REVIEW

Review Memburu Pemangsa (2026): Aksi-Horor-Crime yang Padu dari Sutradara Muda paling Prolific Indonesia

4 / 5

Horor

Reviewed by

poster Memburu Pemangsa 2026

Umay Shahab kembali dengan film terbarunya, Memburu Pemangsa. Menggabungkan horor dengan aksi dan latar investigasi ala crime yang menegangkan. Penuh dengan kritik tajam sekaligus cerita yang berasal dari rasa frustasi atas ketidakadilan yang sering terjadi di Indonesia.

Sinopsis film Memburu Pemangsa

Agnes (Laura Basuki), Cia (Prilly Latuconsina), Anya (Yasamin Jasem), dan Brina (Taskya Namya) adalah jurnalis yang ditugaskan untuk mencari tahu tentang kasus kriminal penculikan anak oleh kantor tempat mereka bekerja.

Brina memiliki kakak yang bekerja sebagai seorang polisi, Petra (Andri Mashadi). Karena investigasi kepolisian yang berjalan buntu, Petra mengajak Brina dan yang lainnya untuk menemukan sang predator anak (T Rifnu Wikana).

Didukung oleh Agnes yang memiliki kemampuan supranatural, mereka berempat mencari jejak sekaligus motif pelaku. Hingga akhirnya mereka mengetahui bahwa semua kejahatan dilakukan oleh predator karena ia memiliki perjanjian dengan iblis.

Eksplorasi genre baru bagi Umay

Umay memang jadi salah satu sutradara muda Tanah Air yang cukup prolific dalam beberapa tahun terakhir. Setelah menggarap drama dan fiksi ilmiah di Ketika Berhenti di Sini (2023) dan trauma di Perayaan Mati Rasa (2025), Memburu Pemangsa jadi tambahan yang pas untuk menunjukkan range penyutradaraan yang luas dari Umay.

Menggabungkan horor yang jadi primadona bagi bioskop Tanah Air dengan penceritaan ala crime investigasi, lengkap dengan kekuatan supranatural menjadikan film ini jadi salah satu karya yang fresh dari sineas muda Indonesia tahun ini.

Laura Basuki sebagai Agnes dan Prilly Lantuconsina sebagai Brina
via Sinemaku Pictures

Film ini juga punya beberapa adegan aksi yang menantang. Terlebih bagi aktor wanita yang memang lebih sering terlihat bermain peran melodrama, seperti Prilly maupun Laura Basuki. Koreografinya terasa pas, walaupun memang tak bisa dibandingkan dengan horor-aksi lainnya semisal Qodrat (2022). 

Umay menghadirkan nuansa yang lebih gelap ketimbang Qodrat, termasuk plot yang mengarah pada drama dan investigasi. Terlihat dari pemilihan palet adegan yang tampak seperti orang-orang yang berada di dalam masa berkabung. Sepadan dengan tema dan beratnya cerita yang dihadirkan.

Chemistry antar pemain terasa sampai ke layar. Tapi karakter sang predator sayangnya hanya jadi villain satu dimensi saja. Ia hanya jadi sosok penjahat yang diperlihatkan tanpa sisi positif dan bertindak sesuai dengan nafsunya saja.

adegan di film Memburu Pemangsa 2026
via Sinemaku Pictures

Penggunakan kamera dan sinematografinya cukup beragam dan patut diacungi jempol. Bahkan ada gambar ala-ala found footage yang menambah rasa seram dan kesan jurnalisme investigasi pada film ini. Meski memang beberapa penggunaan CGI di film ini tampak kurang maksimal.

Namun ada beberapa hal yang mengganggu dari plot, termasuk keterlibatan Agnes dan kawan-kawan yang jauh lebih besar ketimbang polisi. Apakah karena Umay sudah tidak percaya lagi dengan polisi di film ini?

Terinspirasi kisah nyata?

Memburu Pemangsa memang bukannya adaptasi novel maupun diambil dari hantu/legenda Tanah Air seperti kebanyakan film horor di bioskop. Dijelaskan di akhir cerita bahwa film ini terinspirasi dari kisah-kisah kekerasan anak yang terjadi di Indonesia.

Salah satu keunggulan film ini adalah ia bertindak sebagai representasi bagi beberapa kasus kejahatan yang ada di sekitar kita. Betapa banyaknya kasus menyangkut anak yang mungkin masih sering terjadi dan bahkan tidak menemukan jalan keluar yang memuaskan.

pemeran film Memburu Pemangsa 2026
via Sinemaku Pictures

Umay juga menggandeng Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dalam pengembangan cerita sekaligus membimbing para aktornya. Apalagi film ini masuk ke dalam kategori dewasa dan masuk ke dalam  rating D17 dari Lembaga Sensor Indonesia. Sehingga aktor muda yang turut bermain dalam film ini mendapatkan perlakukan khusus, termasuk naskah yang berbeda dari aktor dewasa.

Sutradara berusia 25 tahun ini mengungkapkan bahwa ini jadi pelampiasan atas hal-hal yang mengusiknya. Termasuk di dalamnya rasa frustasi atas ketidakadilan di Indonesia sekaligus kurangnya peran penegak keadilan dalam memberantas hal sudah menjadi tugas mereka.

Film Memburu Pemangsa jadi karya yang fresh dalam hal cerita, cross-genre yang penuh dengan momen-momen menegangkan yang cocok bagi penikmat horor Tanah Air. Menjadikan Umay sebagai salah satu sutradara muda yang kenal dengan pasar Indonesia tapi tetap berhasil mengembangkan karyanya sendiri.

poster film Memburu Pemangsa 2026

GENRE

Horor

AKTOR

Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Yasamin Jasem, danTaskya Namya

SUTRADARA

Umay Shahab

TANGGAL RILIS

24/09/2026

Memburu Pemangsa

RATING

Facebook
X Platform
LinkedIn
WhatsApp
Threads

About Reviewer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *