Review Film Ready or Not (2019): Malam Pertama yang Berdarah-Darah

Apakah pernikahan benar semengerikan ini?

cover film Ready or Not

Film Ready or Not menggambarkan ikrar pernikahan “sampai maut memisahkan” menjadi lebih serius dan tak terduga: semua kejadian dalam film ini terjadi pada malam pertama pernikahan. Jika alasan tersebut belum cukup untuk menonton film ini, coba bayangkan seri thriller berdarah-darah yang dibungkus dengan dark comedy dimana adegan pembunuhan bisa membuat penonton tertawa.

Seperti yang sudah diungkapkan pada trailer film Ready or Not, Samara Weaving memerankan Grace, seorang wanita yang dahulu diasuh oleh orang tua angkat, dan akan menikah dengan Alex Le Domas, anak dari keluarga Le Domas yang memiliki kekuasaan dari dinasti perusahaan pembuat mainan kartu.

review film ready or not indonesia
via Fox Searchlight Pictures

Pernikahan berlangsung khidmat, meskipun sang Bibi Helene selalu melihat Grace dengan pandangan sinis. Masalahnya, Crazy Rich Le Domas memiliki tradisi untuk menyambut keluarga baru: mereka harus bermain permainan pilihan dari sebuah kotak kartu. Sayang bagi Grace, dia mendapatkan permainan petak umpet.

Permainan dilakukan di dalam rumah keluarga Le Domas yang mengerikan dengan berbagai Lorong rahasia. Cerita semakin menegangkan ketika Grace menyadari permainan petak umpet tersebut bukan hanya untuk menemukan, tetapi membunuhnya, Bagaimana Grace menghindari dari keluarga psycho tersebut?

Premis lama, dikemas dengan apik

Jika dilihat sekilas, film ini hanya menjelaskan bagaimana sebuah keluarga yang memburu satu orang di rumah mereka sendiri. Dengan pengetahuan mereka tentang seluk beluk rumah dan bantuan CCTV, tentu memburu satu orang bukanlah pekerjaan yang sulit. Lalu, dimana keseruannya?

keluarga Le Domas dalam film Ready or Not
via Fox Searchlight Pictures

Yang membedakan Ready or Not dengan film horor lainnya adalah eksekusi dari duo Matt Bettinelli-Olpin dan Tyler Gillet. Menyelipkan berbagai unsur pendukung lainnya, seperti tema keluarga dan keinginan untuk bertahan hidup, serta tak lupa dark komedi yang muncul tanpa diduga-duga. Membuat penonton menertawakan penderitaan atau kematian orang lain seperti ketika nonton film Cold Pursuit. Mau ketawa, tapi takut dosa.

Tema keluarga lama vs keluarga baru juga patut diacungi jempol. Ada banyak pertentangan yang terjadi sepanjang cerita, yaitu apakah sang karakter akan memilih keluarga baru atau kembali pada keluarga lama yang sudah membesarkan dan mengasihi sedari kecil.

Karakter dengan masalahnya sendiri

Menggunakan tema keluarga dan uang untuk menyampaikan cerita, ada banyak yang bisa dilihat dari bagaimana keluarga Le Domas mengerahkan segala cara untuk membunuh Grace, dan usaha Grace untuk bertahan hidup.

Adam Brody di film Ready or Not
via Fox Searchlight Pictures

Pertentangan batin antar karakter juga terjadi dari awal hingga akhir. Mengangkat dua ketakutan terbesar manusia: uang dan kematian, penonton dibawa pada jalan pikiran para “penjahat”. Semua orang dari keluarga Le Domas pun memiliki masalahnya sendiri. Dan cerita dibuat lebih kaya dengan mengungkapkan kembali masa lalu semua karakter.

Samara Weaving berhasil memerankan sosok wanita kuat yang berjuang demi mempertahankan hidupnya dengan berbagai cara. Berbeda dengan karakter wanita lainnya yang polos, karakter Grace menunjukan keinginannya yang kuat setelah kehidupan berat yang pernah dilaluinya.

Samara Weaving film Ready or Not
via Fox Searchlight Pictures

Satu fakta yang menarik dari karakter Grace adalah kostum yang ia kenakan; hanya satu kostum pengantin berwarna putih. Tapi perubahan kostum menjadi bagian dari perubahan karakter Grace. Indah di awal, semua masalah dan pembunuhan yang dialami Grace membuat baju pengantinnya lusuh, terkoyak-koyak dan berdarah-darah.

Alur yang menarik

Apresiasi patut diberikan pada Guy Busick dan R. Christopher Murphy, penulis naskah yang merangkai alur yang menyenangkan untuk diikuti. Tidak hanya memberikan kengerian dari berbagai karakter di dalam cerita – termasuk anak kecil bersenjata api – ada banyak adegan lucu yang tersaji. Meskipun sebagian terjadi ketika penonton – tanpa sadar – menertawakan kematian orang lain.

keluarga Le Domas
via Fox Searchlight Pictures

Jangan lupakan kengerian serta unsur gore yang diberikan. Walaupun entah bagaimana, pemeran utama pasti beruntung kabur dari berbagai percobaan pembunuhan dalam menit-menit awal hingga pertengahan cerita. Dan perasaan deg-degan pun akan menyelimuti mulai dari pertengahan hingga penonton dibuat menduga-duga apa yang terjadi pada karakter selanjutnya.

Dan bukan thriller namanya jika tak menghadirkan twist yang tak diduga-duga. Ada beberapa perubahan alur yang terjadi yang sangat tak disangka-sangka. Dan nantinya – no spoiler – Ready or Not akan menghadirkan salah satu ending paling berdarah. Setidaknya dalam beberapa tahun belakangan.

Tapi sekali lagi, pastikan untuk tidak membawa anggota keluarga yang masih belum cukup umur untuk menonton film ini. Diisi dengan banyak adegan penuh darah, pembunuhan, serta kata-kata kasar yang tersebar dari menit pertama hingga kredit akhir dipasang. Atau harus menunggu KPI untuk menyensor adegan-adegan dalam film agar bisa ditonton seluruh keluarga?

Samara Weaving sebagai Grace
via Fox Searchlight Pictures

Secara keseluruhan, film Ready or Not sangat menghibur ditengah pembunuhan absurd dan penuh dengan mayat bergelimpangan. Cerita yang padat bertabur komedi yang tak diduga-duga menjadi salah satu alasan menonton film ini. Bisa dibilang, Ready or Not merupakan salah satu film horor terbaik tahun ini.

Rating: 4/5

Genre: Horor, Thriller, Komedi

Sutradara: Matt Bettinelli-OlpinTyler Gillett

Penulis Naskah: Guy Busick, Ryan Murphy

Pemeran: Samara WeavingAdam BrodyMark O’Brien

Review
  • Review Film
4

Summary

Film Ready or Not menggambarkan ikrar pernikahan “sampai maut memisahkan” menjadi lebih serius dan tak terduga: semua kejadian dalam film ini terjadi pada malam pertama pernikahan. Jika alasan tersebut belum cukup untuk menonton film ini, coba bayangkan seri thriller berdarah-darah yang dibungkus dengan komedi, dimana adegan pembunuhan bisa membuat penonton tertawa.

Sending
User Review
( votes)

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.