapa dua kakak beradik ini saling benci tapi juga masih peduli satu sama lain. Chemistry mereka membuat film ini lebih menyenangkan dibandingkan sebelumnya.

Penonton yang membenci dialog panjang dan cerita yang kompleks sepertinya akan tersiksa. Dari awal, penonton terasa dipapah dengan lumayan lambat. Baru ketika teka-teki mulai terungkap, O’Connor meningkatkan pace dan membuat film ini semakin seru. 

Cynthia Addai-Robinson sebagai Maribeth
via Warner Bros. Pictures

Perubahan lainnya yang membuat beda tentu saja ranah aksi yang semakin menjadi-jadi. Duo Brax dan Christian yang siap membabi-buta dipadukan dengan deretan adegan aksi yang bisa dibilang konyol dan tak realistik namun tetap seru untuk dinikmati.

Kisah pembunuh yang menderita autisme

Ciri khas dari film ini adalah narasi bahwa Christian adalah seorang penderita autisme yang bekerja sebagai seorang akuntan. Walaupun film pertama banyak dikritik tentang penggambaran yang tak sesuai tentang penderita autisme, namun film kedua lebih menonjolkan keberagamannya dengan menampilkan beberapa aktor penderita autisme.

Karakter Christian sendiri merupakan penderita neurodivergent, yaitu seseorang yang memiliki spektrum autisme dan berbeda dengan kebanyakan manusia biasa. Tapi di film ini, ia bukannya karakter cupu yang suka bicara sendiri. Christian digambarkan bisa mematahkan pergelangan tangan lawannya dengan sekali sentuh.

Daniella Pineda dan J.K. Simmons
via Warner Bros. Pictures

Perbedaan karakternya dengan Brax membuat keduanya memiliki momen komedi yang menjadi-jadi. Meski memiliki bakat luar biasa terhadap formula dan rumus, Christian yang canggung dalam berbicara dan skill sosial jadi formula untuk membuat dinamikanya dengan Brex semakin bersinar.

Walaupun bagian akhir film ini tidak mengindikasikan kelanjutan cerita Christian, tapi O’Conner menyebutkan bahwa film ini katanya bakal dirilis dalam format trilogi. Dengan film kedua yang terbilang sukses, kehadiran The Accountant 3 sepertinya tinggal menunggu waktu saja.

Jauh lebih menyenangkan dibandingkan yang pertama, film The Accountant 2 masih bisa dibilang sebagai popcorn movie. Setidaknya lebih bernyawa dibandingkan The Amateur (2025) yang dirilis beberapa waktu sebelumnya. Menghadirkan ledakan aksi dan thriller yang menegangkan, film ini cocok buat penonton yang membutuhkan hiburan ringan dan tak perlu pusing dengan kerumitan plot yang kompleks.

Genre: Thriller

Sutradara: Gavin O’Connor

Penulis Naskah: Will Dubuque

Pemeran: Ben Affleck, Jon Bernthal, Cynthia Addai-Robinson

Avatar photo
Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.

Articles: 911

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *