poster film Thor Love & Thunder
Editor Choice, Film, Review

Review Thor: Love & Thunder (2022): Kisah Klasik Keindahan Cinta

Film Thor: Love & Thunder kembali membawa Taika Waititi sebagai sutradara di film keempat Thor yang lebih aneh dan di luar ekspektasi penggemar Marvel. Masih dibayarkan dengan ragam komedi dan musik rock, film ini tak ketinggalan sisi emosional dengan tema ‘cinta’ yang berbeda dari film Marvel lainnya.

Sinopsis Thor: Love & Thunder

Paska Ragnarok, Thor (Chris Hemsworth) berkelana dengan Korg (Taika Waititi) dan Guardian of the Galaxy. Tapi ia tak bisa meninggalkan rasa hampa yang ada pada dirinya. Sampai dengan suatu saat Sif (Jaimie Alexander) meminta pertolongannya.

Jane Foster dan Thor
via Marvel Studios

Ia sedang memburu pembunuh dewa-dewa bernama Gorr the God Butcher (Christian Bale). Bahkan Gorr sedang menuju Bumi untuk membunuh dewa dari bangsa Asgard. Thor lalu membawa Korg dan Sif ke New Asgard, tepat dimana Gorr datang menyerang.

Di tengah pertarungan, Mighty Thor a.k.a Jane Foster (Natalie Portman) muncul. Ia mengenakan kostum yang sama dengan Thor, bahkan membawa Mjolnir yang dianggap telah hancur berkeping-keping. Hubungan mantan kekasih antara Thor dan Jane akhirnya berlanjut di tengah pertarungan mereka menghadapi Gorr.

Kisah paska Ragnarok

Love & Thunder menandai kali keempat film solo dari Dewa Petir ini dirilis di MCU. Yang pertama kalinya untuk anggota Avengers awal. Menandai masih banyak cerita yang bisa dikembangkan dari dewa yang terkesan unik dan urakan ini.

Taika Waititi dan Chris Hemsworth tetap ‘bermain-main’ dalam mengembangkan karakter Thor Odinson. Kembali menghadirkan gaya penceritaan Taika yang penuh komedi absurd, tapi tak ketinggalan membawa unsur emosional dan tema yang lebih dewasa.

Thor dan Guardian of the Galaxy
via Marvel Studios

Jika Thor: Ragnarok (2017) merupakan kisah yang bombastis dengan segala aksi dan pertarungan menegangkan, kali ini Taika menurunkan tensi tinggi yang menjadi daya tarik di film ketiga. Pace yang bisa dibilang cukup pelan membangun cerita antara Thor, Jane, dan Gorr.

Durasi film ini pun tak sampai dua jam. Sedikit mengurangi keseruan cerita, tapi terasa pas dengan segala drama, aksi, komedi, dan narasi tentang pengembangan karakter Thor paska Ragnarok.

Dan bukan Taika x Thor jika tanpa musik yang mengesankan. Kini dengan full Guns N’ Roses, mulai dari Welcome to the Jungle, Paradise City, November Rain, sampai Sweet Child O’ Mine menghiasi kemunculan kedelapan Thor di MCU.

film Thor Love & Thunder
via Marvel Studios

Warna menjadi poin penting dalam keseluruhan cerita. Termasuk pembagian komedi di berbagai adegan. Ada beberapa bit komedi yang berulang kali diberikan, bahkan mungkin terasa membosankan. Tapi jika kamu sering menonton karya Taika Waititi, kemungkinan besar kamu bisa menerimanya.

Chemistry antara Thor dengan Jane dan Valkyrie semakin padu. Walau Valkyrie mendapatkan porsi yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan film sebelumnya. Dan Korg masih menelurkan komedi-komedi khas Taika yang receh di sepanjang film.

Tak bisa dipungkiri bagaimana Christian Bale sebagai Gorr adalah tambahan yang mengesankan. Gorr bukan hanya menjadi pelengkap yang datang dan pergi sebagai villain utama. Kehadirannya menghadirkan layer baru dari tema ‘cinta’ yang dibawakan.

Christian Bale sebagai Gorr the God Butcher
via Marvel Studios

Aktor sekelas Bale membawa dimensi baru dari villain Marvel yang seringkali dianggap tak memorable. Kisahnya diceritakan ketika film ini dimulai. Memberikan kedekatan dan kedalaman karakter guna membuatnya terasa lebih relatable dan dengan tindakan yang tak terlihat dipaksakan.

Segala hal tentang ‘cinta’

Thor: Love & Thunder bagaikan sebuah resolusi yang memperkenalkan perjalanan Thor ke arah yang sama sekali berbeda dibandingkan Ragnarok. Setelah kehilangan keluarga, planet, dan ditinggalkan oleh pasangannya, ia akhirnya menyendiri tanpa arah dan tujuan.

Bukannya Gorr sebagai villain utama, krisis identitas adalah pemicu konflik yang terjadi pada perjalanan Thor. Maka tak heran bila Taika menerjemahkan kisah baru Thor dengan segala kerentanan dan kelemahannya untuk mengenal dirinya sendiri.

Natalie Portman dan Chris Hemsworth di Thor Love & Thunder
via Marvel Studios

Taika membawa lebih banyak emosi dalam tema romantis antara Thor dan Jane. Mulai dari situasi canggung ketika mereka bertemu setelah delapan tahun berpisah hingga akhirnya mereka menyadari bahwa mereka masih sangat mencintai satu sama lainnya.

Satu penggerak lainnya dalam film ini adalah hubungan antara orang tua dengan anak sebagai pemicu segala tindakan Gorr. Seorang ayah yang rela melakukan apapun bagi anaknya. Serta bagaimana ia melampiaskan kehilangan dengan cara yang tak semestinya.

Yang membuat judul Love & Thunder bukan hanya tentang percintaan antara Thor dan Jane terungkap pada bagian akhir film ini. Dimana penonton akan menyadari bahwa judul yang digunakan merujuk pada karakter baru yang mungkin akan menghiasi MCU di Thor 5 (seharusnya, sih!).

Penurunan yang tak terelakkan

Bagi kamu yang menginginkan cerita yang spektakuler dan bombastis layaknya ‘keruntuhan Asgard’, sepertinya kamu bakal kecewa. Alih-alih membawa kisah Thor yang lebih besar, Taika menampilkan skala yang lebih kecil. Tentang bagaimana Thor diharuskan mengenal dirinya sendiri dan apa yang sebenarnya ia inginkan.

Thor
via Marvel Studios

Inilah yang mungkin membuat film ini terasa tak begitu mengesankan dibandingkan Ragnarok. Padahal dari segi tema, bagaimana Taika memadukan drama, komedi, dan aksi dalam satu kesatuan yang apik masih membuat Love & Thunder sebagai salah satu film Marvel yang menyenangkan.

Satu momen yang bisa dibilang sebagai salah satu highlight paling menawan dari film ini adalah ketika Thor mulai memimpin pasukan Asgardian kecil untuk melawan monster yang diciptakan Gorr. Sebuah sentuhan yang apik, menegaskan bagaimana Taika menggarap Love & Thunder bagaikan seorang anak yang ingin bersenang-senang.

Tapi di balik itu, terlihat bagaimana Taika ingin mereplika pertarungan yang menegangkan ketika tim Thor berhadapan dengan pasukan Hela di adegan akhir Thor: Ragnarok. Hanya saja dengan pasukan yang lebih lucu dan menggemaskan.

Chris Hemsworth sebagai Thor di film Thor: Love & Thunder
via Marvel Studios

Memang tak mudah mengembangkan cerita yang disukai semua orang. Apalagi dengan keberhasilan Ragnarok mengubah image Thor lebih komedik tapi tetap berkharisma. Dan film ini terasa seperti sebuah turunan yang mungkin tak bisa terelakkan.

Tapi di sisi lain, film Thor: Love & Thunder masih menyenangkan untuk sebuah film superhero Marvel. Menawarkan kisah komedi romantis pertama di MCU, kreativitas Taika tetap berbuah manis dalam menerangkan perjalanan romansa God of Thunder yang dalam dan menyentuh.

Genre: Drama, Aksi, Komedi

Sutradara: Taika Waititi

Penulis Naskah: Taika Waititi

Pemeran: Chris Hemsworth, Natalie Portman, Christian Bale,

Rekomendasi Film Terbaik
7/10

Summary

Tapi di sisi lain, film Thor: Love & Thunder masih menyenangkan untuk sebuah film superhero Marvel. Menawarkan kisah komedi romantis pertama di MCU, kreativitas Taika tetap berbuah manis dalam menerangkan perjalanan romansa God of Thunder yang dalam dan menyentuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *