Argyle, Jonathan, Eleven, Will, dan Max
Review, Serial TV

Review Serial Stranger Things Season 4 Volume 1 (2022): Lebih Besar dan Kompleks

Dustin dan kawan-kawan kembali menghadapi makhluk dari Upside Down di Stranger Things Season 4 Volume 1. Bagian pertama dari musim terakhir Stranger Things membawa kembali ke Hawkins dan era 80-an. Sementara romantika 80-an jauh dikalahkan oleh nuansa horor yang menjadi pondasi kuat di musim keempat yang lebih kompleks. 

Sinopsis Stranger Things Season 4 Volume 1

Enam bulan berlalu, keluarga Byers memulai kehidupan baru mereka di California. Eleven (Millie Bobby Brown) atau sekarang dikenal dengan nama Jane dan Will (Noah Schnapp) memasuki SMA. Sementara Jonathan (Charlie Heaton) sedang menunggu surat untuk masuk ke universitas yang sama dengan Nancy (Natalia Dyer). 

Beralih ke Hawkins, Dustin (Gaten Matarazzo) dan Mike (Finn Wolfhard) juga memulai hidup baru mereka di SMA. Keduanya sama-sama masuk ke perkumpulan penyuka Dungeons & Dragons yang dipimpin oleh Eddie (Joe Quinn).

kelompok Hawkings dalam Stranger Things Season 4 Volume 1
via Netflix

Begitu juga Lucas (Caleb McLaughlin) yang masuk ke tim basket agar bisa lepas dari embel-embel nerd. Ia sudah putus dengan Max (Saddie Sink), dimana Max lebih sering menyendiri ketimbang bergabung dengan yang lainnya.

Steve (Joe Keery) dan Robin (Maya Hawke) melakukan pekerjaan sampingan sebagai kasir di sebuah toko peminjaman video. Melanjutkan kisah sebelumnya, Nancy akhirnya menjadi wartawan di koran lokal, Emerson.

Semuanya tampak berjalan normal sampai sebuah kematian dari murid Hawkins High menjadi perbincangan. Eddie dicurigai sebagai pembunuhnya. Tapi sebuah legenda memperlihatkan bagaimana mayat tersebut mirip dengan pembunuhan yang dilakukan Victor Creel di tahun 1959.

Season 4 = 4 arc

Layaknya promosi Netflix yang memperlihatkan empat bagian yang masing-masingnya diisi oleh setiap karakter, maka musim keempat memperlihatkan empat arc yang berbeda.

Cerita utama masih berada di Hawkins, dimana Dustin, Lucas, dan Sadie menjalani kehidupan SMA mereka. Mereka dikejutkan oleh pembunuhan yang kembali menimpa kota kecil tersebut.

Karakter yang berada di Hawkins sebagian besar merupakan karakter lama, seperti Steve, Robin, dan Nancy. Kemunculan Joe Quinn sebagai Eddie menambah dinamika kelompok orisinil yang semakin bertambah dewasa.

Eddie dalam Stranger Things Season 4 Volume 1
via Netflix

Sebagai “pusat badai”, kelompok Hawkins lebih fokus pada horor yang mereka jumpai ketika berurusan dengan Vecna. Dan dibandingkan musim sebelumnya, nuansa horor menjadi bagian penting dalam musim terakhir. 

Sementara itu, tim Rusia memperlihatkan Joyce dan Murray berpetualang ke Alaska dan berpindah ke Rusia untuk menyelamatkan Hopper yang sebelumnya dianggap mati ketika menghadapi Demogorgon.

Hopper ditahan di sebuah penjara milik Rusia menjalin hubungan dengan karakter baru, sipir penjara bernama Enzo. Dan praktis arc Rusia lebih condong ke dua bapak-bapak yang ingin kembali bertemu dengan anak-anak mereka. 

Joyce dan Murray
via Netflix

Tim California – Mike, Will, Jonathan, Argyle – juga memiliki aec yang menyenangkan. Bahkan dibandingkan arc utama Hawkins, California memiliki cast dan plot yang jauh memikat; diceritakan layaknya road movie gaya 80-an.

Apalagi kedatangan Argyle menghadirkan nuansa baru dengan karakteristiknya yang nyeleneh. Belum lagi arc ini menjadi penghubung antara Mike dan Will yang awalnya merupakan teman dekat di musim pertama. 

Tim California juga membawa satu karakter lama yang – walaupun muncul sebentar – tapi langsung menarik perhatian. Dialah Suzie, cewek ‘jenius bersertifikasi’ yang membantu Dustin dalam menyelamatkan dunia di musim ketiga

Argyle, Will, Mike, dan Jonathan di rumah Suzie
via Netflix

Dan yang terakhir tentu saja arc Eleven yang ingin mendapatkan kekuatannya kembali. Memang arc Eleven merupakan yang paling membosankan dibandingkan arc lainnya.

Namun yang membuat arc ini sangat penting adalah bagaimana Duffer Brothers menjawab berbagai pertanyaan mengenai Upside Down: apa hubungannya dengan kekuatan yang sebelumnya dipunyai oleh Eleven? 

Monster bernama trauma masa lalu

Sama seperti musim sebelumnya, karakter yang banyak dari serial ini membuat pembagian menjadi beberapa kelompok kecil sangat membantu untuk pengembangan cerita dalam satu plot utama. 

Jika diperhatikan, setiap arc fokus pada satu tema penting; yaitu bagaimana karakter diperlihatkan bertarung dan menghadapi trauma masa lalu yang mereka lalui.

Maya dan Nancy dalam Stranger Things Season 4 Volume 1
via Netflix

Kisah tentang trauma yang diberikan sangat beragam. Tapi benang merah yang masih dipertahankan adalah tentang bagaimana Stranger Things membahas tentang keluarga dan kehilangan orang yang berharga.

Trauma digambarkan layaknya ‘bayangan’ yang selalu mengikuti ke mana saja. Menjerat, mengikat dan menghantui setiap saat. Dan bahkan dihubungkan dengan halusinasi, mimpi buruk, dan menjauhkan dari teman-teman dan sahabat terdekat.

Dan di sela-sela mimpi buruk dan horor yang diberikan, serial ini tak ragu-ragu menyuruh setiap orang untuk bercerita kepada teman terdekat atau bahkan mencari pertolongan profesional.

Awal dari akhir yang menegangkan

Dibandingkan musim sebelumnya, jelas terlihat bagaimana Season 4 lebih menyeramkan dan menegangkan. Kelompok Hawkins masih menyenangkan. Begitu pula callback ke cerita sebelumnya untuk mengingatkan penonton tentang apa yang terjadi di tiga musim pertama. 

Cerita dan konsep masih khas Duffer Brothers, terbagi dalam beberapa sub plot untuk membuat penonton tetap penasaran dengan cerita yang ada. Konsep lama, tapi progresi plot mengalir cukup mulus.

Lucas, Max, Dustin, dan Erica
via Netflix

Musim terakhir mencuat menawarkan kisah yang lebih padat dan kompleks. Durasi panjang diperlakukan dengan baik untuk mengantarkan berbagai cerita yang saling terhubung. Hanya saja patut ditekankan bahwa setiap arc memiliki keunikan masing-masing.

Budget besar sepertinya menuai hasil. Terasa pada plot yang membesar dan kehadiran nama-nama baru memberikan penyegaran baru dari kekompakan karakter lama.

Gaya 80-an dengan palet kekuningan dipertahankan, tapi disandingkan dengan warna yang lebih gelap untuk mempertegas kesan horor. Dan fun fact, ada banyak adegan dimana setiap kelompok berada dalam satu frame yang estetik layaknya foto Instagram.

Steve, Eddie, Maya, dan Nancy
via Netflix

Yang sedikit mengganggu adalah karakter lama yang tumbuh enam tahun di dunia nyata – sementara hanya ada jarak 3 tahun dari musim pertama ke musim keempat – membuat mereka terlihat lebih dewasa dari karakter yang dimainkan.

Serial Stranger Things Season 4 Volume 1 lebih fresh dengan gaya horor yang lebih mencekam. Meski tak seindah pendahulunya, tapi musim keempat menghadirkan kembali nostalgia ke era 80-an yang selalu menjadi daya tarik dunia Stranger Things.

Genre: Aksi, Horor

Jumlah Episode: 7 Episode

Kreator: Duffer Brothers

Pemeran: Millie Bobby Brown, Finn Wolfhard, Gaten Matarazzo, Caleb McLaughlin, Noah Schnapp, Sadie Sink

Rekomendasi Serial TV
8/10

Summary

Serial Stranger Things Season 4 Volume 1 lebih fresh dengan gaya horor yang lebih mencekam. Meski tak seindah pendahulunya, tapi musim keempat menghadirkan kembali nostalgia ke era 80-an yang selalu menjadi daya tarik serial ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *