Categories
Film Review

Review Film Story of Dinda (2021): Orang yang Tepat di Waktu yang Salah

Kembali ke dunia Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI), film Story of Dinda: Second Chance of Happiness merupakan sisi lain dari cerita di Story of Kale: When Someone’s in Love (2020). Mengisahkan satu waktu yang sama, narasinya fokus pada sudut pandang Dinda yang masih diperankan oleh Aurelie Moeremans.

Film ini kembali mengisahkan hubungan antara Dinda (Aurelie Moeremans) dan Kale (Ardhito Pramono) yang sedang dilanda masalah. Di satu sisi, Dinda merasa tersiksa akan sikap Kale yang mudah cemburu dan over protective. Tapi di sisi lain, dia tidak bisa memutuskan Kale.

dinda dan pram
via Bioskop Online

Sampai pada satu saat dia bertemu dengan Pram (Abimana Aryasatya). Kagum dengan kesabaran dan sikap dewasa Pram, Dinda merasa nyaman.  Hal yang semakin jarang didapatkannya ketika bersama Kale. Kedekatan mereka pun semakin erat dan bersemi ketika Pram juga menemui masalah yang terjadi dengan pernikahannya.

Dari perspektif Dinda

Film ini mengambil latar yang sejalan dengan film Story of Kale. Menggunakan narasi dengan plot yang maju-mundur; mengungkapkan bagaimana hubungan Dinda dengan Kale, pertama kali Dinda bertemu dengan Pram, dan gejolak antara ketiga karakter tersebut.

Abimana Aryasatya sebagai Pram dalam film Story of Dinda
via Bioskop Online

Pram menjadi titik penting dari kegalauan Dinda. Abimana menghadirkan sosok Pram yang sabar, tenang, dan lebih dewasa. Berbanding terbalik dengan Kale yang pencemburu, tak sabaran, dan manja.

“Gestur kecil kamu noleh terus dengerin aku aja, impact-nya gede banget. Mungkin karena aku ngga pernah dapet itu dari Kale, kali ya.”

Dinda.

Film ini mengungkap apa yang terjadi dengan Dinda. Menjelaskan setiap tahap pergolakan hati Dinda hingga akhirnya membuat keputusan yang terkesan tiba-tiba di akhir Story of Kale. Tentang hubungannya dengan Pram dan ketika keduanya dipertemukan di waktu yang salah.

BACA JUGA  Memprediksi Rangkaian Film Marvel Fase 4
film Story of Dinda
via Bioskop Online

Durasi yang terbilang singkat dibandingkan kedua film sebelumnya membuat tak banyak cerita baru yang disampaikan. Kesulitan lainnya yaitu bagaimana Ginanti Rona selaku sutradara harus menggaet penonton dalam kisah yang sudah ditentukan akhirnya.

Tak sekuat Story of Kale

Sebagai film kedua dari spin-off film NKCTHI, Story of Dinda memang sering disebut sebagai spin-off dari sebuah spin-off. Padahal seperti yang disebutkan oleh Angga Dwimas Sasongko, ini adalah eksperimen Visinema Pictures dalam menghadirkan dua sudut pandang dalam kisah Kale dan Dinda.

film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini
via Visinema Pictures

Namun Story of Dinda terdistorsi semakin jauh dengan NKCTHI. Banyak karakter-karakter baru bermunculan yang tidak ada hubungannya dengan kisah awal Awan, Aurora, Angkasa, dan keluarga mereka. Apalagi praktis hanya Ardhito Pramono, pemeran asli dari NKCTHI yang turut membintangi film ini.

Story of Kale memang lebih dekat bagi penggemar NKCTHI. Karena menggambarkan apa yang terjadi pada karakter Kale sebelum bertemu dengan Awan. Kecuali jika memang dari awal Visinema mengungkapkan bahwa cerita tentang Kale dan Dinda akan dibagi menjadi dua film yang saling berkaitan.

Di satu sisi, film ini mengungkapkan bahwa setiap masalah tidak terjadi dengan sendirinya. Keputusan Dinda untuk mengakhiri hubungan dengan Kale merupakan puncak dari beban yang selama ini ia pendam.

Aurelie Moeremans dalam film Story of Dinda
via Bioskop Online

Tapi kisah Dinda seakan bertumpu pada karakter Kale untuk bisa hidup dengan durasi yang cukup terbatas. Mengulang fragmen-fragmen yang sebagian sudah tergambar di film sebelumnya. Bandingkan dengan Story of Kale yang masih tetap kokoh jika dilepas dari semesta NKCTHI.

Bagian kedua dari prolog NKCTHI

Film Story of Dinda terasa seperti berada di lingkaran terluar dalam kisah utama NKCTHI. Membuat keberadaannya menjadi samar. Membawakan kisah lain dari karakter utama di NKCTHI mungkin bisa menjadi pilihan untuk kelanjutan semesta kisah yang sarat arti kehidupan ini.

BACA JUGA  Review Anime Sing "Yesterday" for Me (2020): Pelan tapi Berbobot

Terasa seperti sebuah prolog yang diperuntukkan kepada stan Dinda; memperlihatkan bahwa tidak ada keputusan yang dibuat tiba-tiba. Terkadang ‘selingkuh’ terjadi karena ada orang yang tepat di waktu yang salah. Mewakili hati kebanyakan orang yang mungkin pernah merasakan hal yang sama.

Abimana Aryasatya sebagai Pram dan Aurelie Moeremans sebagai Dinda
via Bioskop Online

Film Story of Dinda: Second Chance of Happiness menjelaskan motif dan apa yang tersembunyi dari sosok Dinda yang terkesan misterius di film pertama. Tapi terkadang sebagian misteri sebaiknya tetap menjadi misteri untuk bisa dinikmati.

Film ini sudah bisa kamu tonton di platform Bioskop Online langsung di laman website mereka atau mengunduh aplikasinya bagi pengguna iOS maupun Android. Sebelumnya, tiket pre-order dibanderol Rp 20 ribu. Sedangkan harga tiket Story of Dinda saat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp 25 ribu.

Genre: Drama

Sutradara: Ginanti Rona

Penulis: Marchella F.P.

Pemeran: Aurélie Moeremans, Abimana Aryasatya, Ardhito Pramono

Rekomendasi Film
6/10

Summary

Film Story of Dinda: Second Chance of Happiness menjelaskan motif dan apa yang tersembunyi dari sosok Dinda yang terkesan misterius di film pertama. Tapi terkadang sebagian misteri sebaiknya menjadi misteri untuk bisa dinikmati.

By Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.

Leave a Reply