Review Film Woodwalkers (2025): Film Fantasi yang Menawan atau Gagal Total?

Film Woodwalkers, edisi pertama dari trilogi yang sedang dipersiapkan ini merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karya Katja Brandis. Membawa kita ke dunia fantasi dimana manusia bisa berubah menjadi hewan dengan 

Sinopsis film Woodwalkers

Carag (Emile Chérif) adalah seorang remaja yang memiliki kemampuan khusus; dia bisa bertransformasi menjadi hewan atau dikenal dengan shapeshifters. Dan ternyata, dia bukan satu-satunya yang memiliki kemampuan khusus itu.

Lilli Falk sebagai Holly, Emile Cherif sebagai Carag, dan Johan van Ehrlich sebagai Brandon
via Studiocanal

Dia akhirnya bergabung di Clearwater High School, sekolah khusus bagi anak-anak spesial yang memiliki kemampuan yang sama dengannya. Di sana dia dibimbing oleh Andrew Milling, seseorang yang juga memiliki kemampuan yang sama dengannya. 

Ia lalu mengetahui adanya pasukan pemberontak dari shapeshifters yang berusaha untuk melawan manusia. Tak sendirian, Carag melawannya bersama dengan Holly (Lilly Falk) yang bisa bertransformasi menjadi tupai merah serta Brandon (Jonathan von Ehrlich) dengan kemampuan berubah menjadi bison.  

Visual menarik tapi plot biasa

Diadaptasi dari novel remaja populer, sutradara Damian John Harper menghadirkan dunia yang menarik. Termasuk pemandangan alam yang indah dan memanjakan mata. Efek visual yang menampilkan perubahan bentuk manusia menjadi hewan juga cukup mengesankan.

Emilie Cherif sebagai Carag dan Sophie Lelenta sebagai Lou di film Woodwalkers
via Studiocanal

Woodwalkers punya kesamaan tema dengan Animorph, termasuk bagaimana karakternya bisa berubah menjadi hewan. Tapi, meski premis film ini sangat menarik, karakter di film tampaknya belum sepenuhnya mampu menghidupkan tokoh mereka. 

Akting yang sedikit kaku membuat beberapa momen yang seharusnya emosional justru terasa datar. Chemistry antara Carag, Holly, dan Brandon juga kurang kentara, sehingga hubungan mereka tampak tak sekuat seperti yang digambarkan dalam novelnya.

via Studiocanal

Terlepas dari kekurangannya, film ini menampilkan aksi hewan asli yang membuatnya terasa lebih nyata. Tak hanya itu, pesan moral tentang keserakahan manusia dan dampaknya terhadap keseimbangan alam liar juga tersampaikan dengan baik. 

Yah, sayangnya dengan banyaknya pesan moral dan visual yang menawan tak mampu sepenuhnya mengangkat keseluruhan film. Dimana plot dan konflik yang kurang menggigit membuat durasi 103 menit film terasa lama. 

Bakal jadi trilogi

Walaupun filmnya masih baru, tapi sudah enam versi novelnya telah dirilis. Jadi jangan heran kalau film pertama ini merangkum buku pertama dan kedua, dilanjutkan dengan sekuel dengan cerita dari buku ketiga dan keempat, serta dua buku terakhir sebagai penutup trilogi ini. 

Tapi bagi kamu yang membaca novelnya, mungkin sebaiknya harus mengurangi ekspektasi ketika menonton film ini. Ada beberapa peristiwa yang dipotong, mengingat film ini merupakan gabungan dari dua buku.

pemeran film Woodwalkers
via Studiocanal

Ada masih banyak pertanyaan yang menggantung di akhir film. Termasuk adegan post credit yang merujuk pada film kedua. Kemungkinan sekuel film ini akan dirilis pada tahun 2025, sementara bagian akhir dipersiapkan pada tahun 2026 mendatang.

Bagi penggemar berat novelnya, film Woodwalkers mungkin terasa kurang sesuai dengan ekspektasi. Tapi kalau kamu ingin mencari tontonan fantasi ringan dengan visual menawan, film ini bisa jadi pertimbangan. Jadi, apakah kamu siap untuk menjelajahi dunia Woodwalkers?

Genre: Fantasi

Sutradara: Damian John Harper

Penulis Naskah: David Sandreuter

Pemeran: Emile Chérif, Oliver Masucci

Avatar photo
Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.

Articles: 853

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *