Categories
Entertainment Gallery Komik

Mengenal Wolfsbane, Karakter LGBT Pertama Marvel di New Mutants

Salah satu film Marvel yang dikembangkan Fox, New Mutant, akan tayang tahun ini setelah beberapa kali mengalami penundaan. Menariknya, film ini dilaporkan akan menghadirkan karakter LGBT pertama Marvel ke layar lebar, seorang mutan bernama Wolfsbane yang diperankan oleh aktris Game of Thrones, Maisie Williams.

Banyak yang masih belum mengenal Wolfsbane. Tentu saja, karena karakter ini bukanlah superhero populer X-Men seperti Wolverine atau Cyclops. New Mutants juga akan memperkenalkan berbagai karakter baru yang bertujuan untuk melanjutkan popularitas X-Men versi Fox.

karakter LGBT pertama Marvel
via Marvel Comics

Karena itu, Josh Boone selaku sutradara menggaet Maisie Williams berkat ketenarannya dalam serial Game of Thrones. Tak hanya itu, karakteristik Maisie yang begitu sempurna untuk peran Wolfsbane membuat kartunis Marvel mengubah karakter buku komik terlihat seperti dirinya. Hal yang sama dengan Nick Fury setelah diperankan oleh Samuel L. Jackson.

Dilansir dari Screen Rant, laporan terbaru menyebutkan bahwa Boone telah mengubah karakter Wolfsbane, menjadikannya sebagai superhero LGBT pertama Marvel untuk layar lebar. Diprediksi menjadi kontroversi, namun kisah Rahne Sinclair sebagai Wolfsbane memperkuat perubahan karakteristik ini.

Latar belakang Wolfsbane

Rahne Sinclair adalah putri seorang menteri di Skotlandia, seorang fundamentalis bernama Pendeta Craig. Bukannya menjadi pendeta Kristen, dia adalah orang yang keras dan kasar. Diceritakan bagaimana Pendeta Craig sering memukuli Rahne.

Ketika Rahne menampakkan kekuatannya untuk pertama kalinya, sang Pendeta menganggapnya sebagai bukti sihir dan memimpin massa untuk membakarnya di tiang pancang. Untungnya, Rahne diselamatkan oleh teman baik Charles Xavier, Moira MacTaggert yang akhirnya mengadopsi Rahne ke dalam keluarganya sendiri.

karakter Wolfsbane Marvel
via Marvel Comics

Tampaknya ada semacam garis abu-abu antara mutan dan mistisisme dalam komik, khususnya Marvel. Faktanya, Marvel tak lama telah mengubah sebagian sejarah dalam versi komiknya. Dalam dunia Marvel, sejarah anti-penyihir, seperti tuduhan praktek sihir Valais di abad ke-15 hingga legenda Prancis, Beast of GĂ©vaudan, menjadi skema untuk memburu mutan.

BACA JUGA  Bos Marvel: Multiverse Akan Menjadi Evolusi Marvel Cinematic Universe

Seperti namanya, Wolfsbane memiliki kekuatan super yang mirip dengan lycanthropy, dimana dia bisa berubah bentuk menjadi serigala, atau Werewolf. Seiring watu, dia belajar bagaimana mengendalikan transformasinya, bahkan menghentikan perubahannya.

Kehidupan cinta Wolfsbane

Masa kecilnya membuat Rahne menjadi remaja yang pemalu dan tertutup. Dalam komik, Rahne digambarkan sebagai heteroseksual, dimana dia menyukai sesama New Mutants, Doug Ramsey. Namun kisah cintanya berakhir menjadi tradegi ketika Ramsey dibunuh di depan matanya.

Wolfsbane Marvel
via Marvel Comics

Bertahun-tahun kemudian, Rahne mulai menerima naluri binatang yang datang bersamaan dengan mutase tubuhnya. Hasilnya, dia memacari rekan satu timnya, Rictor. Bahkan naluri kebinatangannya tumbuh hingga membuatnya berubah menjadi serigala ketika sedang berhubungan seks.

Namun kekasih Wolfsbane yang paling populer bukanlah manusia. Rahne pernah berhubunan dengan pangeran serigala, Asgard Hrimhari. Kedua pertama kali bertemu ketika Rahne masih remaja. Beberapa dekade kemudian, mereka bertemua sekali lagi dan menjadi sepasang kekasih.

Rahne mengandung anak Hrimhari. Tetapi janin hibrida manusia dan serigala mengancam hidupnya. Karena itu, Hrimhari harus membuat sebuah perjanjian dengan Hela, Dewi Kematian Asgardian, untuk menyelamatkan kekasih dan anaknya. Kehamilan Wolfsbane jauh dari kata normal, bahkan dia melahirkan anaknya dengan cara memuntahkannya.

karakter Rahne Sinclair Wolfsbane
via Marvel Comics

Rahne terguncang karena sanga bayi lebih menyerupai serigala dibandingkan manusia. Pada awalnya dia menolak untuk mengakuinya sebagai anak. Tetapi kemudian menyadari bahwa semua itu karena trauma masa kecilnya. Dia akhirnya memberi nama sang anak Tier. Sayangnya sang anak mati dalam pertempuran.

Akhir tragis Wolfsbane

Kematian Tier membuat Wolfsbane menyerah pada instingnya yang lebih gelap. Dia pun menjadi anggota X-Force yang bertujuan untuk menyelamatkan mutan yang dipimpin oleh Cyclops. Sayangnya, berada dalam kelompok ini membawa Rahne bertemu sang ayah yang menjadi anggota dari sebuah kelompok konspirasi anti-mutan.

BACA JUGA  Marvel Konfirmasi Serial Superhero Muslim Pertama di Disney+

Pendeta Craig berusaha menggunakan Rahne sebagai senjata untuk melawan X-Men dengan mencuci otaknya. Tetapi tidak berhasil karena sifat hewannya mengambil alih tubuh Rahne, sehingga dia membunuh ayahnya sendiri. Ketika X-Force datang, mereka menemukan Rahne dengan pakaian berlumur darah, seperti telah memakan sang Pendeta. Namun Rahne tidak mengingat apa yang telah dilakukannya.

kematian Wolfsbane
via Marvel Comics

Wolfsbane akhirnya meninggalkan X-Men dan mencoba menjalani kehidupan normal. Tapi di suatu malam, ketika sedang berjalan-jalan di sebuah taman, dia dilecehkan oleh sekelomok pria muda. Rahne mulai kehilangan kontrol, menunjukkan taringnya selama sepersekian detik. Mereka pun memukuli Wolfsbane sampai mati.

“Kamu pikir kamu bisa menipu kami,” geram seorang. “Berhenti berpura-pura bahwa kau adalah gadis normal!” Dialog ini secara eksplisit mengubah kematian Rahne sebagai cerminan transphobia. Secara ironis mengungkapkan perjalanan Wolfsbane sebagai pahlawan super yang berada di dua alam.

Tentu saja, kematian dalam buku komik bisa diputarbalikkan. Khususnya untuk X-Men, ketika Charles Xavier baru-baru ini membangkitkan Wolfsbane. Di mana dia menjadi karakter penting dalam buku komik New Mutants yang baru dirilis Marvel Comics. Dan kehadirannya akan semakin menarik ketika dirumorkan sebagai karakter LGBT pertama Marvel di layar lebar.

Maisie Williams karakter LGBT pertama Marvel
via 20th Century Fox

Trailer terbaru New Mutants dilaporkan diperkenalkan pada 6 Januari menjelang rilis perdana di bioskop 3 April mendatang. Awalnya film ini dipersiapkan untuk penayangan Agustus 2017. Namun merger Disney dan Fox dikabarkan menjadi penyebabnya. Berbagai desas-desus yang menyebutkan film ini berada dalam ruang editing untuk menjadikannya lebih MCU-friendly.

By Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.

Leave a Reply