Destin Daniel Cretton membawa Spider-Man: Brand New Day ke dalam sisi emosional dan humanis dari sosok Peter Parker. Hidup penuh konsekuensi, dijejali oleh pergulatan batin dan emosinya membuat film ini jadi salah satu film Spider-Man paling down-to-earth di masa sekarang.
Sinopsis Spider-Man: Brand New Day
Empat tahun setelah mantra Dr. Strange yang membuat orang-orang lupa siapa itu Peter Parker, Peter (Tom Holland) menjalani hari-harinya sebagai Spider-Man. Terpisah dari dua sahabatnya, MJ (Zendaya) dan Ned (Jacob Batalon), ia masih mengikuti kehidupan mereka melalui media sosial.
Ia lebih sering berada di jalanan sebagai Spider-Man dan menjalin kedekatan dengan detektif DeWolff (Liza Colon-Zayas). Dan ketika ia berpatroli, sebuah tank tiba-tiba melaju kencang di perkotaan. Frank Castle (Jon Bernthal) ikut mengejarnya.
Tank tersebut menabrak Damage Control. Spider-Man menemukan bahwa orang yang berada di balik kemudi tank seperti sedang kesurupan. Hingga akhirnya ia tahu bahwa pelaku sebenarnya adalah sosok misterius yang punya kekuatan aneh (Sadie Sink).
Titik terendah Peter Parker
Destin bisa dibilang merupakan sutradara yang tepat untuk Brand New Day. Penceritaan dan pengarahan aksinya sudah teruji berkat Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings (2021), sedangkan dramanya semakin terasah paska Wonder Man (2026).
Film keempat lebih dramatis dan emosional ketimbang No Way Home. Destin memperlihatkan konsekuensi yang harus ditanggung Peter akibat masalahnya di film Spider-Man terlaris tersebut.
Memang, untuk membuat film Spider-Man yang bagus, harus ada kisah Peter Parker yang bagus. Film ini tidak hanya mengisahkan arc Peter sebagai Spider-Man, tapi juga menjelaskan bagaimana kesepiannya menjalani hidup tanpa keluarga dan sahabat.
Ceritanya yang condong ke arah sentimental jauh dari kata melodrama, tapi pasti relatable buat banyak orang. Bersama Steve Ditko, Stan Lee berharap menciptakan superhero yang dilihat oleh pembaca sebagai representasi diri merek sendiri. “Dia punya banyak masalah, dan dia melakukan berbagai kesalahan,” jelas Lee dalam sebuah wawancara.
Pendekatan ini digabungkan dengan camerawork yang mentereng dari sinematografer Brett Pawlakk. Termasuk homage bagi cover komik Spider-Man terdahulu yang memorable. Aksinya juga keren, karena Destin mengajak kerja sama stunt team dari Jackie Chan atau Sing Ga Ban.
Yang paling memesona tentu saja adegan Spider swing yang menurut kami terbaik dari keseluruhan film Spider-Man. Termasuk menggunakan POV Spidey, memperlihatkan bagaimana rasanya bergelantungan dari gedung ke gedung layaknya sedang bermain game.
Chemistry antar karakter yang humanis
Selain ceritanya yang solid, film ini juga diberkahi dengan chemistry antar karakter yang terasa sampai ke penonton. Selain pertemanan Tom dengan Zendaya dan Jacob yang sudah lebih 10 tahun, ia juga berperan dengan Jon Bernthal yang sudah lama dikenalnya.
Punisher jadi sosok mentor yang pas menggantikan Iron Man. Jika Stark mengajari semua hal tentang menjadi superhero, Frank menegaskan Peter untuk jujur dengan dirinya sendiri. Banter antara Frank dan Peter terasa seru, seperti melihat sosok dua sahabat dengan love-hate relationship tapi tetap saling percaya satu sama lainnya.
Karakter yang diperankan Sink mungkin sudah bukan rahasia lagi. Karakter sakral yang mungkin jadi sosok penting di MCU ke depannya. Dan pemilihan Sadie dengan segala emosi dan range acting yang dimilikinya menegaskan bahwa ia adalah sosok yang tepat.
Kehadiran Hulk sayangnya tak terlalu tereksplorasi dengan baik. Hanya muncul sebagai side character yang sebagian besar adegannya sudah lebih dulu dibocorkan pada trailer film. Tapi menarik untuk dilihat bagaimana Marvel akan mengembangkan karakter ini di dalam Avengers: Doomsday (2026).
Sedangkan post credit Brand New Day tak terlalu mengungkap apa yang terjadi bagi karakter Spider nanti. Teaser beberapa detik tersebut memancing penonton untuk penasaran terhadap siapa sebenarnya karakter yang akan muncul selanjutnya.
Spider-Man: Brand New Day mungkin tak bisa memuaskan penonton yang mencari kisah superhero penuh aksi. Tapi bagi penggemar Spider-Man, arc terbaru Peter Parker merupakan tombol reset yang dibutuhkan untuk melanjutkan kisahnya di semesta Marvel selanjutnya.