Choi Min-sik dan Choi Hyun-wook menjalin love-hate relationship dalam Notes from the Last Row, kisah thriller psikologis tentang hubungan dosen dan mahasiswanya yang terjalin berkat sebuah karya sastra. Keduanya sukses memberikan nyawa serial yang mengisahkan tentang cemburu, rasa iri, dan cara sebuah karya sastra bisa mengubah persepsi seseorang.
Sinopsis serial Notes from the Last Row
Kim Mun-oh (Choi Min-sik) merupakan seorang dosen Sastra Korea di sebuah universitas ternama di Korea. Namun ia merasa masih belum puas karena hanya pernah merilis satu novel saja. Kebuntuan membuatnya tak pernah menyelesaikan novel keduanya.
Ketika memeriksa hasil tulisan mahasiswa di kelasnya, ia tertarik dengan karya Lee Kang (Choi Hyun-wook) yang selalu duduk di barisan belakang kelas. Karyanya menceritakan tentang awal kedekatannya dengan teman sekelasnya, Se-yun (Lee Jin-woo).
Ia memberitahu bahwa Lee Kang memiliki talenta yang besar untuk menjadi seorang penulis. Dibutakan oleh rasa iri atas kesuksesan temannya, Kim Su-hun (Huh Joon-ho) yang telah menjadi penulis terkenal, ia menjadi mentor Lee Kang supaya mendapatkan inspirasi untuk novel yang akan ia buat.
Thriller psikologis yang dinamis
Notes from the Last Row merupakan Kdrama orisinil Netflix ke-6 tahun ini. Dan bisa dibilang, semuanya punya daya tarik tersendiri. Jika WONDERfools (2026) menghadirkan cerita yang unik dan penuh aksi, serial yang disutradarai oleh Kim Kyu-tae ini menggabungkan thriller psikologis dengan cerita yang kompleks antara hubungan manusia yang penuh dengan perasaan negatif.
Premisnya tak muluk-muluk: tentang seorang dosen yang tertarik dengan karya tulisan dari mahasiswanya. Namun jalannya cerita yang penuh dengan misteri serta twist di sepanjang episode membuat pengalaman menontonnya tak kalah menegangkan ketimbang thriller aksi.
Kyu-tae menghadirkan cerita yang mengalun pelan mengaburkan batas antara kenyataan yang terjadi, cerita yang dibuat oleh Lee Kang, serta mana saja bagian dari imajinasi Mun-oh. Pacingnya yang mendayu lalu dibuat bergejolak menjadikan dinamika cerita yang jauh dari kata membosankan.
Selain itu, deretan cast juga ciamik. Isinya kebanyakan aktor grade A. Mulai dari Kim Yun-jin, Huh Joon-ho, Jin Kyung, sampai dengan dedengkot akting Korea, Choi Min-sik. Akting mereka tak perlu diragukan lagi. Dipertebal dengan kapabilitas Min-sik yang dengan perkasa jadi pondasi utama serial enam episode ini.
Ia menarik perhatian sebagai dosen yang insecure dan sering marah-marah. Aktor yang tenar berkat film Oldboy (2002) ini memerankan pria tua yang walaupun sudah punya keluarga dan karir yang terbilang stabil, tapi terjebak dalam mimpinya yang tak kunjung terwujud. Diperparah dengan kecemburuannya pada Su-hun, seniornya di kampus yang menikahi dambaan hatinya, Eun-joo (Kim Yunjin).
Dan chemistry-nya dengan Hyun-wook menambah kedalaman cerita. Sosok yang melejit setelah membintangi Twenty-Five Twenty-One ini berhasil menyeimbangi Min-sik sebagai sosok yang misterius dan penuh dengan kejutan. Dan jika teliti, ada banyak petunjuk cerita yang datang dari tindak tanduk Lee Kang.
Kisah penuh misteri
Serial dengan genre suspense atau thriller ini diadaptasi dari drama panggung berjudul El chico de la última fila. Untuk kamu yang ingin menonton versi lainnya, ceritanya sudah lebih dulu diadaptasi melalui film berjudul Dans La Maison atau diterjemahkan menjadi In the House (2012).
Kekuatan serial ini terletak pada ceritanya yang dibumbui kisah penuh intrik dan misteri yang membuatnya menegangkan. Ada saja plot twist serta misteri demi misteri yang menunggu untuk dipecahkan di setiap episode. Terlebih petunjuk cerita masih terus berdatangan hingga episode terakhir, sehingga penonton akan terus menebak-nebak arah jalannya cerita.
Temanya sebagian besar tentang kecemburuan sampai balas dendam. Rasa iri dan cemburu membuat Mun-oh tak lagi bisa berpikir logis. Ia larut dalam cerita yang ditulis oleh Lee-Kang tanpa mempertanyakan seberapa besar realitas yang ada di dalam cerita tersebut.
Tak ketinggalan, Kyung-tae juga menyelipkan narasi tentang kekuatan “cerita” yang bisa digunakan untuk memanipulasi. Terlebih bagi Mun-oh yang merupakan seorang penulis, lebih mudah untuk masuk ke dalam sebuah cerita dengan menganggap hal tersebut adalah sebuah kenyataan.
Memang ada bagian narasi dalam plot yang tak terlalu dijelaskan dengan sempurna. Namun mereka menjadi bumbu penyedap bagi penonton untuk berimajinasi dan mengira-ngira apa yang terjadi di balik layar. Tapi hal ini tak terlalu mengganggu, setidaknya tak sampai membuat plotnya jadi rusak.
Serial Notes from the Last Row menghadirkan narasi yang membuat penasaran hingga akhir. Akting brilian didukung oleh musik yang pas menegaskan kekuatannya sebagai serial bagi penyuka thriller yang bikin penasaran. Durasinya pun tak terlalu panjang membuatnya cocok sebagai teman untuk binge watch.