Home > Review Tinggal Meninggal: Kisah Unik dari Debutan Sutradara Baru
REVIEW

Review Tinggal Meninggal: Kisah Unik dari Debutan Sutradara Baru

4 / 5

Komedi

Reviewed by

poster Tinggal Meninggal

Film Tinggal Meninggal jadi andalan terbaru bagi Imajinari. Sebuah perpaduan apik antara komedi getir yang dibawakan dengan canggung digabungkan tema tentang kesendirian dan bagaimana berdamai dengan diri sendiri. Sebuah debut manis bagi Kristo Immanuel di belakang kursi sutradara.

Sinopsis film Tinggal Meninggal

Gema (Omara Esteghlal) adalah seorang pemuda penyendiri yang tak punya teman dekat hingga ia bekerja. Kesendiriannya membuat Gema merasa canggung ketika berhubungan dengan orang lain, membuatnya berhalusinasi dan berbicara dengan dirinya di masa kecil (Jared Ali).

Omara Esteghlal sebagai Gema
via Imajinari

Ketika sang ayah meninggal, ia tiba-tiba mendapatkan banyak perhatian, terutama dari teman kerjanya yang turut prihatin. Perhatian tersebut membuatnya merasakan pengalaman baru yang belum pernah ia dapatkan sebelumnya.

Kebohongan demi kebohongan pun tercipta dalam alasannya untuk menjaga perhatian tersebut. Lalu, apa yang terjadi dengan kecanggungan dan semua kebohongan yang ia lakukan untuk mendapatkan perhatian teman kantornya? Akankah itu bisa membuatnya tetap disukai teman-temannya?

Komedi getir yang menyenangkan

Jika Hollywood punya A24, Indonesia mungkin punya Imajinari. Studio baru yang menawarkan deretan film yang berbeda dibandingkan karya-karya arus utama. Sukses dengan Jatuh Cinta Seperti di Film-Film (2023) dan Agak Laen (2024), kini Tinggal Meninggal jadi kreasi terbaru studio ini.

pemeran film Tinggal Meninggal
via Imajinari

Untuk sebuah film komedi, Tinggal Meninggal hadir dengan gaya yang jarang ditemukan di industri mainstream perfilman Tanah Air. Sebuah gaya yang membuat debut perdana penyutradaraan Kristo Emmanuel ini semakin manis dan berbeda ketimbang film lain di genre yang sama.

Mungkin inilah yang membuat film ini punya daya tarik tersendiri. Bukannya menawarkan sebuah genre komedi yang ceria atau penuh dengan gelak tawa receh, tapi komedinya hadir dalam peristiwa-peristiwa canggung yang mungkin bisa ditemukan di kehidupan sosial modern saat ini.

Bagian drama dan komedinya bersanding padu. Kadang bikin tersenyum simpul namun kadang bikin meringis. Tak jarang ada adegan-adegan yang bikin canggung dan terkesan getir, tapi tetap lucu untuk ditertawakan. Pas dengan tagar komedi getir yang diusung film ini.

Omara Esteghlal sebagai Gema dalam film Tinggal Meninggal
via Imajinari

Untuk penggambaran ‘canggung’, akting Omara jelas bersinar. Hadir sebagai Gema, karakternya terasa kompleks. Gema punya kepribadian yang berubah-ubah bahkan sampai breaking the fourth wall bagaikan berkomunikasi dengan penonton. Ini menambah daya tarik tersendiri pada film ini.

Debut manis penyutradaraan Kristo

Awalnya dikenal sebagai seorang impersonator, konten kreator, hingga beralih ke dunia film seperti The Big 4 (2024), Kristo menunjukkan bahwa iya punya potensi lain lewat Tinggal Meninggal. Meski menjadi debut perdananya sebagai seorang sutradara, keseluruhan teknik dan unsur penyutradaraan dalam film tak bisa dianggap remeh.

Secara teknis, baik pengambilan gambar, warna, sampai dengan sinematografi terasa pas. Apalagi timing komedi menjadi salah satu kekuatan film ini. Untuk scoring dan soundtrack dari Mawar de Jongh menambah kesan manis yang menemani sepanjang film. 

Turut berperan sebagai penulis naskah, Kristo membuat TingNing dekat dengan keseharian kita. Menggambarkan bagaimana rasanya tidak diacuhkan oleh lingkungan sekitar, mencoba menguasai diri sendiri dari pikiran-pikiran buruk, hingga mempersiapkan bagaimana bersikap di depan orang-orang ketika diri sendiri tak siap.

Ada pesan mengenai “sense of belonging” dalam film ini. Lugas menggambarkan bagaimana dampak absennya orang tua—baik secara fisik maupun emosional—bisa membuat seseorang tumbuh dengan cara yang irasional, baik terhadap dirinya maupun lingkungan di sekitarnya.

Film Tinggal Meninggal jelas jadi tontonan menarik di tengah film karya anak bangsa di pertengahan tahun ini seperti Nobody 2 (2025) besutan Timo Tjahjanto. TingNing adalah sebuah karya manis yang diangkat dekat dengan kehidupan sutradaranya. Menjadikannya sebagai refleksi kehidupan sosial yang realistis, eksis, tapi tak jarang menggelitik dengan segala sentilan-sentilannya.

poster film Tinggal Meningga

GENRE

Komedi

AKTOR

Omara Esteghlal, Nirina Zubir, Mawar de Jongh

SUTRADARA

Kristo Immanuel

TANGGAL RILIS

14/08/2025

Tinggal Meninggal

RATING

Facebook
X Platform
LinkedIn
WhatsApp
Threads

About Reviewer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *