Setelah kegagalan film Justice League di box office, Warner Bros. berencana untuk membenahi kembali DC films yang berada di bawah naungan mereka. Justice League menjadi film DCEU dengan pendapatan perdana terendah. Jadi, tidak salah jika Warner Bros. kemudian melakukan reformasi di dalam jajaran DC films.
Dilansir dari Variety, Warner Bros. akan memindahkan Jon Berg ke posisi Production Partner. Sebelumnya ia memiliki jabatan di divisi Comic Book’s Film Production. Di jabatan barunya, Jon akan bekerja sebagai produser bersama Roy Lee yang merupakan produser film The Lego Movie dan IT.
Toby Emerich, presiden Warner Bros. Picture Group, menjelaskan kepada Variety bahwa pemindahan Jon Berg ini diharapkan akan memberikan kontribusi yang lebih nyata dalam produksi film di Warner Bros. dan New Line yang berada di bawah naungan Warner Bros. Jon sebelumya pernah memproduksi film Elf di New Line yang merupakan salah satu film paling bagus dan fresh di New Line.
Geoff johns, yang telah bekerja sama dengan Jon Berg dalam banyak film, akan tetap berada di jabatan sebelumnya, yaitu Chief Creative Officer DC Entertainment. Pekerjaan John dalam bidang film akan mengalami perubahan dan mungkin lebih banyak berperan sebagai penasehat.
Pembenahan yang direncanakan akan dimulai pada bulan Januari tahun depan ini nantinya juga akan diikuti oleh pemindahan kantor DC films ke kantor baru yang akan berada satu atap dengan Warner Bros. seperti yang dilakukan oleh Fox dan Sony pada divisi film komik-nya. Hal ini dilakukan mungkin untuk memudahkan pemantauan proses kreatif pembuatan yang dilakukan DC Films.
Para pimpinan Warner Bros. di Time Warner disebutkan sangat kecewa dengan penampilan Justice League di box office dan sangat mendukung pembenahan DC Films tersebut. Film pertama Avengers-nya pahlawan-pahlawan DC ini tertinggal jauh jika dibandingkan dengan pendapatan Avengers 1. Dalam tiga minggu penayangan, Batman dan kawan-kawan hanya sanggup meraup keuntungan US$570 juta, sedangkan Iron Man dan kawan-kawan berhasil meraup keuntungan sebesar US$1.5 miliar.
Buruknya penampilan Justice League tersebut dikarenakan berbagai kendala dalam produksinya. John Berg yang berada di divisi Film Komik DC dilaporkan meninggalkan set film di London. Selain itu, film yang ketika disutradarai oleh Zack Snyder memiliki memiliki tone yang kelam seperti Man of Steel dan Batman v Superman: Dawn of Justice tersebut harus melakukan syuting ulang beberapa kali karena Zack mundur dari kursi sutradara setelah anak perempuannya melakukan bunuh diri.
Lalu, Joss Whedon yang menggantikan Zack memiliki visi yang berbeda. Karena sudah terlalu banyak adegan yang telah diambil oleh Zack Snyder, Joss hanya bisa melakukan reshoot terbatas sehingga tidak banyak yang bisa dilakukan untuk memperbaiki film tersebut.
Selain itu, para eksekutif film juga menganggap arahan Zack Snyder yang menjadikan Steppenwolf sebagai villain utama dan dibuat dengan full CGI sebagai sesuatu yang salah. Buktinya memang banyak review Justice League yang mengeluhkan tentang sang villain yang dianggap terlalu monoton dan digambarkan dengan visual effect yang kurang bagus.
Lebih jauh lagi, sampai saat ini belum disebutkan apakah Zack Snyder akan kembali menyutradarai film-film DC selanjutnya. Saat ini ia hanya dikonfirmasi menjadi bagian tim produksi film Wonder Woman 2 dan Aquaman.
Ini membuktikan kalau Warner Bros. tetap akan melakukan kerja sama dengan Zack Snyder walaupun beberapa film arahannya mendapatkan banyak kritikan pedas dari para kritikus film. Keterlibatannya sebagai produser di dua film tersebut mengindikasikan kalau ia mungkin akan kembali ke kursi sutradara suatu saat nanti.
Sebenarnya pihak Time Warner sangat frustasi kepada para pimpinan Warner Bros. yang selalu memberikan kursi sutradara kepada Zack Snyder, terutama setelah banyaknya kritkan terhadap Batman v Superman: Dawn of Justice. Hal ini mungkin terjadi karena film arahan Zack tetap meraup keuntungan meskipun memiliki rating yang rendah di mata kritikus.
Walaupun mengecewakan dalam bidang pendapatan dan kritik, Warner Bros. masih melihat sisi positif yang dibawa oleh film Justice League. Film tersebut dianggap sukses dalam memperkenalkan The Flash dan Aquaman.
Aquaman direncanakan akan tayang pada tahun 2018. Sedangkan The Flash masih dalam tahap pengembangan.