Film Mickey 17 menghadirkan gaya satir berbalut komedi luar angkasa dari Bong Joon ho dan jadi film terbaru paska kemenangan besarnya dalam Parasite (2019). Gelap, kompleks dengan beragam isu yang disampaikan, tapi dibuat agak ringan namun tetap bikin penasaran dengan alur cerita yang akan terjadi selanjutnya.
Sinopsis film Mickey 17
Mickey (Robert Pattinson) yang dikejar-kejar rentenir mendaftarkan diri untuk menjadi Expendables, manusia percobaan untuk eksplorasi luar angkasa tubuhnya akan kembali di-print ketika ia meninggal. Dengan kata lain, ia bisa hidup dan mati berkali-kali.
Bersama dengan temannya, Timo (Steven Yeun), ia memulai kehidupan barunya di kapal yang dipimpin oleh politisi gagal, Kenneth Marshal (Mark Ruffalo) dan istrinya, Ylfa (Toni Collette). Termasuk bertemu dengan petugas keamanan pesawat, Nasha (Naomi Ackie) yang kemudian menjadi pacarnya.
Saat menelusuri planet Niflheim, Mickey 17 terjatuh di jurang dan ditemukan oleh makhluk planet yang disebut Creepers. Ketika kembali ke kamarnya, tak disangka dia menemukan bahwa ilmuwan di pesawat telah mencetak tubuh barunya, Mickey 18. Membuatnya sangat panik karena duplikasi merupakan sebuah kejahatan besar.
Satir luar angkasa
Setelah sukses besar dengan berbagai penghargaan bersama Parasite, Mickey 17 merupakan film fitur internasional ketiga Bong Joon Ho setelah Snowpiercer (2013) dan Okja (2017). Kali ini Bong menggandeng Robert Pattinson, salah satu fans Bong, yang terbilang sukses menjadi wajah sekaligus tumpuan film ini.
Ceritanya terbilang kompleks, sama seperti Parasite, dengan berbagai lapisan. Di permukaannya, film ini membahas kisah komedi Mickey yang mati berkali-kali, terkadang dengan cara yang konyol. Cara Bong memasukkan komedi di sela-sela cerita membuatnya terasa ringan di tengah beratnya plot yang diangkat.
Kisah satir luar angkasa ini berisikan deretan isu yang jadi ciri khas Bong; menggabungkan genre fantasi, kali ini fiksi ilmiah, dengan isu lingkungan. Mulai dari ketamakan manusia, perusakan alam, ketidakadilan kelas sampai dengan isu imigrasi tersaji. Yang paling kentara tentu bagaimana tubuh manusia hanya dijadikan komoditas dan diperlakukan seenaknya.
Gempuran isu sosial sayangnya dirusak oleh inkonsistensi antara paruh pertama dengan kedua yang cukup timpang. Mirip Parasite, bagian akhir lebih berserakan dan tak tertebak. Tenang saja, film ini masih tetap menyenangkan dan bikin penasaran sampai akhir.
Hanya saja tak elok membandingkan film ini dengan karya terakhir Bong yang memecahkan berbagai rekor penghargaan. Keduanya hadir dalam pesonanya masing-masing. Namun satu hal yang pasti, kedua film ini mengedepankan sudut pandang Bong dalam kisah satir kehidupan sosial dan politik yang carut marut.
Kapasitas akting Robert Pattinson
Bong Joon ho menjadi sutradara sekaligus menulis naskah film yang diadaptasi dari novel Mickey 7 karya Edward Ashton yang dirilis tahun 2022. Perbedaannya jelas terlihat dari judulnya, ada lebih banyak Mickey yang di-print di dalam film ini.
Dan memang, banyak kesempatan bagi Pattinson memperlihatkan kapasitasnya dalam menelusuri karakter yang berbeda. Terlebih betapa eloknya ia membedakan gaya bicara, pandangan, serta lekuk tubuh antara Mickey 17 dan 18 yang memang punya karakteristik yang bertolak belakang.
Mickey 17, yang jadi karakter utama di sebagian besar cerita adalah seorang pengecut, berbeda dari 18 yang agresif dan menyukai konfrontasi. Pattinson semakin memesona ketika kedua karakter tadi berbagi layar yang sama dalam CGI yang mulus dan terlihat nyata.
Karakter lainnya pun punya momennya tersendiri. Meski Timo (Yeun) terlihat kurang bersinar, baik Naomi, Mark, dan Toni jadi kepingan puzzle yang kokoh dalam keberlangsungan cerita. Apalagi Mark yang menggelegar di setiap scene dalam memerankan karakter villain perdananya.
Naskahnya solid, tapi terasa kurang padu. Namun sinematografi dan nuansanya berasa grande, ga ubahnya kayak film-film Bong sebelumnya. Ada sedikit nuansa yang sama, seperti tampilan bersalju yang mirip dengan Snowpiercer, dan makhluk Creeper seperti versi kecilnya dari monster di Okja.
Secara keseluruhan, Film Mickey 17 tetap menghadirkan daya tarik tema sekaligus plot ga ketebak khas Bong Joon ho. Sebuah usaha sinematik yang masih mengagumkan, meski tak sepadu Parasite. Namun, film ini membuktikan bahwa Bong masih punya ide-ide menarik untuk penonton yang butuh cerita orisinil dan beda dari film Hollywood kebanyakan.
One comment
[…] dibicarakan termasuk No Other Choice karya Park Chan-wook tanpa satu pun nominasi. Begitu pula Mickey 17 karya Bong Joon-ho menghilang dari Oscar tahun ini. Sementara untuk film Indonesia, Sore: Istri […]