Karl Urban jadi sosok sentral yang membuat film Mortal Kombat II menjadi jauh lebih dinamis ketimbang sebelumnya. Jadi salah satu game yang mempertimbangkan penggemar, berubah dari film aksi yang serius menjadi pop corn movie yang ringan dan menyenangkan.
Sinopsis film Mortal Kombat II
Berpuluh tahun lalu, Shao Kahn (Martyn Ford) datang ke Edenia yang mengalahkan raja mereka. Me Ia lalu mengangkat Kitana (Adeline Rudolph) kecil sebagai anak angkat. Kitana tumbuh menjadi petarung yang disegani di Outworld.
Johnny Cage (Karl Urban) aktor aksi dengan beragam film blockbuster masa lalu kini mencari nafkah dengan mengikuti berbagai konvensi pop culture. Namun Raiden (Tadanobu Asano) dan Sonya (Jessica McNamee) mengajaknya untuk bertarung melawan Shao Kahn.
Cage yang mengalami krisis kepercayaan diri menolak. Ia merasa bahwa ia hanyalah seorang aktor meski memiliki sabuk hitam karate. Namun ia tak bisa mengelak ketika ia diharuskan bertarung dengan Kitana dalam kompetisi Mortal Kombat.
Meledak di paruh kedua
Simon McQuoid sepertinya mendengarkan apa keluhan penggemar. Mengubah hal-hal yang bikin Mortal Kombat (2021) jadi kehilangan tajinya, sekuel ini dibuat bagaikan cut scene game yang penuh dengan duel antar karakter dengan Fatality dan Brutality tersaji di setiap pertarungan.
Kini dengan naskah dari Jeremy Slater, McQuoid membawa karakter yang lebih banyak dan cerita yang lebih ringan. Ada lebih banyak komedi diselipkan. Walaupun paruh pertama terasa kurang bertenaga, tapi sejam terakhir dipenuhi dengan aksi dan pace yang lebih cepat.
Karl Urban sebagai Johnny Cage memang jadi nyawa film ini. Kehadirannya bukan hanya sebagai aktor utama, tapi juga bertindak sebagai tulang punggung komedi dengan celetukan-celetukan one liner-nya. Menambah dinamika plot
Film ini sepertinya beralih dari drama aksi yang serius jadi lebih ringan. Termasuk penggunaan komedi meta yang pas dengan karakter Cage yang jadi seorang aktor. Tak terhitung berapa banyak referensi pop culture yang disebutkan, sebagian besar merupakan bagian dari IP milik Warner Bros.
Sama seperti film pertama, sebagian besar world building dan latarnya menggunakan CGI atau efek komputer. Ada banyak darah bertebaran, apalagi skills Fatality dan Brutality yang memang jadi ciri khas game ini tetap dipertahankan.
Selain musik soundtrack yang memorable, yang menarik adalah sinematografi dan pertarungan yang dibikin semirip mungkin dengan game. Highlight-nya tentu saja pertarung Liu Kang dan Kung Lao yang sudah di tease WB di akun YouTube mereka. Bikin merinding penggemar lama, terlebih jika ditonton di layar besar IMAX. *Chef kiss*.
Akankah jadi trilogi?
Mortal Kombat merupakan game yang pertama kali dikembangkan oleh Ed Boon dan John Tobias. Fun fact, karakter Noob Saibot yang diperankan oleh Joe Taslim kali ini merupakan kebalikan dari dua nama kreator tersebut, Boon dan Tobias.
Generasi millennial tentunya familiar dengan adaptasi pertama keluaran tahun 1995 dan sekuelnya Mortal Kombat: Annihilation di tahun 1997. Sementara reboot yang dirilis tahun 2021 mendapatkan review yang beragam.
Setelah banyaknya kritikan dari reviewer maupun penggemar, McQuiod menghadirkan sekuel yang lebih solid. Dengan cast yang masih sama, tone-nya berubah jadi lebih ringan. Menawarkan pop corn movie yang dinamis tapi tetap berusaha untuk menyenangkan penggemar.
Ada lebih banyak karakter yang muncul. Namun dua karakter kecintaan fans sayangnya memiliki screen time yang sedikit. Tapi Warner Bros sepertinya sudah mempersiapkan film ketiga, mempersiapkan karakter-karakter ini dalam pertarungan brutal selanjutnya.
Mortal Kombat II memang jauh lebih fun dan tegas dalam memosisikan dirinya sebagai sebuah popcorn movie. Mungkin tak disukai kritikus karena punya plot dan formulaic atau mudah ditebak, tapi setidaknya bisa menyenangkan penggemar baru maupun lama yang butuh hiburan ringan dari game yang disukainya.