Review Film After the Rain (2018) – Tidak Sekontroversi yang Terlihat

live action after the rain

“Cinta itu buta.” Ungkapan yang sering kita dengar dan/atau mungkin juga pernah kita alami. Cinta kerap membuat seseorang melakukan hal bodoh, tidak masuk akal atau bahkan tidak sesuai dengan norma atau hukum seperti gadis remaja mencintai pria yang puluhan tahun lebih tua. Premis inilah yang disajikan dalam film After the Rain.

Walau memiliki premis yang kontroversial, live action Ater the Rain ternyata tidak selalu berisi cerita cinta beda usia. Film ini lebih menonjolkan kisah seorang remaja yang sedang mencari jati diri yang cukup menarik dan relatable.

Film live action yang diadaptasi dari manga berjudul Koi wa Ameagari no You ni (After the Rain) karya Jun Mayuzuki ini bercerita tentang Akira Tachibana, gadis SMA berusia 17 tahun yang sedang istirahat dari klub lari karena cidera. Bekerja di sebuah restoran keluarga, ternyata Tachibana menyimpan rasa kepada Masami Kondo, sang manajer restoran yang merupakan duda berumur 45 tahun dan beranak satu. Walaupun menutupi akal sehatnya, Tachibana tetap mempertahankan rasa cintanya.

review film after the rain bahasa indonesia
Akira Tachibana (Nana Komatsu), Via IMDB

Pencarian jati diri seorang remaja dibalut isu kontroversi

Awalnya mungkin terdengar kontroversial dan juga cendrung agak mesum (hubungan anak SMA dan om-om). Tapi film After the Rain tidak selalu menonjolkan premis ini.

Alur cerita film ini lebih ringan seperti drama slice of life tanpa terlalu menitikberatkan pada adegan-adegan kontroversial cinta terlarang atau momen-momen pahit manis jatuh cinta. Hasilnya, bisa dibilang kalau intensitas romansa anak sekolahan dan orang yang sudah berumur ini tidak seberat kisah sejenisnya, sebut saja dorama Meet Me After School.

review film Koi wa Ameagari no You ni live action
Via IMDB

Live action After the Rain lebih terasa murni seperti kisah remaja yang sedang mencari jati diri. Akira yang diperankan dengan cemerlang oleh aktris muda berbakat Nana Komatsu (Silence, The World of Kanako) ini digambarkan sebagai remaja yang bingung dengan apa yang ingin ia lakukan setelah mengalami trauma mendalam di masa lalu.

Rasa cintanya kepada sang manajer mengalihkan kesedihannya akibat cidera dan juga membuatnya lupa kalau ada impian dan masa depan yang harusnya lebih diprioritaskan daripada memaksakan cinta terlarangnya kepada seorang om-om.

Via IMDB

Sedangkan karakter Masami Kondo, yang juga diperankan dengan cemerlang oleh Yo Oizumi (Fullmetal Alchemist, Tokyo Ghoul), berhasil membuat After the Rain menjadi film yang bijak.

Sang manajer dengan bijak menyikapi apa yang harus ia lakukan terhadap perasaan bawahannya yang jauh lebih muda darinya. Membuat penonton berada di area abu-abu tentang isu kontroversial ini tanpa menghakimi “cinta buta” seorang remaja yang bisa muncul tiba-tiba tanpa alasan yang jelas.

Cukup menarik memang. Tapi, kurangnya intensitas adegan percintaan yang disajikan membuat After the Rain tidak terlalu istimewa untuk sebuah film drama romantis, terutama bagi yang berharap akan disajikan perjuangan atau lika-liku cinta beda usia.

Untungnya, penampilan cemerlang para bintangnya, visual yang memanjakan mata, penampilan para figuran yang apik dan berhasil membangun suasana sekolah dan restoran yang meyakinkan, serta scoring yang cukup bagus membuat film After the Rain tetap asyik untuk ditonton.

Film live action After the Rain cocok menjadi tontonan ringan yang cukup relatable bagi remaja yang sedang bingung dengan apa yang ingin dilakukan (terutama karena galau). Film ini juga menjadi lebih asyik berkali lipat bagi yang suka dengan olah raga lari.

Rating: 3,5/5


Genre: Drama, Romance

Sutradara: Akira Nagai

Penulis:  Jun Mayuzuki (manga), Riko Sakaguchi (screenplay)

Bintang: Nana KomatsuYô ÔizumiMari HamadaShôno HayamaHayato Isomura

Review Overview
  • Rating Film
3.5

Kesimpulan

Walau memiliki premis yang kontroversial, live action After the Rain lebih seperti kisah remaja yang sedang mencari jati dirinya. Kurangnya intensitas adegan percintaan membuat drama romantis ini tidak begitu istimewa namun tetap asyik untuk ditonton berkat penampilan cemerlang para bintangnya.

Sending
User Review
5 (1 vote)

Sedang belajar mengedit tulisan di Mariviu.

Leave a Reply