Review Film Playmobil: The Movie (2019): Lego tak Punya T-Rex Terbang!

Apa yang terjadi jika iklan berkedok film berdurasi 110 menit?

cover film Playmobil: The Movie

Selain bersaing dengan Lego sejak 1974 di ranah mainan anak-anak, Playmobil meluncurkan film keduanya, Playmobil: The Movie. Melihat kesuksesan Lego: The Movie serta beberapa spin-off, menggunakan film untuk media promosi memang menjanjikan. Tapi tentu saja harus dengan cerita yang menarik dan nostalgia bagi mereka yang pernah memainkannya.

Film Playmobil: The Movie menceritakan tentang Marla (Anya Taylor-Joy) dan adiknya Charlie (Gabriel Bateman) yang hidup berdua setelah kehilangan kedua orang tua mereka dalam sebuah kecelakaan. Marla yang berniat untuk keliling dunia harus mengubur mimpinya karena bekerja dan mengurus sang adik.

karakter dalam film Playmobil: The Movie
via Lionsgate

Hingga suatu ketika Charlie kabur dan menyelinap ke sebuah pameran Playmobil. Ketika ditemukan Marla, keduanya terhisap dalam dunia Playmobil. Charlie berubah menjadi Viking dengan jenggot, tatoan, dan kekuatannya melebihi Playmobil biasa. Charlie akhirnya diculik oleh Maximum yang mengumpulkan orang-orang kuat dari seluruh dunia Playmobil untuk bertanding di Colosseum.

Dan dimulailah petualangan Marla untuk menemukan adiknya. Dibantu oleh seorang pengendara truk hipster (Jim Gaffigan) yang memiliki banyak ‘koneksi’, keduanya melompat dari satu dunia ke dunia yang lain. Mulai dari bertempur dengan bangsa Viking, pra-sejarah, zaman koboi, modern, hingga berakhir di zaman Romawi kuno.

Untuk anak-anak

Seperti animasi yang menyasar penonton anak-anak pada umumnya, film Playmobil: The Movie masih menggunakan formula yang lama: dua orang kakak beradik tersesat di dunia yang baru mereka temui dan ketika salah satu diculik, yang lainnya berusaha membebaskan dibantu oleh teman-teman baru yang ditemui sepanjang perjalanan. Mudah dimengerti dan tak terlalu membingungkan.

karakter dalam film Playmobil
via Lionsgate

Cerita yang ditampilkan pun cukup ringan, dengan berbagai komedi slapstik dan jokes-jokes renyah yang membuat penonton tertawa meringis. Tak lupa ada banyak karakter-karakter lucu nan imut yang mampu membuat penonton, terlebih anak-anak, merasa gemas. Salah satunya robot (yang mungkin terinspirasi dari Wall-E) hingga dinosaurus bersayap mungil.

Secara garis besar, film ini sepertinya menunjukan bahwa petualangan bisa ditemukan di mana saja. Dua bersaudara menemukan bahwa kemampuan yang tidak ada batasnya dan hidup seharusnya dipenuhi dengan petualangan. Ya, seperti tema-tema yang sudah akrab di film-film animasi lainnya.

Dipenuhi ratusan karakter Playmobil

Selama 110 menit durasi, film ini menunjukan bagaimana kayanya dunia Playmobil dengan berbagai macam karakter yang ditampilkan. Di Salvo mengerahkan semua yang ada ke dalam layar, termasuk robot, jerami berwarna pink dengan kekuatan magis, serta ibu peri yang disuarakan oleh Meghan Trainor. Anak-anak tak pernah bosan dengan berbagai karakter baru yang menarik.

Anya Taylor-Joy tampil memukau. Dari awal ketika masih berupa manusia dengan sedikit musikal layaknya Les Misérables sampai akhirnya berubah kaku seperti boneka. Daniel Radcliffe juga menyumbangkan suaranya, meskipun kehadirannya seperti dipaksakan untuk promosi mobil baru Porsche. Hehe.

Rex Dasher oleh Daniel Radcliffe
via Lionsgate

No spoiler, tapi ada banyak keanehan yang tak terjawab dalam film ini. Jika Lego memperkenalkan karakternya dengan kekakuan yang sama dengan dunia nyata, kekakuan dalam film ini hanya terlihat pada menit-menit pertama perubahan Marla dan Charlie. Beberapa karakter pun terlihat sangat lentur, berbeda dengan versi aslinya yang kaku mirip Lego.

Meskipun keganjilan tersebut bukanlah pertanyaan bagi penonton anak-anak, tapi bagi penonton dewasa, ada banyak pertanyaan yang tidak terjawab. Bahkan, alasan perubahan keduanya tak terjelaskan hingga akhir cerita. Plot tampaknya dibuat sebagai alasan untuk memperkenalkan (dan mempromosikan) dunia Playmobil dengan karakter yang beragam.

Playmobil atau Lego

Bukan rahasia lagi jika Playmobil memiliki kemiripan versi dengan Lego. Jika ditarik ke masa lalu, Lego memang lebih dahulu diciptakan oleh Ole Kirk Christiansen. Bandingkan dengan Playmobil yang ‘baru’ diperkenalkan pada 1970-an oleh penemu asal Jerman, Hand Beck. Dan sejak itu, Playmobil hadir sebagai mainan yang memberikan berbagai referensi karakter di dunia nyata.

Marla dan ibu peri disuarakan Meghan Trainor
via Lionsgate

Bahkan, film ini menampilkan ratusan karakter yang bisa dimainkan. Inilah yang membedakannya dengan Lego, yaitu menghadirkan mainan yang realistis dan menghadirkan representasi senjata, kostum, dan peralatan yang akurat dari periode tertentu. Playmobil disegani dengan konstruksi detail terhadap setiap tema yang diangkat.

Berbeda dari Lego yang bisa membawa berbagai macam karakter luar dalam filmnya, Playmobil belum memiliki karakter yang kuat untuk membawa adaptasi keduanya ke layar lebar. Saat Lego membawa Superman dan seluruh anggota Justice League, Playmobil hanya membawa Rex Dasher, agen mata-mata beraksen Inggris yang disuarakan oleh Daniel Radcliffe.

Jika Lego memasarkan filmnya dengan tagline “jadi kreatif dengan Lego”, maka untuk Playmobil memasarkan filmnya dengan “berpetualang bersama Playmobil”. Karena sebagian besar inti dari film ini adalah bagaimana Playmobil memiliki berbagai macam karakter yang bisa dimainkan. Tapi kurang kuatnya cerita membuat pesan yang ditampilkan tak terlalu kentara.

Marla dalam film Playmobil: The Movie
via Lionsgate

Untuk sebuah film animasi yang menargetkan anak-anak, Playmobil: The Movie memang menarik dengan komedi dan cerita yang mudah dicerna. Namun masalahnya adalah alur yang seakan berlari tanpa henti, keinginan – entah sutradara atau pesan perusahaan –menghadirkan puluhan karakter yang datang dan pergi, serta cerita yang terburu-buru.

Film Playmobil: The Movie memiliki ambisi besar untuk memperkenalkan pada dunia keseruan memainkan mainan seperti Lego dalam film ini. Untuk urusan jualan, film ini bisa menjadi sebuah iklan yang menarik anak-anak. Dan sepertinya Playmobil memang lebih cocok untuk dinikmati oleh anak-anak dengan semua komedi dan cerita yang ditampilkan. 

Rating: 3/5

Genre: Comedy, Animasi

Sutradara: Lino DiSalvo

Penulis Naskah: Blaise Hemingway

Pemeran: Anya Taylor-JoyGabriel BatemanJim Gaffigan

Review
  • Review Film
3

Summary

Film Playmobil: The Movie memiliki ambisi besar untuk memperkenalkan pada dunia keseruan memainkan mainan seperti Lego dalam film ini, Untuk urusan jualan, film ini bisa menjadi sebuah iklan yang menarik anak-anak. Sayangnya, Playmobil memang lebih cocok untuk dinikmati oleh anak-anak dengan semua komedi dan cerita yang ditampilkan. 

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.