Film Keluar Main 1994 disutradarai oleh Ihdar Nur dengan Mohammed Sabeq sebagai penulis skenario, berhasil memberikan pengalaman menonton yang menghibur. Film perdana DL Entertainment ini menyajikan aspek persahabatan, asmara, pendidikan, keluarga serta budaya Makassar yang kental.
Sinopsis film Keluar Main 1994
Ibrahim Miharbi (Arif Brata) yang kerap dipanggil “Ibo” merupakan seorang anak yang sangat menyukai sepak bola. Bersama Ippank (Adi Surya), Jufri (Oki Mabone) serta Concong (Briant Onardo), mereka sering terlambat masuk atau cabut sekolah demi mengejar kecintaan mereka bermain bola.
Tak sering mereka menipu penjaga sekolah mereka yang bernama Dg. Hami (Mellonk) yang tidak bisa membaca. Keluarganya pun menyuruhnya untuk ikut les untuk mengejar ketertinggalannya di bidang akademis.
Ibo bertemu dan langsung jatuh cinta pada pandangan pertama kepada kakak kelasnya Vivi (Alisa Safitri). Ia terjebak antara mengejar cintanya kepada Vivi, mengikuti keinginan orang tuanya atau menjaga persahabatannya dalam kompetisi sepak bola yang akan mereka ikuti.
Komedi yang Apa Adanya
Film Keluar Main 1994 membawa kita ke suasana SMA pada tahun 1994 berharap banyak penonton larut dibawa nostalgia. Menunjuk Arif Brata sebagai pemeran Utama, DL Entertainment berharap Brata mampu menampilkan komedi komedi yang “FYP” dalam film ini.
Premisnya menarik dengan cerita yang ringan dan mudah dimengerti. Namun masih ditemukan beberapa komedi yang gampang ditebak dan jokes-jokes pasaran yang tak lagi mengundang tawa. Walaupun secara keseluruhan, film ini masih menyenangkan untuk diikuti.
Untungnya komedi absurd yang ditayangkan bisa menabur tepuk tangan dan tawa penonton seperti saat menampilkan sel sperma yang berenang menuju sel telur secara visual, belum lagi adegan-adegan yang jarang dibayangkan orang lain. Akting Mellonk sebagai Dg. Hami juga sukses menuai tawa penonton.
Bertemakan komedi romantis, plot dalam film ini nyaris seperti membaca teenlit dengan pace yang lambat di awal. Penuh dengan kisah kisah cinta remaja serta konfik dalam keluarga dan persahabatan yang menjadi bumbu dramanya.
Keseruannya masih terasa kurang nendang dikarenakan banyaknya pemeran baru yang masih kurang ekspresif sekaligus belum mampu mendalami karakter yang kompleks. Bahkan kehadiran Arie Kriting sebagai pelengkap dalam film ini terasa kurang menggigit.
Hidangkan Nostalgia dan Cerminan Budaya
Layaknya Dilan 1990 (2018), penonton diajak merasakan nostalgia tahun 90-an di Makassar, Sulawesi Selatan. Tone warna, pengambilan gambar dan penggunaan lagu “Anak Sekolah” dari Chrisye berhasil menghadirkan nuansa nostalgia dengan baik.
Film ini hadir sebagai lorong waktu untuk menyusuri bagaimana keadaan masa sekolah ditahun 1994. Menarik untuk penonton dewasa tanpa membuat penonton yang terlahir di zaman setelahnya merasa asing untuk menikmati film ini.
Bukan hanya memperkenalkan budaya Makassar dengan halus, tetapi juga keragaman budaya dari berbagai daerah melalui karakternya, serta memberikan perhatian pada pentingnya bahasa daerah sebagai identitas bangsa.
Referensi dari acara televisi seperti “Sepak bola Matematika” dan Piala Dunia 1994 mempertegas latar jadul dalam cerita. Termasuk kiper Rene Hugaita yang melejit namanya setelah penyelamatan ‘kalajengking’ yang melegenda.
Bertemakan tentang cinta, persahabatan dan keluarga, tak ketinggalan dikelilingi dengan komedi yang jarang kita temui dalam film bergenre komedi di Tanah Air. Film ini tersedia di bioskop-bioskop di seluruh Indonesia mulai Kamis, 28 Maret 2024.
Genre: Komedi Romantis
Sutradara: Indah Nur
Penulis Naskah: Mohammed Sabeq
Pemeran: Arif Brata, Alisa Safitri