Home > Review > Review Mercy (2026): Tonjolkan IMAX 3D Tanpa Plot
REVIEW

Review Mercy (2026): Tonjolkan IMAX 3D Tanpa Plot

2.5 / 5

Thriller

Reviewed by

poster film Mercy 2026

Film Mercy menghadirkan tema bagaimana AI bisa memiliki pemikiran sendiri dan berintegrasi dengan manusia. Sebuah premis yang menarik dengan kecanggihan CGI dan teknologi mumpuni tapi tak mampu bersinar karena eksekusi dan penulisan yang buruk.

Sinopsis film Mercy

Chris Raven (Chris Pratt) adalah seorang polisi di Los Angeles atau LAPD yang punya reputasi baik. Ia terbangun di suatu tempat dengan keadaan tangan dan kaki terikat tanpa tahu apa yang terjadi sebelumnya.

Chris Pratt sebagai Chriss
via Sony Pictures

Ketika sadar, ia dihampiri oleh sebuah program kecerdasan buatan atau AI (Artificial Intelligence) bernama Maddox (Rebecca Ferguson). Maddox mengungkapkan bahwa ia dituduh membunuh istrinya dan memiliki 90 menit untuk membuktikan bahwa ia tidak bersalah. 

Di masa modern tersebut, kondisi Los Angeles yang tak terkendali menghadirkan Mercy, sebuah program AI yang memiliki akses ke berbagai data di seluruh kota. Chris mencoba menggunakan data yang tersimpan di dalam Mercy untuk membuktikan kebenaran yang ada 

Cerita berlatarkan AI

Timur Bekmambetov yang sebelumnya memproduseri War of the Worlds (2025) yang mendapatkan rating 0% dari Rotten Tomatoes bertindak sebagai sutradara. Mengingat track record-nya yang tak begitu mulus, tak ada ekspektasi tinggi untuk film ini.

Permisnya lumayan menarik; seorang polisi dituduh membunuh dan harus meyakinkan sebuah AI selama 90 menit bahwa ia tidak bersalah. Menyenangkan tanpa alur yang rumit, tapi tetap plot hole jelas mengganggu bagi penonton yang benar-benar invest ke dalam cerita.

Rebecca Ferguson dalam film Mercy
via Sony Pictures

Gaya adegannya yang bombastis pantas untuk dilihat di layar besar. Mengingat Timur menggandengkan cerita tentang AI dengan tangkapan layar yang panoramic. Apalagi ini ditujukan untuk ditonton dalam format IMAX 3D.

Chris Pratt is being Chris Pratt. Tak begitu banyak berbeda ketimbang karakternya di film-film sebelumnya. Sementara Rebecca Ferguson masih tetap cantik dan memesona sebagai sebuah AI yang sepertinya memiliki nyawa layaknya manusia.

Untuk sebuah film aksi yang padat dan intens, adegan aksinya berterima. Sayang keseluruhan filmnya kurang memuaskan. Namun jika kamu hanya penonton kasual yang mencari tontonan ringan tanpa harus berpikir keras, film ini cocok buat kamu. 

Tanpa ekspektasi tinggi

Mulai tayang 21 Januari, Mercy banyak disebut jadi film “buangan” yang tak terlalu diunggulkan. Sebagian besar film yang punya jadwal rilis di Januari besar kemungkinan mendapatkan ulasan negatif ketimbang summer release. 

Hanya saja tak semua film yang dirilis pada bulan Januari langsung nge-bomb di pasaran. Misalnya saja Taken (2009), Bad Boys for Life (2020), atau Megan (2023) membuktikan bahwa Januari bisa jadi lumbung uang.

Namun sayangnya Mercy tak masuk dalam kategori tersebut. Embel-embel IMAX 3D tak mampu untuk menjadikannya film yang bisa menarik banyak orang. Mungkin bisa, jika penonton yang ditargetkan hanya fokus pada adegannya saja.

Durasinya hanya 100 menitan, tapi terasa lumayan dragging. Termasuk twist yang mungkin sudah ketebak menjelang babak ketika dimulai, atau bahkan sebelumnya. Bukan jajaran film yang bisa dibanggakan dari daftar karya Pratt dan Timur. 

Film Mercy cukup menjanjikan sebagai tontonan yang ringan tentang bagaimana teknologi mempengaruhi umat manusia. Ada banyak plot hole, keseluruhan filmnya menarik untuk diikuti. Namun tak salah jika film ini akan lebih booming ketika diputar ke layanan streaming nantinya.

poster Mercy 2026

GENRE

Thriller

AKTOR

Cris Pratt, Rebecca Ferguson,

SUTRADARA

Timur Bekmambetov

TANGGAL RILIS

21/01/2026

Mercy

RATING

Facebook
X Platform
LinkedIn
WhatsApp
Threads

About Reviewer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *