Film 5 Centimeters Per Second live action menyapa setelah penantian selama kurang lebih 19 tahun sejak anime-nya rilis. Setelah tahun lalu kita diberitahu bahwa versi live action ini akan tayang, saya sudah mulai menduga-duga akan seperti apa hasilnya. Apakah akan setia pada versi animenya sebagai sumber asli? Atau akan memberi interpretasi dan cerita baru untuk dinamika hubungan Takaki dan Akari?
Sinopsis 5 Centimeters Per Seconds
Takaki Tono (Hokuto Matsumura), seorang karyawan IT, terlihat tidak memiliki semangat menjalani kehidupannya sebagai orang dewasa. Ini disebabkan karena kehilangan sosok Akari (Mitsuki Takahata), sahabat sekaligus cinta masa mudanya di masa lalu yang masih belum terselesaikan.

Keputusannya untuk resign dan pindah ke pekerjaan baru sebagai programmer planetarium menuntunnya mengingat kembali kenangan-kenangan masa lalu yang menyakitkan.
Namun pekerjaan baru tersebut justru mempertemukan Takaki dengan sosok yang akan menjadi perantara yang dapat membantunya memperoleh closure yang selama ini ia butuhkan.
Film adaptasi yang setia namun eksploratif
Film 5 Cetimeters Per Second live action dapat dikatakan sebagai sebuah film adaptasi yang setia pada sumber aslinya. Namun tidak berhenti di “setia”, Yoshiyuki Okuyama sebagai sutradara menjaga versi ini tetap “nakal” dan berani untuk mengeksplorasi ceritanya lebih jauh dan lebih dalam.

Adaptasi karya Yoshiyuki tidak mengikuti animenya secara mentah pada semua scene. Film ini tetap mengambil beberapa scene ikonik dari animenya. Didukung dengan camera work yang sangat akurat dan terasa nostalgic, lalu dijahit dengan cerita baru yang tidak ada di versi animenya.
Alih-alih mendistorsi dan mengubah plot, cerita baru yang dibawa pada film ini justru menjawab banyak hal yang tidak terjelaskan di versi animenya. Ada tambahan dimensi emosional yang membuatnya menjadi terasa seperti extended version dari animenya.
Closure yang lebih jelas dan melengkapi
Selain itu, film ini juga menyuguhkan closure yang lebih memuaskan dibandingkan Episode 3 pada versi animenya yang singkat. Membuatnya lebih membebaskan penonton untuk memiliki interpretasi sendiri atas apa yang sebenarnya dirasakan oleh Takaki dan Akari.

Menonton versi live action ini justru memberikan pengalaman penuh setelah menyaksikan versi animenya yang menyayat hati dan menyisakan banyak pertanyaan yang menggantung. Hal tersebut membuat ini menjadi adaptasi yang tidak membosankan.
Tidak lupa pula untuk menyebutkan apiknya akting Nana Mori sebagai pemeran Kanae Sumida. Akting Nana Mori yang ekspresif dan “dalam” memberikan warna pada film ini sehingga menjadi lebih emosional.
Paket lengkap yang tidak bisa dipisahkan
Akan sulit untuk membuat komparasi langsung ke versi animenya untuk memberi penilaian konkret apakah live action ini lebih bagus atau lebih jelek. Keduanya seperti paket lengkap yang saling melengkapi dan saling mendukung satu sama lain. Namun menurut saya, ini adalah film yang layak untuk ditunggu karena mampu membayar jarak yang lama berlalu sejak versi animenya rilis.
Apakah mungkin untuk menonton live action ini tanpa menonton versi animenya terlebih dahulu? Tentu saja bisa. Karena film ini tetap memberikan konteks yang lengkap atas dinamika yang terjadi di hubungan Takaki dan Akari.
Namun tentu saja saya menyarankan untuk menonton versi animenya dari Makoto Shinkai terlebih dahulu untuk merasakan pengalaman penuh yang saya maksud sebelumnya. Film 5 Centimeters Per Second live action akan tayang serentak di bioskop di Indonesia pada tanggal 30 Januari 2026.




