Review Wonder Woman 1984 (2020): Antara Kedamaian Dan Cinta

via. Warner Bros. Pictures

Setelah beberapa kali ditunda karena wabah covid-19, akhirnya pada 16 Desember 2020 film sekuel Wonder Woman yang berjudul Wonder Woman 1984 resmi ditayangkan di bioskop hampir seluruh dunia. Nah di sini kami akan mereview Film Wonder Woman 1984 (2020), selamat membaca.

Berlatar Tahun 1984

Kembali disutradarai Patty Jenkins yang sukses mengangkat seri sebelumnya menjadi salah satu film dengan sutradara wanita dengan pendapatan terbanyak di dunia, film ini menceritakan bagaimana sang pahlawan, Wonder Woman (diperankan Gal Gadot) hidup di era 80an (1984 sesuai judulnya).

Meski berlatar Amerika tahun 1984, sang sutradara tetap memulai cerita dari Themyscira, tanah asal Diana, di mana diperlihatkan bagaimana perjuangan Diana kecil untuk bisa menjadi seorang amazon honorable golden warriors. Perjuangannya ini akan memberikan moral story yang bersangkutan dengan akhir cerita film ini.

Diana kecil dalam Wonder Woman 1984
via. Warner Bros. Pictures

Sebagaimana pendahulunya, Superman dan Batman, Wonder Woman tetap digambarkan sebagai urban legend superhero. Ia beraksi menyelamatkan orang-orang dan menumpas kejahatan, namun tetap dengan identitas rahasia dan tanpa campur tangan polisi.

Di luar kehidupan pahlawan supernya, Diana menjadi kurator di sebuah museum. Seorang penyendiri dengan kisah cinta pilu yang akhirnya memiliki rekan kerja di museum tempatnya bekerja. Ialah profesor Barbara Minerva (Kristen Wiig), yang dikenalkan sebagai karakter anti-Diana. Hampir semua sifatnya bertolak belakang dengan Diana, tidak sempurna, tidak diacuhkan bahkan tidak bisa berjalan dengan baik menggunakan high heelsnya.

Kristen Wiig dan Diana dalam Wonder Woman 1984
via. Warner Bros. Pictures

Kembalinya Steve Trevor

Tapi semuanya berubah saat mereka bersentuhan dengan objek yang sedang diteliti Barbara. Penelitian Barbara ini pun berkaitan dengan kembalinya Steve Trevor dan juga menjadi incaran Maxwell Lord (Pedro Pascal) seorang pengusaha minyak yang terkenal di televisi.

Steve dan Diana dalam Wonder Woman 1984
via. Warner Bros. Pictures

Kurang DC

Itulah yang sekiranya dapat saya gambarkan untuk Wonder Woman 1984. Dengan boss fight yang kurang panjang yang biasanya di film DC pertarungan melawan musuh terasa dramatis dan sengit disertai kekuatan super dan pertarungan cepat, film ini terasa kurang menampilkan itu.

Mungkin karena penjahat utamanya adalah Maxwell Lord, yang notabene bukan tipikal petarung fisik. Pertarungan antara Wonder Woman dan Cheetah pun juga terasa agak kurang karena Diana terlihat terlalu superior.

Wonder Woman dalam Wonder Woman 1984
via. Warner Bros. Pictures

Di sisi lain, warna pop dari era 80an justru menghilangkan kesan gelap yang diemban oleh para pendahulunya di DC Universe. Di Wonder Woman 1984 ini, DC “menghidupkan lampu” dan suasana tidak terasa gelap atau suram.

Terlepas dari itu semua, film ini tetap menjadi tontonan menarik, apa lagi setelah hampir 9 bulan jagat perfilman terasa sepi, sound bioskop yang menggelegar digabungkan dengan soundtrack gubahan Hans Zimer untuk musik tema WW84 ini tentu membuat pengalaman nonton akan semakin asik.

Nah bagi kamu yang mau nonton Wonder Woman 1984, filmnya udah diputar dibioskop loh sejak 16 Desember 2020, ayo nonton ke bioskop tapi tetap patuhi protokol kesehatan, ya!

  • 70%
    Film Oke - 70%
70%

Summary

Berlatar tahun 1984, film ini berhasil menghilangkan kesan gelap film DC, meski bos fight terasa kurang, kisah cinta dan tentang bagaimana sang tokoh utama harus mengorbakan sesuatu dalam hidupnya tetap membuat film ini menarik untuk ditonton.

Review Overview
0.0

Description

User Rating: 0 ( 0 Votes )

Menulis apa yang ingin ditulis Contact [email protected]

Leave a Reply