Review Film No Way Up (2024): Bukan Untuk Thalassophobia

Film No Way Up menyajikan ketakutan dan kisah horor dari sekelompok survivor yang mengalami kecelakaan pesawat udara dan terjebak di bawah laut. Menegangkan, terlebih bagi orang-orang penderita Thalassophobia. 

Sinopsis film No Way Up

Ava (Sophie McIntosh) adalah anak gubernur yang selalu dimanjakan dan tak pernah pergi sendirian tanpa sepengetahuan orang-tuanya. Ketika diajak berlibur bersama pacarnya, Jed (Jeremias Amoore), pengawalnya yang bernama Borbon (James Caroll Jordan) pun ikut serta. 

Dengan pesawat yang terbilang tua, mereka mulai berangkat. Tak ada banyak penumpang karena penumpang lebih memilih untuk berangkat di malam hari. Mereka lalu dilayani oleh pramugara bernama Danilo (Manuel Pacific). 

Di tengah perjalanan, kawanan burung menabrak pesawat dan membuat turbin meledak. Pesawat kehilangan kendali lalu jatuh bebas ke dalam laut. Ava serta penumpang dan pramugara yang selamat mencari cara untuk bertahan hidup sembari menunggu pertolongan. 

Film survival di bawah laut

Sama seperti film horor survival lainnya, film No Way Up menawarkan ketakutan bagi penontonnya. Kali ini penonton akan dibawa terperangkap di bawah laut dengan terbatasnya udara untuk bernafas dan berharap bantuan akan datang.

Memang ga ada yang baru dari film ini; ada sekelompok teman dari berbagai ragam karakteristik, terjebak dengan penumpang lainnya. Tentu konfliknya bukan hanya bagaimana mereka bertahan, tapi perbedaan pendapat dan ego masing-masing. 

Untuk sekelas film horor, No Way Up cukup sukses bikin takut. Elemen horor dari film ini ada pada ketakutan akan terjadinya bencana ketika berada di pesawat terbang yang terperangkap di laut di tengah hiu ganas yang menunggu. 

Tapi film ini tak ubahnya seperti horor survival kebanyakan. Dibuka dengan pengenalan karakter utama, pertanda-pertanda yang menjadi petunjuk dan callback peristiwa setelahnya. Lalu ada adegan-adegan yang menunjukan sifat asli manusia ketika tertekan dan akan melakukan segala cara untuk bertahan hidup. 

Dialognya cheesy. Akting sebagian besar karakter juga tak bisa dianggap spektakuler. Editingnya masih terasa kurang smooth ditambah ceritanya yang mudah ditebak. Yah, setidaknya ada beberapa jump scare yang bikin deg-degan. 

Sasar Thalassophobia

Dengan sebagian besar cerita terjadi di bawah laut, maka film ini tentu bukan tontonan yang cocok bagi penderita Claustrophobia (ketakutan terhadap ruang sempit) serta Thalassophobia (ketakutan berlebih terhadap kedalaman laut). 

Seperti yang sudah diperlihatkan pada trailer, ada beberapa adegan yang mungkin bisa jadi pemicu buat penderita Thalassophobia. Film ini membawa penonton mengarungi lautan luas dan di bagian akhir penonton dibawa turut menahan nafas ketika karakter utama menyelami lautan yang dalam. 

Tapi tak ada yang baru dari film ini. Apalagi karakter dengan stereotip usang; si optimis, ada yang mudah menyerah, dan tak lupa seseorang dengan mulut besar yang siap melontarkan luapan-luapan bernada sinis dan sarkas buat pemecah suasana tegang. 

Belum lagi cerita dengan plot yang mudah ditebak. Bahkan Nowhere (2023) yang mana seorang wanita bersama bayinya terdampar di sebuah kontainer di lautan lepas punya cerita yang lebih solid dan menegangkan. 

Dengan aktor yang jauh dari spotlight, Film No Way Up menawarkan cerita survival dengan premis yang menarik, walaupun eksekusinya masih jauh dari harapan. Pasalnya ada banyak film lain yang punya cerita serta kualitas yang lebih baik dari film ini.

Genre: Horor

Sutradara: Claudio Fah

Penulis Naskah: Andy Mayson

Pemain: Phyllis Logan, Colm Meaney, Will Attenborough, James Carroll Jordan

Avatar photo
Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.

Articles: 853

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *