Categories
Film Review

Review Film Selesai (2021): Narasi Keluarga di Tengah Pandemi

Film Selesai merupakan kali kedua Tompi bertindak di belakang layar setelah mengepalai Pretty Boys (2019). Mengambil tema yang lebih serius dibandingkan film pertamanya, gambar yang sinematik dan keselarasan tone dengan suasana menjadi ciri khas Tompi yang kembali ditampilkan dalam film berdurasi 82 menit ini.

Mengambil latar keluarga menengah di kala pandemi COVID-19, film ini menceritakan kehidupan Broto (Gading Marten) dan Ayu (Ariel Tatum) yang sedang mengalami masa jenuh dalam kehidupan suami istri mereka. Hanya tinggal berdua, mereka hanya ditemani Yani (Tika Pangabean), pembantu rumah tangga yang baru saja dipekerjakan..

still film Selesai
via Bioskop Online

Konflik bermula ketika Ayu membeberkan perselingkuhan Broto dengan Anya (Anya Geraldine) setelah menemukan celana dalam dengan nama Anya. Meminta perceraian dan siap lari dari rumah, di saat yang bersamaan sang ibu (Soemarini Soerjosoemarno) yang datang ke rumah mereka memaksa Ayu mengurungkan niatnya.

Intrik dan penuh rahasia

Mengusung tema perselingkuhan, film Selesai terasa lebih kompleks dan kelam dibandingkan Pretty Boys. Gading dan Ariel memerankan pasangan yang sama-sama sudah jenuh dan mencari pelarian dari hubungan mereka. Jika Broto mengencani wanita lain, maka Ayu menggunakan vibrator yang terlihat pada adegan awal film.

Ariel Tatum
via Bioskop Online

Berlatarkan drama, ada nuansa humor terasa berkat karakter Yani. Komedi situasi berupa percakapan dan celetukan yang dilontarkan Yani maupun Broto terasa renyah untuk sekadar pelepas tawa, meningkatkan ritme plot yang dibuat pelan dan cerita yang bisa dibilang dewasa.

Tapi Selesai bukan hanya masalah drama dan komedi. Tompi menyematkan berbagai twist maupun patahan demi patahan untuk mengiringi dinamika plot yang dirajut satu per satu. Setidaknya merangkul penonton tetap setia mendengarkan kisah pertengkaran Ayu dan Broto yang semakin memanas.

BACA JUGA  Review Film Good Boys (2019): Komedi Nakal, Tapi Penting untuk Orang Tua
Ariel Tatum dalam film Selesai
via Bioskop Online

Deretan cast yang sedikit tapi semuanya mendapatkan alur narasinya masing-masing. Setiap karakter hadir dengan setiap konfliknya, menggambarkan bagaimana setiap orang memiliki masalah mereka masing-masing, yang entah selesai baik-baik atau tak jarang berakhir tragis.

Sayang hanya ada sedikit ruang eksplorasi di bagian akhir. Padahal rahasia demi rahasia sudah dibongkar untuk membangun tensi tinggi, tapi teredam oleh penyelesaian yang khas Indonesia; kekeluargaan. Menyisakan third act yang tidak terlalu kuat untuk sebuah klimaks, jika tidak dibilang anti-klimaks.

Gading Marten dan Ariel Tatum dalam film Selesai
via Bioskop Online

Melengkapi gaya khas Dr. Tompi yang memang dikenal sebagai penyuka fotografi, banyak rangkaian ragam adegan yang sinematik tersaji memanjakan mata. Dari latar, pengadeganan, hingga blocking dibuat seharmonis mungkin agar sedap dipandang. 

Palet warna membawa ruh Indonesia di tahun 90-an. Cahaya matahari yang perlahan masuk ke dalam ruang tengah menerangkan suasana, memberikan secercah harapan bahwa masalah yang ada bisa dilalui. Semakin jauh, tone dibuat semakin gelap demi kepentingan suasana dan emosi.

Ada sekelumit adegan bersifat eksposisi di akhir, puncak dari semua twist yang terhidang sebagai santapan akhir. Dijelaskan sendiri oleh Tompi sebagai ruang imajinasi bagi penonton menerka apa yang sebenarnya terjadi terhadap keluarga Broto, dan terkhusus kepada Ayu.

Narasi di kala pandemi

Tema keluarga digabungkan dengan situasi di era pandemi menjadi poin penting dalam kisah drama yang sedikit dibarengi komedi ini. Setiap masalah, baik keluarga maupun pandemi, akan semakin berantakan ketika tidak diselesaikan dengan baik. Belum lagi sekelumit kritikan akan realita saat ini; kejenuhan, pekerjaan yang hilang, dan hubungan yang berantakan.

Seperti yang disampaikan oleh sosok ibu yang mengetahui ada masalah di keluarga Broto dan Ayu. Namun lebih memilih untuk tetap diam. Mengira bahwa itu adalah masalah kecil dan dengan mudah selesai. Tapi tanpa penanganan yang baik, semua masalah bisa terbengkalai dan menjadi lebih besar.

BACA JUGA  Rekomendasi Film Bertema Musik Terbaik di World's Music Day
Gading Marten sebagai Broto
via Bioskop Online

Sepintas kritik sosial bisa dirasakan di tengah geliat drama dan komedi. Bagaimana karantina atau yang lebih baru dikenal sebagai penyekatan atau PPKM Level 4, apalah namanya, sangat mempengaruhi keberlangsungan masyarakat. Stress dan ketakutan, ketidakjelasan akan peraturan, hingga pekerja-pekerja yang kehilangan pekerjaan.

Di sisi lain, film Selesai menghadirkan tema perselingkuhan dari perspektif yang berbeda; bagaimana hubungan lain datang karena kejenuhan yang tercipta dari masalah demi masalah yang ada. Merunutkan puncak semua kemelut yang terkumpul dan akhirnya meledak di kala pandemi.

Plot tersusun rapi dalam mengangkat isu penting dalam pernikahan, layaknya Marriage Story (2019), tapi dengan kearifan lokal. Mengambil pendekatan realistis untuk sebuah drama bertemakan keluarga, sembari merombak norma yang seringkali berbenturan; apakah kehadiran orang ketiga penyebab rusaknya hubungan yang memang sudah renggang dari awalnya atau hadir sebagai juru selamat demi ketenangan jiwa?

Gading dan Anya
via Bioskop Online

Meski tak jarang pula Tompi “menyuapi” penonton dari hubungan sebab-akibat melalui beberapa scene yang sebenarnya tak perlu. Sesuai dengan keinginan Tompi yang memang suka dengan detail kecil. Walau beberapa detail rupanya luput di editing akhir. Semisal suara berserakkan ketika karakter Ibu dan Ayu berpelukan, atau clip on Broto yang jelas terlihat di balik bajunya.

Tapi dalam berbagai aspek, Selesai menawarkan eksekusi yang baik di tengah keterbatasan yang muncul akibat pandemi. Jauh dari kata sempurna, elemen-elemen di dalam film terangkum apik untuk menghadirkan narasi yang meski formulatif, tapi hadir merepresentasikan realita.

Film Selesai membawa tema permasalahan keluarga di masa pandemi dengan alur cerita yang dewasa. Lengkap dengan penataan gambar yang memesona dan palet kelabu untuk suasana haru, sayangnya terpeleset oleh detail yang tumpah ruah maupun klimaks yang terasa kurang “nendang”.

BACA JUGA  Review Film Jolt (2021): Hanya Percikan Lalu Padam

Genre: Drama

Sutradara: Tompi

Penulis Naskah: Imam Darto

Pemain: Ariel Tatum, Gading Marten, Anya Geraldine

Rekomendasi Film
7/10

Summary

 Film Selesai membawa tema permasalahan keluarga di masa pandemi dengan alur cerita yang dewasa. Lengkap dengan penataan gambar yang memesona dan palet kelabu untuk suasana haru, tapi terpeleset oleh detail dan klimaks yang kurang “nendang”.

By Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.

Leave a Reply