Review Film Godzilla: King of the Monsters (2019): Dari Penggemar untuk Penggemar

Manusia? Minggir. Epic battle dari Kaiju melawan Kaiju.

review film godzilla king monsters indonesia

Film Godzilla: King of the Monsters adalah film yang menunjukkan apa yang terjadi jika seorang sutradara membuat film yang disenanginya. Dengan Michael Dougherty selaku sutradara yang seorang penggemar Godzilla dari kecil, jelas sekali King of the Monster dibuat dengan hati-hati dan bertujuan untuk memuaskan semua penggemar Godzilla di seluruh dunia.

Seperti judulnya, semua berfokus pada Godzilla dan Kaiju lainnya. Ken Watanabe, Millie Bobby Brown, Vera Farmiga, dan Kyle Chandler hanya berperan sebagai pelengkap dalam film ini. Dengan lebih banyak menampilkan kaiju daripada manusia, bagi penggemar Godzilla tentu ini adalah salah satu film terbaik yang bisa diberikan Hollywood hingga saat ini.

review film Godzilla: King of the Monster
via Legendary Pictures

Cerita film Godzilla: King of the Monsters melanjutkan apa yang terjadi setelah Godzilla (2014). Dr. Emma Russel yang kehilangan anak laki-lakinya pada kemunculan Godzilla akhirnya berhasil membuat sebuah alat untuk berkomunikasi dengan para Kaiju. Dr. Emma dan anaknya pun diculik oleh sekelompok teroris yang ingin menghidupkan kembali para Kaiju untuk mengembalikan lingkungan yang sudah korup oleh manusia.

Epic Battle of Titans

Berbeda dengan pendahulunya, akan ada lebih banyak Kaiju yang hadir selama 132 menit film ini. Pada versi orisinil tahun 1954, Godzilla hanya muncul di layar selama sekitar delapan menit. Iterasi tahun 2014 juga hanya menampilkan sekitar delapan menit. Dan kali ini, penonton akan lebih fokus pada pertarungan epik antar Kaiju yang lebih lama.

ulasan film Godzilla melawan Ghidorah
via Legendary Pictures

Di sepanjang durasi film, adegan pertarungan akan memenuhi plot dengan berbagai penjelasan tentang masa lalu para Titans yang pernah menguasai dunia. Film ini akan menampilkan Godzilla dan Kaiju lainnya saling bertarung dan merusak kota yang sudah dibangun peradaban manusia. Tagline-nya: let them fight! menunjukan bagaimana sang penguasa kembali menuju tahtanya.

Pertarungan antar Kaiju akan berlangsung dengan sangat khidmat. Merepresentasikan dengan jelas dan nyata bagaimana seharusnya Hollywood membawa pertarungan monster, yang terlihat ‘cupu’ namun menyenangkan untuk dilihat seperti versi Jepangnya, menjadi sangar dan megah. Dengan berbagai efek CGI dan yang memesona, Godzilla mendapatkan film yang layak untuknya.

review film Godzilla: King of the Monsters indonesia
via Legendary Pictures

Untungnya, perkelahian dibuat sangat jelas dan memanjakan mata. Walaupun terdapat beberapa adegan yang sulit diikuti. Berbeda dengan versi 2014 dimana sebagian besar pertarungan terjadi dalam gelap malam. Dengan Michael Dougherty yang menjadi penggemar berat Godzilla sejak masa kanak-kanak, memang Godzilla mendapatkan apa yang ia butuhkan untuk penggemarnya di seluruh dunia.

Musik dan Adegan yang Mendukung

Tak ada pertarungan yang mendebarkan tanpa musik yang menghentak. Dan film Godzilla: King of the Monsters menunjukan bagaimana pilihan musik yang baik akan menimbulkan nuansa yang diperlukan untuk membangun cerita. Bear McCeary selaku penata musik memadukan berbagai musik, mulai dari dentuman menegangkan dan menakutkan hingga musik opera nan megah.

review Godzilla: King of the Monsters
via Legendary Pictures

Namun menariknya, Bear McCeary memberikan sedikit kejutan-kejutan di tengah yang bertahan tanpa akhir. Ini berguna untuk mengembalikan fokus penonton yang mungkin sempat tertidur pada pertengahan film. Bisa dibilang, King of the Monsters adalah film yang tidak membiarkan penontonnya tertidur di bioskop.

Fokus pada Titans

Bahkan dari segi cerita dan plot, film ini menyoroti semua yang terjadi pada Kaiju. Entah itu Godzilla, Ghidorah, Mothra, Rodan, atau Kaiju lainnnya. Sedangkan tindakan karakter manusia seringkali tidak masuk akal. Manusia seolah hanya hadir untuk memberi jalan pada cerita yang akhirnya mempertemukan Godzilla dengan Kaiju lainnya. Tentu saja, karena ini berjudul “King of the Monsters,” bukan “King of the Human”.

review film Godzilla bahasa indonesia
via Legendary Pictures

Film Godzilla: King of the Monsters menunjukan bagaimana kedahsyatan para Kaiju ketika menyerang kota-kota dengan CGI yang sepenuhnya terealisasi apik. Ada keajaiban dan kedahsyatan para Titans yang tidak ada dalam versi Hollywood lainnya. Dan sama seperti CGI yang menawan dari Detective Pikachu, CGI dalam film ini dibuat serealistis mungkin.

Dengan kualitas CGI yang mulus berbagai adegan yang berfokus pada Kaiju sangat spektakuler. Mulai dari kebangkitan hingga pertarungan antar Kaiju menyuguhkan pemandangan yang indah dan mengesankan. Ada banyak scene yang bisa dijadikan wallpaper untuk penggemar Kaiju dari awal hingga akhir.

Cerita yang Biasa

Tentu saja, sebuah cerita tidak bisa berbuat banyak tanpa mengandalkan narasi yang menarik dan merangkul penonton masuk ke dalam plot yang sedang berjalan. Apakah karena cerita yang langsung dibuat berat dari awal, babak kedua terasa sulit untuk diikuti. Kecuali jika kalian seorang otaku sejati yang telah mengikuti narasi Godzilla sebelum menonton film ini.

pemeran manusia dalam Godzilla
via Legendary Pictures

Karakter manusia terlihat seperti bidak catur. Motivasi yang tidak jelas, dangkal, dan terkesan tidak dapat dipercaya. Plotnya memang termasuk menarik, tetapi berbeda dengan edisi 2014 yang masih mengandalkan karakter manusia, film ini hanya membuat manusia sebagai “figuran” sementara film fokus pada pertarungan Kaiju.

Dari awal hingga akhir, cerita yang disajikan terbilang biasa dan mudah ditebak. Mungkin karena memang ditujukan untuk penonton berusia 13 tahun ke atas. Beberapa adegan pun terasa dipaksakan dan membingungkan seperti plot hole.

via Legendary Pictures

Secara keseluruhan, film Godzilla: King of the Monsters memberikan tayangan yang bisa dinikmati oleh penggemar Godzilla dengan CGI apik. Dibuat dari penggemar untuk penggemar, cerita lebih berfokus pada perjalanan Kaiju. Bagi yang ingin melihat pertarungan monster yang megah dan mewah, film ini bisa menjadi pilihan.

Rating: 3.5/5


Genre: Action, Thriller

Sutradara: Michael Dougherty

Penulis: Michael DoughertyZach Shields

Bintang: Kyle ChandlerVera FarmigaMillie Bobby Brown

Review Overview
  • Epic!
3.5

Kesimpulan

Secara keseluruhan, Godzilla: King of the Monsters memberikan tayangan yang bisa dinikmati oleh penggemar Godzilla dengan CGI apik. Dibuat dari penggemar untuk penggemar, cerita dibuat berfokus pada perjalanan Kaiju. Bagi yang ingin melihat pertarungan monster dengan megah dan mewah, film ini bisa menjadi pilihan.

Sending
User Review
( votes)
Share

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.