Rob Savage, sutradara film Other Mommy sesumbar bahwa film ini punya 50 jumpscare. Jika biasanya film horor hanya punya 10-15 jumpscare, apakah benar lebih banyak jumpscare membuat film ini lebih seram dari horor lainnya?
Sinopsis film Other Mommy
Bela (Arabella Olivia Clark), gadis berusia delapan tahun yang tinggal bersama ibunya, Ursula (Jessica Chastain), dan ayahnya Russ (Jay Duplass). Di tengah hubungan Ursula dan Russ yang mulai retak, Bella ternyata punya rahasia: ada sosok misterius yang tinggal di rumah mereka dan ia panggil “ibu yang lain”.
Awalnya, kehadiran Other Mommy terlihat seperti teman imajiner yang dekat dengan Bela. Namun, sosok tersebut punya keinginan yang semakin mengganggu: ia terus meminta izin untuk masuk ke dalam hati Bela. Seiring waktu, permintaan itu berubah menjadi ancaman bagi anak tersebut dan keluarganya.
Masalahnya, makhluk ini tidak sekadar muncul sebagai sosok asing. Karena bisa menyerupai Ursula, keberadaannya membuat batas antara ibu yang sebenarnya dan entitas misterius itu semakin sulit dikenali. Bela dan kedua orang tuanya pun harus menghadapi teror yang perlahan mengusik kehidupan mereka di rumah sendiri.
Jumpscare setiap 2 menit
Rob Savage merupakan sutradara muda yang sudah memiliki tiga judul film horor sepanjang karirnya. Mulai dari Host (2020) hingga The Boogeyman (2023), semua filmnya berhubungan dengan entitas misterius dan supranatural.
Other Mommy melengkapi daftar karya Savage yang masih mengusung kehadiran sosok misterius. Kini di tengah keluarga Bela, premisnya mengandalkan kehadiran entitas asing yang menyerupai sang ibu dan perlahan menggerogoti keutuhan keluarga mereka.

Kekuatan utama film ini terletak pada konsep monsternya. Sosok yang meniru wajah ibu memberikan ancaman yang lebih personal daripada hantu yang sekadar muncul untuk menakut-nakuti. Rumah yang seharusnya menjadi tempat aman justru berubah menjadi sumber ketidakpastian, terutama bagi Bela yang masih bergantung pada orang tuanya.
Berbeda dari horor lainnya, Savage “mempertemukan” Ursula dan Russ dengan sosok misterius tersebut. Ketegangan dibangun dengan memperlihatkan bagaimana keluarga tersebut menghadapi sosok yang tiba-tiba muncul di rumah mereka.
Film ini turut dipromosikan sebagai salah satu film horor dengan jumpscare terbanyak, mencapai 50 adegan. Jumlah ini jauh lebih banyak dari standar film horor yang biasanya berada di bawah 15 adegan.

Tapi konsep ini sayangnya tak selalu berhasil diolah menjadi ketegangan yang efektif. Plotnya kerap berpindah dari satu kejadian menyeramkan ke adegan berikutnya tanpa memberikan cukup waktu bagi rasa takut untuk berkembang. Bahkan banyak momen yang punya potensi menakutkan terlewat begitu saja.
Dari sekian banyak adegan jumpscare yang ditawarkan, Other Mommy sebenarnya punya visual yang menarik. Savage terlihat lebih mengedepankan kuantitas ketimbang kualitas. Jumpscare di dalam film tidak cukup ditopang oleh pembangunan cerita dan suspense yang kuat.
Eksekusi busuk padahal konsepnya bagus
Other Mommy diadaptasi dari novel Incidents Around the House karya Josh Malerman yang juga menulis Bird Box (2018). Savage menggarap film ini dengan skenario yang ditulis Nathan Elston, serta diproduseri James Wan.
Di balik teror supranaturalnya, film ini membawa persoalan tentang rasa aman dan hubungan keluarga. Bela tumbuh di tengah keretakan rumah tangga, sementara Other Mommy menawarkan rasa nyaman yang kemudian berubah menjadi ancaman.

Jessica Chastain menjadi salah satu aspek yang paling menonjol. Memerankan Ursula sekaliguss entitas misterius tersebut, ia menghadirkan perbedaan jelas dalam ekspresi dan gerak tubuhnya. Terlebih senyumnya yang punya nuansa yang menakutkan.
Kekuatan akting dan performa para pemain belum cukup menutupi plot dan perkembangan cerita yang terasa terburu-buru. Dengan durasinya 93 menit, film ini terasa terlalu padat. Hanya saja pacing-nya berantakan, sehingga ada beberapa momen yang tak terasa bobot emosionalnya.
Walaupun punya premis dan konsep yang menarik, film Other Mommy terhalang oleh ceritanya yang terlalu formulatif ditambah sama eksekusinya yang tak konsisten. Jumpscare yang banyak tak membuat film ini serta merta jadi paling seram. Masih kalah seram dengan hantu Indo maupun Thailand yang bisa bikin kebayang terus sampai film habis diputar.


