Video game dan Kesehatan Mental memiliki ikatan yang kuat. Sebagai orang yang memiliki hobi menginvestasikan waktu di dunia virtual sembari berpetualang, dan merasakan berbagai pengalaman, akan tiba masanya di mana Anda akan lebih memilih bermain video game ketimbang melakukan aktivitas apapun. Mulai dari alasan yang sangat sederhana; entah karena ingin mencari hiburan, bersantai dari pekerjaan, malas keluar rumah, menghabiskan waktu luang, hingga alasan yang lebih berat yaitu melarikan diri dari realita. Bermain game dapat menjadi hal yang berbahaya.
Realita yang cenderung pahit dan kelam terkadang menyebabkan beberapa orang lebih memilih melarikan diri, menolak kenyataan dengan mencari kesenangan melalui berbagai media; salah satunya video game. Kisah epik game RPG seperti The Witcher 3, The Elder Scroll V: Skyrim, dan Zelda: Breath of The Wild memberikan pengalaman fantasi berpetualang di dunia nan luas, kisah penuh aksi menembak seperti DOOM, Killing Floor 2, serial Call of Duty dan Battlefield memberikan aksi intens yang meningkatkan adrenalin, hingga kisah menyentuh game Adventure seperti The Walking Dead, Life is Strange, dan Gone Home, semua memberikan satu hal yang sangat jelas, dunia alternatif di mana Anda bisa merasakan kesenangan, tenggelam dalam kisah dan pengalaman, serta merasakan apa yang dirasakan karakter yang Anda mainkan.
Menurut data statistik yang dikutip Jane McGonigal via Polygon, ada 300 juta menit sehari waktu yang dihabiskan pemain dalam Angry Birds dan 170 jam per tahun telah dihabiskan oleh setiap pemain Call of Duty. Hal itu menjadi poin penting yang menjelaskan bahwa ada banyak orang yang memilih bermain game secara berlebihan demi melarikan diri dari realita atau yang dalam istilah psikologi disebut eskapisme.
Eskapisme itu sendiri sangat lekat kaitannya dengan berbagai ancaman kesehatan mental seperti: hilangnya percaya diri, gangguan kecemasan, pola makan dan tidur yang tidak teratur, kecanduan alkohol dan obat terlarang hingga gejala depresi.
Walaupun terdengar sangat parah, kesehatan mental seseorang juga dapat diobati melalui video game. Dikutip dari sebuah jurnal via National Institute of Health Video game dengan genre Action dapat mengurangi berbagai gejala mental yang dapat berujung pada depresi.
Jane McGonigal juga mengatakan via TED bahwa video game dapat membuat dunia menjadi lebih baik. Hal-hal yang kita lakukan dalam game seperti motivasi, investasi waktu, dan perasaan puas dalam mendapat reward dapat diaplikasikan dalam kehidupan bersama. Bayangkan saja ketika Anda harus mengalahkan bos kuat seperti Deviljho dalam game Monster Hunter; Anda diwajibkan untuk mempersiapkan diri mulai dari equipment, skill hingga bantuan player lain. Di saat itulah sebenarnya kemampuan problem solving Anda diuji, walaupun masih berupa kegiatan dunia virtual.
Menurut Engadget, rata-rata waktu yang dihabiskan anak yang bermain game hingga berumur sekitar 21 tahun adalah 10.000 jam. Sedangkan rata-rata lama pendidikan di AS mulai dari kelas 5 hingga lulus adalah 10.080 jam. Dari angka tersebut tentu jelas terlihat bahwa rata-rata pemain video game sudah sangat ahli dan piawai memainkan apa yang mereka suka.
Dari angka di atas didapat bahwa generasi gamer zaman sekarang sebenarnya memiliki beberapa kemampuan yang dapat membantu kehidupannya. Misalkan saja melalui salah satu game MMORPG, seperti Black Desert Online, pemain akan terus berada pada banyak aktivitas entah itu terus mencari item langka untuk dijual, bergabung dan aktif dalam mengelola guild, hingga grinding berjam-jam demi leveling karakter, semua hal tersebut sebenarnya memiliki arti penting dalam pembentukan karakter; optimisme, konsistensi, cara bersosialisasi, hingga produktivitas nan tinggi menunggu untuk diterapkan kepada kehidupan sehari-hari.
Video game bersifat bak pedang bermata dua; ada sisi baiknya dan ada sisi buruknya terhadap kesehatan mental. Kesenangan bermain yang ditawarkan membuat Anda melarikan diri dari kenyataan yang keras kepada dunia virtual penuh petualangan. Melalui bermain game, Anda juga mendapatkan dorongan yang berarti yang menunggu Anda untuk mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari.
Your life, your choice.