kelompok Hawkins
Editor Choice, Review, Serial TV

Review Stranger Things Season 4 Volume 2 (2022): Epic Finale!

Kreator Matt dan Ross Duffer menunjukkan kemampuannya untuk menghadirkan Stranger Things Season 4 Volume 2 sebagai kisah kelompok remaja melawan kekuatan jahat yang meneror Hawkins dengan cerita yang lebih menegangkan dibalut aksi dan visual yang lebih epik.

Sinopsis Stranger Things Season 4 Volume 2

Steve (Joe Keery), Nancy (Natalia Dyer), Eddie (Joseph Quinn), dan Robin (Maya Hawke) yang kembali dari Upside Down memperingatkan kelompok yang tinggal bahwa Vecna (Jamie Campbell Bower) berencana untuk menghancurkan kota Hawking.

Mereka bersama Dustin (Gaten Matarazzo), Lucas (Caleb McLaughlin), dan Erica (Priah Ferguson) menyusun rencana untuk mengalahkan Vecna. Yaitu dengan menjadikan Max (Saddie Sink) sebagai umpan dan membunuh Vecna ia sedang menyerang Max.

Stranger Things Season 4 Volume 2
via Netflix

Di sisi lain, Mike (Finn Wolfhard), Will (Noah Schnapp), Jonathan (Charlie Heaton) bersama Argyle (Eduardo Franco) mencari cara untuk menyelamatkan Eleven (Millie Bobby Brown) yang sedang berusaha mendapatkan kembali kekuatannya.

Sementara di Rusia, Joyce (Winona Ryder) dan Murray (Brett Gelman) akhirnya bertemu dengan Jim Hopper (David Harbour). Mereka berusaha meninggalkan Kamchatka dan kembali ke Amerika dibantu oleh Dimitri (Tom Wlaschiha).

4 jam finale yang menegangkan

Masuk akal jika Duffer Brothers membutuhkan hampir empat jam untuk menutup musim keempat melalui dua episode akhir yang penuh kejutan, menegangkan, dan dengan ciri khas Stranger Things, membagi mereka dalam beberapa kelompok kecil.

Volume 2 langsung memperlihatkan kelanjutan cerita geng Hawkins, dimana Nancy dan Eleven sama-sama mengetahui bahwa Vecna adalah Henry Creel dan One, salah satu project pertama yang diteliti di laboratorium Hawkins. Twist yang menarik dan menjadi bagian dari plot utama musim kali ini.

Eleven dan Dr Martin
via Netflix

Episode 8 mengalir sepanjang 85 menit, sementara episode terakhir tak segan-segan membawa penonton menyusuri segala kekacauan yang terjadi di Hawkins, Rusia, dan California selama 140 menit.

Perpaduan antara drama yang emosional, pertarungan maupun aksi lainnya, serta berbagai jawaban yang disajikan memberikan tontonan yang menegangkan tapi tak terasa berantakan. Meski terbilang kompleks, tapi pergerakan narasi dari satu cerita ke cerita lainnya dibawakan dengan rapat dan padu.

Dengan cerita yang lebih besar, faktor pendukung tak kalah mengagumkan dalam mengiringi petualangan geng Hawkins ini. Ledakan yang lebih besar, lawan yang lebih tangguh, dan karakter yang lebih banyak seakan menjadi senjata baru yang membuat Stranger Things terus berkembang.

Millie Bobby Brown sebagai Eleven
via Netflix

Mengiringi segala peningkatan tersebut adalah visual menawan yang terpampang di dua episode ini. Begitu pula segala referensi tentang era 80-an yang tetap dipertahankan. Referensi mengenai Rambo, Ghostbuster, sampai dengan Hulk Hogan bisa ditemukan di sela-sela cerita.

Dan sebagai penutup dari dua episode final ini adalah momen dimana penonton harus bersiap untuk segala kemungkinan terburuk yang akan terjadi. Sebuah ‘pertaruhan’ yang tentunya meyakinkan kembali bagaimana Stranger Things adalah salah satu serial Netflix terbaik yang pernah ada.

Gaya khas Stranger Things

Stranger Things memang menjadi salah satu serial yang mengangkat Netflix sejak pertama kali dirilis pada tahun 2016. Semakin populer dengan narasi yang semakin besar, Duffer Brothers masih tetap mempertahankan segala kekuatan serial ini.

Mulai dari dialog yang ringan dan terkadang diiringi dengan komedi yang receh, setiap karakter mendapatkan porsi yang cukup berterima. Perpaduannya membuat musim keempat tak kalah menyenangkannya dibandingkan musim sebelumnya.

Max dan Lucas
via Netflix

Semakin banyaknya karakter yang bertumpuk di musim keempat menjadi daya tarik tersendiri yang dipergunakan dengan apik oleh Duffer Brothers. Membagi semuanya ke dalam tiga plot utama yang saling berkaitan, semuanya saling mendukung satu sama lain.

Walaupun memang kelompok Rusia tampak seperti filler dan seakan mencuri durasi dari dua plot yang lebih penting di California dan Hawkins. Tapi kehadiran Joyce dan Jim Hopper menawarkan cerita lain yang tak kalah menarik dari dua sejoli yang kembali bertemu ini.

Dimitry, Murray, Joyce, dan Jim Hopper
via Netflix

Sementara itu kelompok California memiliki misi mereka sendiri, menyelamatkan Eleven. Bukannya menjadi side dish, tapi ada banyak hal yang datang silih berganti dan menjadi poin penting dari perkembangan dari setiap karakter yang ada.

Kehadiran Argyle masih tetap memesona walaupun karakter pendatang baru ini tak memiliki banyak dialog. Begitu juga dengan chemistry antara Will dan Mike serta Will dengan Jonathan yang kembali menemukan alur yang telah lama hilang.

Geng Hawkins sebagai inti dari plot juga menunjukkan nuansa baru. Kisah romansa Lucas dan Max menyita perhatian, tapi kembalinya kisah antara Nancy dan Steve yang kandas di musim pertama masih menyenangkan untuk diikuti.

Robin, Steve, dan Eddie di Stranger Things Season 4 Volume 2
via Netflix

Dan Stranger Things sepertinya tak pernah salah memperkenalkan karakter baru yang memorable. Eddie Munson yang membawakan lagu Master of Puppets dari Metallica menghadang monster kelelawar di Upside Down merupakan salah satu momen terkeren di musim ini.

Semua tentang Will

Jika banyak yang menyebutkan bahwa karakter Will dalam beberapa episode atau di musim ini berkurang, Duffer Brothers dengan tegas memperlihatkan bahwa Stranger Things dari awal membagi karakter sama baiknya.

Yang pertama adalah memperlihatkan lebih jelas mengenai orientasi seksual Will yang seakan tak dikembangkan pada episode sebelumnya. Mengingat Volume 1 menunjukkan bagaimana Will bertindak aneh ketika ia melihat Mike berduaan dengan Eleven.

Satu adegan mengungkapkan bagaimana Will menganggap Mike bukan hanya sekadar sahabat sejati. Adegan yang mungkin muncul sekilas, tapi menjadi jawaban atas pernyataannya yang menganggap jika ia ‘berbeda’ dibandingkan teman-temannya.

Aegyle, Will, Mike, dan Jonathan di Stranger Things Season 4 Volume 2
via Netflix

Dan hal lainnya muncul pada menit-menit terakhir episode finale. Keterikatan Will dengan segala hal yang berhubungan dengan Upside Down sepertinya dikurangi di musim ketiga, maupun musim keempat dimana ia berada jauh dari Hawkins.

Tanpa mengungkapkan banyak spoiler, tapi ending yang cukup menghadirkan cliffhanger tersebut memperlihatkan bagaimana hubungan antara Will dan Upside Down masih menjadi salah satu bagian penting dari fokus plot Stranger Things di musim kelima, atau disebut sebagai musim terakhir dari serial ini.

Duffer Brothers tetap membawakan Stranger Things Season 4 Volume 2 dengan segala kekuatannya sebagai serial fiksi ilmiah yang menyenangkan sekaligus menegangkan. Lebih terasa seperti sebuah film horror mengingat durasinya, tapi terbayarkan dengan keseluruhan cerita, karakter dan visual yang lebih megah.

Genre: Aksi, Horor

Jumlah Episode: 2 Episode

Kreator: Duffer Brothers

Pemeran: Millie Bobby Brown, Finn Wolfhard, Gaten Matarazzo, Caleb McLaughlin, Noah Schnapp, Sadie Sink

Rekomendasi Seral TV
9/10

Summary

Duffer Brothers tetap membawakan Stranger Things Season 4 Volume 2 dengan segala kekuatannya sebagai serial fiksi ilmiah yang menyenangkan sekaligus menegangkan. Lebih terasa seperti sebuah film horror mengingat durasinya, tapi terbayarkan dengan keseluruhan cerita, karakter dan visual yang lebih megah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *