Kontroversi Mushoku Tensei Season 3 kembali membuka perdebatan dan argumen lainnya yang selalu menaungi salah satu anime Summer 2026 populer ini. Baru dua episode tayang, isekai kontroversial ini sudah kembali jadi bahan perdebatan di kalangan penonton internasional karena ceritanya yang sangat dengan dengan perilaku pedofilia.Â
Sinopsis Mushoku Tensei: Jobless Reincarnation
Diadaptasi dari light novel karya Rifujin na Magonote, ceritanya tentang pria NEET berusia 34 tahun yang seumur hidupnya dirundung dan diremehkan orang-orang sekitarnya. Setelah tewas dalam kecelakaan saat mencoba berbuat baik, ia terbangun kembali di dunia lain sebagai bayi bernama Rudeus Greyrat.
Sama seperti anime isekai lainnya, pria tersebut masih memiliki ingatan kehidupan sebelumnya. Dibesarkan orang tua yang penyayang dan punya bakat sihir luar biasa, Rudeus bertekad menjalani hidup kedua yang lebih baik.
Musim ketiga melanjutkan babak baru dalam hidup Rudeus usai proses pemulihan panjang dari trauma kematian ayahnya yang mengejutkan di musim sebelumnya. Ceritanya membawa kembali karakter Eris yang sempat menghilang sejak akhir musim pertama.
Kontroversi yang Nggak Pernah Absen
Sejak debutnya di 2021, Mushoku Tensei memang dikenal sebagai salah satu isekai paling sukses sekaligus dipenuhi kontroversi. Sumber masalahnya konsisten dari musim ke musim: kritikus menilai serial ini nggak cukup tegas mengkritik perilaku Rudeus.
Meski di satu sisi tubuh fisiknya masih anak-anak, ia tetap memiliki jiwa dan pemikiran seorang on-on dewasa berusia 30-an. Rudeus diceritakan menunjukkan ketertarikan tak pantas terhadap karakter-karakter yang secara usia fisik masih anak-anak.
Sebagian penonton berargumen ini bagian dari arc penebusan dosa sang tokoh utama. Tapi kritik lain menilai cara serial ini menampilkan adegan-adegan tersebut justru melemahkan argumen itu. Mengingat potensi pedofilia yang tinggi menyebabkan banyak penggemar yang mulai meninggalkan anime ini.
Selain itu, Rudeus turut dibandingkan dengan Tengen Uzui, karakter Demon Slayer yang juga memiliki tiga istri. Banyak yang menyebutkan Rudeus menikahi mereka karena nafsu. Sementara Tengen memperlakukan istrinya dengan baik dan mengungkapkan betapa pentingnya kehidupan mereka masing-masing.Â
Sang Penulis Buka Suara
Kontroversi terbaru ini akhirnya sampai ke telinga Rifune, penulis novel ringannya. Lewat X, ia merespons santai dan mengaku selama ini memang cenderung mostly ignore komentar-komentar negatif, dan tetap akan menulis cerita sesuai visinya sendiri. Ia juga menyebut belum punya kendali atas keputusan lanjut-tidaknya Season 4.
Ironisnya, di balik kontroversi tersebut, kualitas produksi Studio Bind justru dipuji konsisten oleh kritikus yang sama. Animasinya dianggap solid, dan jalur cerita di luar elemen bermasalah itu ditulis dengan matang.
Season 3 ini disutradarai Ryosuke Shibuya, dengan desain karakter oleh Sanae Shimada dan Ryota Furukawa, serta musik garapan Yoshiaki Fujisawa. Ketiganya merupakan trio staf yang mengembangkan produksi anime ini sejak musim pertama.Â
Meski selalu dikuliti dengan berbagai kontroversi, Mushoku Tensei tetap mempertahankan popularitasnya. Baru dua episode tayang di Crunchyroll, Mushoku Tensei sudah menembus posisi keempat anime terpopuler di Crunchyroll, mengungguli judul-judul besar lain seperti Jujutsu Kaisen dan Solo Leveling.Â
Novel ringan aslinya sendiri sudah tamat sejak 2022, ditambah dengan seri epilog menyusul di 2023. Season 3 diperkirakan bakal jadi salah satu musim terakhir sebelum ceritanya benar-benar rampung.