Anggi Umbara kembali dengan film horor terbarunya, 402 Rumah Sakit Angker Korea. Salah satu sajian film horor Indonesia di bulan Juli ini merupakan remake dari film Korea Selatan berjudul Gonjiam: Haunted Asylum (2018). Mulai dari judul dengan angka 402, lokasi yang tak kalah horor, serta legenda urban yang heboh di Korea, ada banyak fakta lainnya yang membuat ceritanya tambah seram.
Sinopsis 402 Rumah Sakit Angker Korea
Film ini mengikuti Para Pencari Hantu (PPH) berisikan tim konten kreator horor Juna (Arbani Yasiz), Bara (Elang El Gibran), dan Adit (Saputra Kori). Berambisi menembus 3 juta viewers saat live streaming, mereka nekat terbang ke Korea Selatan untuk menelusuri Rumah Sakit Yong Won. Mereka tertarik dengan bangunan terbengkalai yang dihindari warga lokal karena reputasi angkernya.
Supaya kontennya punya potensi lebih untuk viral, PPH mengajak duo Soul Sisters, Arum dan Yuri (Diandra Agatha dan Lea Ciarachel). Mereka juga mengajak pemandu lokal Dae Ho yang diperankan oleh konten kreator Korea Jang Hansol. Film ini merupakan debut film layar lebar dari YouTuber yang sempat tinggal di kota Malang.
Turut mengikuti rombongan tersebut ada pula Tyas (Aylena Fusil), mahasiswi skeptis yang justru trauma soal hal mistis. Alih-alih pakai ritual Korea, mereka nekat membawa boneka Jelangkung asli Indonesia dan merapalkan mantranya dalam bahasa Korea sebagai eksperimen lintas budaya yang berujung membangunkan ‘sesuatu’ di Ruang 402.
Mengambil Inspirasi dari Legenda Nyata
402 Rumah Sakit Angker Korea adalah remake resmi dari Gonjiam karya Jung Bum-shik. Semakin menyeramkan karena film aslinya juga terinspirasi dari tempat yang katanya nyata: Gonjiam Psychiatric Hospital di Gwangju, Gyeonggi-do. Rumah sakit jiwa ini tutup sejak akhir 1990-an dan sempat dinobatkan CNN Travel sebagai salah satu tempat paling menyeramkan di dunia pada 2012.
Tapi ternyata ada banyak fakta menarik yang tersimpan di dalam rumah sakit angker ini. Menurut penelusuran beberapa arsip sejarah, cerita horor seperti direktur gila, pasien dibunuh massal, sebagian besar cuma legenda yang membesar lewat acara TV Korea dan urban explorer, bukan fakta yang terdokumentasi.
Rumah sakit itu sendiri diyakini tutup karena alasan yang jauh lebih membumi: masalah ekonomi dan sanitasi. Bangunannya akhirnya dirobohkan pada Mei 2018, tak lama usai film aslinya rilis.
Sementara itu, nomor “402” di judul versi Indonesia ini bukan cuma gimmick. Di film orisinilnya, Ruang 402 digambarkan sebagai bekas ruang ICU tempat aktivitas paranormal paling intens terjadi. Remake Indonesia mempertahankan angka ini sebagai penghormatan langsung ke elemen paling ikonik dari film aslinya.
Lokasi Syuting Berbeda
Berbeda dengan film Indonesia yang seringkali menggunakan lokasi syuting sesuai dengan tempat aslinya, sayangnya film ini mengambil produksi jauh dari lokasi reruntuhan Gonjiam. Namun jangan salah, Arbani dkk masih melakukan syuting di rumah sakit terbengkalai di Korea.
Sama seperti seperti film original keluaran 2018, syutingnya juga bukan di lokasi asli. Kru produksi mengubah sekolah pelayaran di Busan yang tata ruangnya dikondisikan mirip denah rumah sakit sungguhan. Yah, hal ini tentu bisa dimaklumi mengingat tempat aslinya sudah tak ada lagi.
Tapi jangan ragu dengan totalitas dan kesan seramnya. Versi Indonesia pun membangun set rumah sakit terbengkalai sendiri demi mengejar atmosfer yang senyata mungkin. Terlebih para pemain “dilepas” sendirian di set tanpa kru demi mendapatkan reaksi panik yang otentik.
Bahkan film ini turut disetujui oleh Bum-shik. Sutradara yang terkenal berkat film-film horornya yang kelewat menyeramkan ini bahkan hadir langsung saat world premiere film ini di BIFAN 2026. Ia tak lupa memberikan tanggapan positif atas adaptasi Indonesianya.Â
Selain premiere di luar negeri, film ini juga sudah menggelar Gala Premiere di CGV Grand Indonesia pada 6 Juli 2026. Kamu bisa mengikuti bagaimana adaptasi versi Korea ke dalam horor Indonesia ini ketika 402 Rumah Sakit Angker Korea tayang serentak di bioskop Tanah Air mulai 9 Juli 2026.