REVIEW

Review The Running Man (2025): Adaptasi Tensi Tinggi Edgar Wright

3.5 / 5

Aksi

Reviewed by

poster film The Running Man

The Running Man kembali diadaptasi dengan membawa energi baru yang memesona. Membawakan kritikan tentang masyarakat yang terpaku pada layar kaca dalam balutan cerita penuh aksi dengan gaya meledak-ledak khas Edgar Wright. 

Sinopsis The Running Man

Ben Richard (Glen Powell) yang baru saja dipecat dari pekerjaan karena temperamennya yang meledak-ledak harus memutar otak untuk mendapatkan uang demi membeli obat bagi anaknya yang sedang sakit. Ia akhirnya memutuskan untuk mengikuti apa saja acara televisi yang menjanjikan hadiah besar. 

Glen Powell dalam film The Running Man
via Paramount Pictures

Meski berusaha untuk menghindari acara The Running Man yang sering memakan korban jiwa, dia terpaksa mengikuti The Running Man. Sebuah acara prime time yang dipimpin oleh produser bengis, Dan Killian (Josh Brolin) yang hanya mementingkan rating televisi.

Di acara yang dipimpin oleh pembawa acara Bobby T (Colman Domingo) tersebut, dia harus bersembunyi dari Hunter yang akan memburunya selama 30 hari. Bersama dua peserta lainnya, ia berusaha sekuat tenaga untuk melarikan diri dengan melakukan berbagai penyamaran.

Adaptasi baru yang enerjik

2025 jadi tahunnya Stephen King. Praktis ada tiga adaptasi novelnya yang tayang di layar lebar tahun ini. Dibuka dengan The Life of Chuck (rilis 2024, tapi diputar di sebagian bioskop tahun 2025), The Longest Walk (2025), dan ditutup dengan The Running Man

Edgar Wright dan Glen Powell memimpin iterasi terbaru film yang sempat meledak di era 80-an. Dirilis tahun ini, sejalan dengan tahun 2025 yang menjadi latar tahun ketika novel ini pertama kali dirilis oleh Stephen King (masih dengan nama samaran Richard Bachman) pada tahun 1982 silam.

Glen Powell dan Michael Cera
via Paramount Pictures

Ini merupakan adaptasi  film kedua setelah film yang disutradarai Paul Michael Glaser dan dibintangi Arnold Schwarzenegger dirilis pada 1987. Ada perubahan besar yang membuatnya tampak seperti dipasarkan untuk generasi baru.

Kalau urusan aksi yang high octane, Edgar Wright memang sudah paham caranya. Ia mereplikasi kembali ketegangan dan kritik sosial dalam energi baru. Kini dengan gaya thriller penuh aksi khas sutradara Hot Fuzz (2017) ini. 

Semakin mentereng karena ia tak bergantung pada CGI, namun lebih banyak menggunakan efek praktis. Memberikan kesan blockbuster pada film dari awal hingga akhir, memuaskan penonton dalam 133 menit durasinya.

Namun film ini masih berkutat pada masalah yang sudah cukup biasa: format plot yang sama. Seseorang tanpa latar belakang spionase atau bela diri mati-matian melarikan diri berdasarkan insting dan keinginan untuk bertemu keluarganya. Klise, tapi lumayan menjanjikan dengan eksekusi yang tepat.

Josh Brolin sebagai Dan Killian
via Paramount Pictures

Di sisi lain, semua cast berperan apik. Pengalaman bermain di Hit Man (2023) bikin Powell punya senjata khusus ‘menyamar’ jadi berbagai karakter di film ini. Karakter-karakter inilah yang menjadikan Richard-nya Powell lebih dinamis ketimbang versi Schwarzenegger.

Latar dan setnya menawan. Menghadirkan era futuristik namun tetap terasa ‘membumi’. Dan layaknya Baby Driver (2017), gabungan musik/soundtrack dan aksinya tentu bikin penonton terpaku diam di tempat duduknya. Menikmati cara cerdik Richard melarikan diri dari satu tempat ke tempat lainnya.

“Hati-hati dengan AI”

Diadaptasi dari novel dengan judul sama karya Stephen King, adaptasi pertama yang dibintangi Schwarzenegger disukai oleh mayoritas penonton dan mendapatkan titel film kultus. Sayangnya King mengungkapkan bahwa ia tidak menyukai adaptasi ini.

Edisi terbaru merupakan adaptasi yang diambil langsung dari sumber aslinya. Berbeda dari versi Schwarzenegger, keseluruhan plot dan ceritanya diambil langsung dari novel. Menyisakan sangat sedikit ruang untuk penonton yang sudah membaca bukunya mendapatkan narasi baru.

Namun menariknya, bagian akhirnya dibuat lebih “optimis”, meski tak serta merta mengurangi gaya thriller dan dystopia yang ditawarkan. Meski berbeda, Stephen King sendiri mengungkapkan bahwa ia menyetujui bagian akhir versi 2025 ini.

Pesannya masih sama, “Jangan percaya dengan apa yang kamu lihat di layar (sosial media)”. Pesan dan tema yang masih relevan sejak bukunya diterbitkan. Bahkan jadi lebih relevan dengan segala manipulasi diskursus dan AI menyebarkan berita-berita hoax yang tak bertanggungjawab.

Jika versi pertama merupakan kakak yang bengal dan tak tahu aturan, versi terbaru The Running Man adalah sang adik yang kocak, penuh semangat, tapi tetap pemberontak. Jika ini bukan selera para kritikus, Edgar masih menawarkan sebuah tonton menyenangkan bagi penonton umum.

poster The Running Man 2025

GENRE

Aksi

AKTOR

Glen Powell, Josh Brolin, Lee Pace

SUTRADARA

Edgar Wright

TANGGAL RILIS

14/11/2025

The Running Man

RATING

Facebook
X Platform
LinkedIn
WhatsApp
Threads

About Reviewer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *