Film Nosferatu jadi karya terbaru Robert Eggers setelah sukses dengan The Witch (2015) sebagai karya debutnya dan The Lighthouse (2019). Sebuah kisah horor klasik yang kembali diceritakan, tapi sayangnya masih belum memenuhi ekspektasi.
Sinopsis film Nosferatu
Di awal tahun 1800-an, Ellen muda merapal suatu mantra dan memohon kepada sesosok makhluk gaib untuk meredakan kesepiannya. Hingga ada sosok lain yang merespons permohonan tersebut dan merasukinya.
Ellen (Lily-Rose Depp) dewasa akhirnya menikah dengan Thomas (Nicholas Hoult), cinta sejatinya. Thomas yang bekerja di firma real estate yang ambisius pun rela mendatangi kastil milik Orlok (Bill Skarsgård) yang jauh demi upah besar yang dijanjikan oleh bosnya.
Dikenal sebagai Nosferatu, Orlok mencoba membunuh Thomas. Namun Thomas berhasil kabur. Nosferatu lalu pergi untuk menemui Ellen, dibantu oleh bos Thomas yang telah berjanji setia untuknya.
Remake horror dari aktor A-list
Robert Eggers, sutradara yang terkenal berkat karya-karya yang mengusung genre horror dan pengambilan gambar yang suram kembali dengan remake terbaru dari film horor klasik Nosferatu yang masih terkenal dan menjadi referensi horror hingga saat ini.
Sebagai sebuah karya yang digadang-gadang sebagai salah satu film horor terbaik tahun ini, (atau mungkin tahun lalu karena dirilis global Desember 2024), Nosferatu sayangnya masih belum bisa memenuhi ekspektasi saya.
Plot cerita yang standar menjadi penyebabnya. Mungkin keterbatasan remake dengan cerita yang sudah diketahui oleh banyak orang membuat Eggers harus berusaha keras untuk menggaet penonton ke dalam film.
Narasinya terasa lambat di awal. Meski menjelang akhir, ceritanya semakin menarik berkat intensitas tinggi dan klimaks yang menegangkan. Dengan durasi 132 menit, tentu pertaruhan ini akhirnya bisa diselesaikan dengan baik.
Sayangnya dengan deretan aktor A-list Hollywood juga kurang menambah daya dobrak film. Meski kualitas akting keseluruhan pemeran tak perlu diragukan lagi, tapi masih tertutupi oleh plot cerita dan tema klasik horor berlatarkan ghotic yang sama.
Bill Skarsgård muncul sebagai karakter yang patut diperbincangkan. Aktor yang sebelumnya juga sukses memerankan Pennywise the Clown dalam film It (2017) ini menjadi salah satu nyawa film ini dengan kemampuannya menghidupkan karakter Count Orlok/Nosferatu dengan sempurna.
Angkat gaya gothic klasik
Selain film orisinil yang dirilis tahun 1922, remake versi Eggers merupakan yang ketiga kalinya, setelah Nosferatu the Vampyre (1979) karya Werner Herzog dan versi yang kurang terkenal dari David Lee Fisher keluaran tahun 2023.
Sama seperti sebelumnya, Eggers mempertahankan nuansa klasik dengan latar abad ke-19. Desain wardrobe dan setting menghadirkan pengalaman menonton yang menawan. Bahkan film horor terniat ini masih mempertahankan gaya busana era awal 1800-an berdasarkan sejarahnya.
Visualnya memang megah. Seperti yang memang menjadi ciri khas dari Eggers. Tapi untuk sebuah film berwarna, intensitas warna gelap jauh menguasai keseluruhan cerita. Sangat berpengaruh untuk memberikan kesan gelap dan ghotic, tapi sayang saja bikin kenikmatan menontonnya menjadi berkurang.
Eggers sepertinya tak mau bertumpu pada teknologi untuk meningkatkan aura mistis dengan banyak menggunakan efek praktis nan tradisional. Tapi ada beberapa efek yang rasanya mengganggu keseruan menonton film ini.
Dengan semua hype yang datang, sayangnya film Nosferatu gagal melebihi ekspektasi. Tak buruk, tapi mungkin ada lebih banyak aspek yang seharusnya bisa membuat film ini bersinar dan menjadi karya klasik yang mampu melebihi film legendaris keluaran tahun 1979 maupun 1922.
Genre: Horor
Sutradara: Robert Eggers
Penulis Naskah: Robert Eggers
Pemeran: Nicholas Hoult, Lily-Rose Depp, Bill Skarsgård