poster Arini by Love Inc
Film, Review

Review Film Arini by Love Inc (2022): Alih Genre yang Terasa Hambar

Film Arini by Love Inc bisa dibilang adalah gebrakan baru dari Visinema Pictures sebagai spin off dari Love for Sale (2018) dan sekuelnya Love for Sale 2 (2019). Masih membawa Della Dartyan sebagai pemeran utama, Visinema menggaet Ardianto Sinaga di bangku sutradara dengan perubahan drastis menjadi film bergenre thriller fiksi ilmiah.

Sinopsis film Arini by Love Inc

Kali ini fokus pada kisah Arini (Della Dartyan), perempuan yang menjadi agen untuk perusahaan penyedia jasa kontak jodoh di sebuah startup bernama Love inc. Perusahaan inilah yang sebelumnya digunakan oleh Richard (Gading Marten) dan Ican (Adipati Dolken).

film Arini by Love Inc
via Bioskop Online

Film ini menampilkan kembali flashback di mana Arini pertama kali melamar sebagai agen di Love Inc dengan persyaratan pekerjaan: waktu dan pikiran Arini akan dimiliki oleh perusahaan. Ia harus melakukan apa yang dibutuhkan untuk menyenangkan hati klien.

Kembali setelah melaksanakan pekerjaannya, Arini dihampiri oleh Tiara (Kelly Tandiono) yang mengungkapkan bahwa mereka telah lama mengenal satu sama lain. Ia pun mengungkapkan bagaimana mereka dicuci otak dan dihapus ingatannya oleh Love Inc. Mereka akhirnya membuat rencana untuk melarikan diri dan kembali ke kehidupan mereka sebelumnya.

Beralih ke genre thriller fiksi ilmiah

Sebagian besar spin off memang menceritakan sebuah karya dalam sudut pandang yang berbeda. Namun berbeda dengan film ini, Arini by Love Inc mengalami perubahan yang sangat drastis. Mulai dari tone yang ditawarkan hingga keseluruhan genre film dibandingkan edisi sebelumnya.

Baik Love for Sale maupun Love for Sale 2 sama-sama menawarkan cerita yang sendu namun masih terikat dalam unsur romansa percintaan dari Arini dan kliennya. Tapi di film ini, Visinema mengubah haluan keseluruhan film dengan menghadirkan kisah yang mencekam dan menyentuh genre fiksi ilmiah.

Arini dan Tiara
via Bioskop Online

Love inc bukanlah perusahaan pencari jodoh biasa. Karena semua agen yang bekerja, seperti Arini, dicuci otak demi kepentingan perusahaan. Semua agen mendapatkan berbagai pembelajaran, seperti bagaimana menyenangkan klien dan berkomunikasi untuk memberikan yang terbaik bagi klien.

Bukan hanya itu, Ardianto juga memasukkan gaya thriller yang memperlihatkan bagaimana Arini dan Tiara bekerja sama untuk melarikan diri dari Love Inc. Walaupun secara keseluruhan kesan thriller bisa dibilang tak terlalu mengena, melupakan bagian yang seharusnya ‘menegangkan’ untuk membuat film terasa lebih dinamis.

Tak ada kesan intens yang seharusnya terasa ketika Tiara dan Arini menyusun rencana pelarian diri mereka. Apalagi film ini dibawakan dengan pace yang terkesan lambat. Pergolakan narasi masih dipapah hingga lebih dari setengah film. Tapi kurang memuncak di penghujung cerita.

Della Dartyan sebagai Arini dan Marissa Anita sebagai Diana
via Bioskop Online

Di satu sisi plot berjalan datar, tapi di adegan lainnya terasa melompat-lompat dan cukup membingungkan. Tak sedikit bagian yang mungkin membuat penonton mengernyitkan dahi, terkesan tak logis dan akhirnya berlalu tanpa dijelaskan lebih lanjut.

Tapi bagi penggemar film pertama dan kedua, perubahan genre yang sangat drastis menghadirkan nuansa baru. Sedangkan perpaduan warna dan tone gemerlap yang menjadi ciri khas dua film sebelumnya terasa masih dipertahankan.

Menggali tentang Love Inc

Dan setelah dua film berlalu, penonton akhirnya mengenal lebih jauh mengenai karakter Arini yang kembali diperankan oleh Della Dartyan. Mengingat di film pertama, Arini langsung menghilang ketika Richard akan melamarnya. Begitu pula ketika ia melarikan diri di pagi buta untuk menghindari Ican dan ibunya.

Karakter Arini yang sebelumnya misterius mendapatkan lebih banyak emosi dan latar belakang. Mulai dari alasannya bergabung dengan Love Inc, serta apa yang ia rasakan atas hubungannya dengan kliennya.

Della Dartyan sebagai Arini
via Bioskop Online

Tak sulit untuk menemukan beberapa persamaan yang terjadi antara film ini dengan The Handmaid’s Tale, novel karya Margaret Atwood maupun versi serial yang ditayangkan pada platform Hulu sejak 2017 lalu.

Keduanya sama-sama merupakan sebuah penyedia jasa yang berhubungan dengan percintaan, walaupun versi Handmaid’s Tale dibuat lebih vulgar. Di film ini, karakter utama mencoba untuk keluar dari tempat yang mengekang mereka hak asasi mereka.

Hanya saja masih banyak pertanyaan yang tak terjawab meski credit roll sudah berputar. Salah satunya yaitu latar belakang dari perusahaan Love Inc, termasuk siapa yang berada di balik perusahaan tersebut, serta apa yang sebenarnya dicari oleh perusahaan yang menawarkan pelayanan kontak jodoh?

review film Arini by Love Inc 2022
via Bioskop Online

Meski memperlihatkan apa yang sebenarnya terjadi pada Arini, tapi film ini tak terasa bebas ketika bermain dalam genre baru. Seakan-akan dikejar waktu tanpa bisa memadatkan cerita dan plot yang tersedia. Padahal masih banyak yang bisa dieksplor dari kisah Arini hingga semua hal mengenai Love Inc.

Film Arini by Love Inc menandai keberanian Visinema mengubah 180 derajat kisah Arini dari dua film sebelumnya. Dibuat inklusif dan (mencoba) mencekam, sayang plot dan pengembangan karakternya terasa hambar. Merusak premis yang sudah dibuat misterius dan mendebarkan.

Genre: Thriller

Sutradara: Adrianto Sinaga

Penulis: Adrianto Sinaga , Widia Arifianti

Pemeran: Della Dartyan, Kelly Tandiono, Marissa Anita

Rekomendasi Film
6/10

Summary

Film Arini by Love Inc menandai keberanian Visinema mengubah 180 derajat kisah Arini dari dua film sebelumnya. Dibuat inklusif dan (mencoba) mencekam, sayang plot dan pengembangan karakternya terasa hambar. Merusak premis yang sudah dibuat misterius dan mendebarkan.

Leave a Reply