Premiere di TIFF 2026, Suspense Drama Empat Musim Pertiwi Bakal Punya Gaya Sci-fi?

Kamila Andini membawakan Empat Musim Pertiwi sebagai penjelajahan artistik yang eksploratif sekaligus menawarkan pengalaman sinematik melalui lanskap Gunung Bromo dalam sebuah kisah perjuangan wanita yang telah melalui berbagai fase dalam kehidupannya.

Sinopsis Empat Musim Pertiwi

Film ini merupakan karta terbaru dari Kamila Andini paska Gadis Kretek (2023) garapan Netflix yang sempat populer di Indonesia beberapa waktu lalu. Ceritanya berpusat pada Pertiwi (Putri Marino) yang kembali pulang ke tanah kelahirannya.

Berdasarkan berbagai sumber, Pertiwi dipenjara selama puluhan tahun setelah membunuh orang yang berusaha memerkosanya. Kepulangannya mempertemukan Pertiwi kembali dengan orang-orang dari masa lalunya. Orang-orang yang memberikannya musim baik hingga musim terburuk di hidupnya.

Pengalaman yang dialami Pertiwi membuatnya menjadi “seseorang yang seperti sudah mati di dalamnya,” ungkap Putri menjelaskan karakternya. Aktris 33 tahun ini mengungkapkan bahwa karakternya punya aura yang sama dengan karakter di buku Perempuan di Titik Nol karya Nawal el-Saadawi.

Arya Saloka memerankan Bisma, satu dari sedikit orang di kampung halamannya yang menyambut kedatangan Pertiwi dengan baik. Bisma bisa jadi love interest atau sosok yang membantu Pertiwi “membalaskan” dendamnya kepada orang-orang di kampungnya. 

Selain Putri dan Arya, film ini juga dibintangi oleh Christine Hakim, Hana Malasan, Shofia Shireen, Dwika Pradnyana hingga debut perdana Hanna Aretha. Hanna sendiri merupakan aktor tuli yang sebelumnya lebih banyak bermain di panggung teater.

Tak hanya drama

Film ini rencananya akan mengusung gaya suspense drama. Dalam trailer yang baru saja dirilis kemaren, Selasa (8/9/2026), terlihat jelas ketegangan yang dirasakan oleh penduduk desa ketika mendengar kabar kepulangan Pertiwi.

Menariknya, film ini disebut akan menghadirkan perpaduan dari berbagai genre atau cross-genre. Bahkan melalui rilisan press yang dibagikan, film berdurasi 137 menit ini salah satunya mengusung gaya fiksi ilmiah atau sci-fi.

“Sebenarnya, secara personal saya sangat menyukai film-film sci-fi. Namun, baru sekarang saya merasa punya kebutuhan untuk menampilkan sesuatu lewat sci-fi secara yang lebih luas dan universal,” jelas salah satu sutradara wanita Indonesia yang karyanya banyak diputar di festival-festival ini.

press conference Empat Musim Pertiwi
via Mariviu

Sayangnya belum ada informasi lebih lanjut mengenai apa bentuk sci-fi yang akan digunakan. Akankah mengusung tema perjalanan waktu seperti yang dilakukan Sore di Sore: Istri dari Masa Depan (2025)? Apakah akan ada twist menarik yang akan diberikan Kamila dan Pertiwi?

Sebelum dirilis di bioskop Tanah Air pada 8 Oktober 2026, Kamila dan deretan cast akan membawa film ini ke Toronto International Film Festival 2026. Empat Musim Pertiwi jadi satu-satunya perwakilan Indonesia di salah satu festival film paling prestisius di dunia sinema saat ini.

Avatar photo
Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.

Articles: 940

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *