Suka Duka Tawa jadi persembahan terbaru Rachel Amanda yang menandai debut sutradara Aco Tenriyagelli. Dan gabungan antara komedi situasi yang menyenangkan dengan drama yang bikin mewek jadi andalan terbaru Bion Studio ini.
Sinopsis Suka Duka Tawa
Seperti yang diperlihatkan pada trailer yang dirilis beberapa waktu lalu, film ini fokus menceritakan tentang perjalanan Tawa (diperankan oleh Rachel Amanda) yang berjuang sebagai seorang stand up comedian.
Di balik namanya yang menghadirkan unsur komedi, namun ia memiliki masa kecil yang pilu. Ayahnya yang diperankan oleh T. Rifnu Wikana merupakan seorang pelawak terkenal. Namun kesibukannya membuatnya tak memperhatikan Tawa hingga meninggalkan keluarganya.
Teman-teman Tawa pun mendukung dan bertekad untuk membantunya menggapai keinginannya sebagai komika yang sukses. Berkali-kali tampil di panggung berbuah kegagalan. Tapi potensinya sebagai seorang stand up comedian bersinar ketika ia mulai menceritakan tentang ayahnya.
Isu fatherless dalam komedi getir
Film Suka Duka Tawa merupakan debut perdana Aco Tenriyagelli yang sebelumnya bertindak sebagai penulis naskah untuk film antalogi Quarantine Tales (2020) dan mini series Drama Ratu Drama (2022). Tak terkecuali di film ini, Aco juga bertindak sebagai penulis naskah.
Sebagai penulis, tentu saja kepenulisan dan alur cerita yang disampaikan menjadi daya tarik tersendiri dalam film ini. Menghadirkan dinamika yang menarik dalam perjalanan Tawa sebagai komika dan hubungannya dengan sang ayah.
Dan sebagai negara fatherless peringkat ketiga di dunia, film ini terasa relate untuk banyak orang. Betapa ketidakhadiran seorang ayah bisa menjadi beban mental tersendiri bagi anak yang tumbuh dewasa. Menjalani hidup dengan perjuangan, tanpa adanya sosok ayah yang membimbing hingga dewasa.
Pengemasannya dibuat menawan, dari bentuk komedi gelap/dark comedy, menertawakan pahitnya perjuangan Tawa yang mungkin juga dirasakan oleh penontonnya. Membawakan kegetiran masa lalu dalam bentuk komedi. Untuk mendalami peran sebagai Tawa, Rachel Amanda bahkan merasakan sendiri open mic (atau melakukan stand up di panggung) untuk mendalami rasanya menjadi seorang komika.
Bagian dramanya pun tak kalah seru. Memperlihatkan pentingnya sudut pandang dalam menganalisa sebuah masalah. Bahwa memahami manusia tidak semudah membedakan hitam dan putih atau baik dan jahat.
Film Suka Duka Tawa menghadirkan kisah pilu perjuangan anak yang tumbuh tanpa ayah melalui seni stand up komedi yang sedang ramai di Indonesia. Dipenuhi dengan nama-nama ternama di dunia stand up komedi Tanah Air, film ini siap tayang di bioskop mulai tanggal 8 Januari 2026.