Rekomendasi Film Indonesia Peraih Penghargaan Internasional

Produksi film dalam negeri mengalami kemajuan yang pesat dan penghargaan dari luar negeri kerap menjadi acuan bahwa film tersebut mendapatkan apresiasi secara internasional dan tak kalah ada juga film lainya. Berikut beberapa rekomendasi film Indonesia peraih penghargaan internasional:

1. Daun di Atas Bantal (1998)

Sutradara: Garin Nugroho
Pemeran: Sarah Azhari, Deni Christantra, Christine Hakim
Durasi: 83 Menit

Film ini menceritakan tentang tiga orang anak jalanan, yaitu Sugeng, Heru, dan Kancil (diperankan oleh mereka sendiri), dalam kehidupan sehari-hari di Yogyakarta. Meskipun mereka hidup dalam kemiskinan, berasal dari rumah tangga yang tidak harmonis, mereka ingin lepas dari kemiskinan dan berharap memperoleh pendidikan.

film indonesia yang dapat penghargaan internasional
via Christine Hakim Film

Film ini mampu memenangkan penghargaan di ajang Asia-Pacific Film Festival 1998 untuk kategorri Best Actress dan Best Film. Singapore International Film Festival – 1999 Silver Screen Award Best Asian Feature Film Tokyo International Film Festival – 1998 – Special Jury Prize.

2. Pasir Berbisik (2001)

Sutradara: Wicaksono Wisnu Legowo
Pemeran: Dian Sastrowardoyo, Christine Hakim, Slamet Rahardjo, Didi Petet
Durasi: 106 Menit

Film Indonesia peraih penghargaan internasional yang satu ini bercerita tentang Daya, seotang gadis miskin yang hidup bersama ibunya, Berlian, di sebuah perkampungan dekat pantai. Daya terkungkung dalam lingkungannya yang sempit. Ia sering berimajinasi jika pasir-pasir pantai berbisik padanya. Ia juga sangat mengharapkan kepulangan ayahnya.

dian sastro dalam film indonesia yang dapat penghargaan internasional pasir berbisik
via Camila Internusa Film

Film ini berhasil menang dalam Asia Pasifik Film Festival untuk kategori Best Cinematography Award dan Best Sound Award. Festival Film Asiatique Deauville 2002 dengan kategori Artis wanita terbaik. Festival Film Antarabangsa Singapura ke- 15 untuk kategori artis wanita terbaik.

3. Laskar Pelangi (2008) & Sang Pemimpi (2010)

Sutradara: Riri Riza
Pemeran: Cut Mini, Ikranagara, Slamet Rahardjo Djarot
Durasi: 125 Menit

Laskar pelangi yang didasari novel berjudul sama karya Andrea Hirata. Film ini berkisah tentang anak-anak di sebuah pulau yang ingin menikmati pendidikan dan ilmu pengetahuan. Laskar pelangi menerima beragam penghargaan internasional, seperti HIGNIS Award dalam Hong Kong Internasional Film Festival dan Golden Butterfly Award di Iran.

via Miles Films

Sang Pemimpi adalah sekuel kedua dari Laskar Pelangi. Film ini mengisahkan kehidupan remaja beranjak dewasa karakter di Laskar Pelangi. Tak kalah hebat, Sang Pemimpi juga menerima penghargaan internasional di Castellinaria Internasional Film Festival di Swiss dengan memenangkan tiga Castle Award. Sang Pemimpi juga memenangkan penghargaan lain di Singapura dan Italia.

BACA JUGA  Tak Kalah dari Hollywood, Ini 12 Rekomendasi Film Indonesia Bertema Fiksi Ilmiah

4. The Raid (2011)

Sutradara : Gareth Evans
Pemeran: Iko Uwais, Ray Sahetapy, Joe Taslim
Durasi: 101 Menit

Salah satu film aksi Indonesia yang diperhitungkan di kancah internasional dan banyak meraih apresiasi. Film yang berkisah tentang pasukan khusus yang ditugaskan untuk menangkap gembong narkoba yang bersembunyi di dalam sebuah gedung bertingkat.

via SinemArt

Salah satu penghargaan yang didapatkan film ini adalah Audience Award dan Dublin Film Critics Best Film 2012 dalam ajang Festival Film Internasional Dublin Jameson.

5. Modus Anomali (2012)

Sutradara: Joko Anwar
Pemeran: Rio Dewanto, Hannah Al Rasyid, Izzati Amara
Durasi: 87 Menit

Film ini berkisah tentang seorang suami yang mencari keluarganya yang terpisah dari istri dan dua anaknya yang sedang berlibur di sebuah kabin di hutan. Harus berpacu dengan waktu agar dapat bertemu kembali dengan keluarganya.

via Lifelike Pictures

Film ini mampu menyita perhatian dunia sehingga meraih Bucheon Award dari Network of Asian Fantastic Film.

6. Jalanan (2013)

Sutradara: Daniel Ziv
Pemeran: Bambang “Ho” Mulyono, Titi Juwariyah, Boni Putera
Durasi: 107 Menit

Film ini berkisah tentang perjuangan hidup tiga pemusik jalanan di Ibukota Jakarta yang semrawut dan keras. Lagu-lagu yang mereka sampaiakan di bus komuter Jakarta berbenturan dengan hukum dan menghadapi politik yang penuh gejolak di Indonesia modern.

via DesaKota Productions

Film ini meraih penghargaan Magnolia Award di Shanghai Internasional TV Festival 2014 dan Macenat Award di Pusan Internasional Film Festival 2013. Juga meraih penghargaan lain di Melbourne Internasional Festival Film dan Edmonton Interational Festival Film.

7. Turah (2016)

Sutradara: Wicaksono Wisnu Legowo
Pemeran: Ubaidillah, Slamet Ambari, Yono Daryono
Durasi: 83 Menit

Film ini tidak menggunakan bahasa Indonesia, melainkan berbahasa Tegal yang menjadi keragaman berbahasa tersendiri di Indonesia. Film ini justru melaju pesat di kancah internasional. Bercerita tentang kehidupan masyarakat kampung Tirang di Kota Tegal yang mengalami isolasi bertahun-tahun yang kemudian memunculkan berbagai macam problematika.

via Fourcolours Films

Penghargaan demi penghargaan diterimanya, antara lain Geber Award dan Netpac Award dalam Jogja-NETPAC Asian Film Festival, serta Singapore International Film Festival 2016.

BACA JUGA  7 Karakter Ciptaan Steve Ditko di Dunia Marvel dan DC

8. Headshot (2016)

Sutradara: Kimo Stamboel, Timo Tjahjanto
Pemeran: Iko Uwais, Chelsea Islan, Sunny Pang
Durasi: 118 Menit

Headshot mengisahkan tentang pria yang menderita amnesia dengan masa lalu yang misterius. Ia kemudian menjadi ‘mesin pembunuh’ yang mematikan saat harus berhadapan dengan seorang gembong narkoba yang sangat berbahaya.

via Screenplay Infinite Films

Headshot dinominasikan The Grand Prix Nouveau Genre Award di L’etrange Festival Paris 2016 untuk kategori Film Fitur Internasional dan berbagi penghargaan dengan film Italia They Call Me Jeeg Robot.

9. Sekala Niskala (2017)

Sutradara: Kamila Andini
Pemeran: Thaly Titi Kasih, Ida Bagus Putu Radithya Mahijasena, Ayu Laksmi
Durasi: 83 Menit

Film ini menceritakan kisah dua anak kembar, yang bernama Tantra dan Tantri. Masalah muncul ketika salah satu dari mereka terserang penyakit yang akan membuat nyawa hilang. Film ini pernah ditayangkan Busan International Film Festival, Toronto International Film Festival, dan Jogja-NETPAC Asian Film Festival.

via Fourcolours Films

Meski kurang mendapat panggung di negeri sendiri, Sekala Niskala adalah salah satu film Indonesia peraih penghargaan internasional dengan menyabet penghargaan “Best Feature” pada 2017 di Asia Pacific Screen Awards, Jogja-NETPAC Asian Film Festival, dan Tokyo FILMeX. Tahun selanjutnya pada Adelaide Film Festival, Berlin International Film Festival, QCinema International Film Festival, dan Shanghai International Film Festival.

10. Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak (2017)

Sutradara: Mouly Surya
Pemeran: Marsha Timothy, Egy Fedly, Tumpal Tampubolon
Durasi: 99 Menit

Film ini berkisah tentang seorang petani wanita yang mengalami perampokan hewan ternak dan juga harga diri sebagai wanita. Marlina dengan gagah berani memenggal sendiri kepala gembong penyamun setelah aparat kepolisian yang didatanginya tidak bisa memecahkan masalah yang terjadi.

via Icarus Films

Keelokan Sumba dan jalan cerita yang matang jadi alasan film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak begitu memesona mata sineas dunia. Penghargaannya, antara lain Festival Film Sitges, Tokyo FILMeX, dua piala Asia-Pacific Film Festival, Five Flavours Asian Film Festival, Jogja-NETPAC Asian Film Festival, dan QCinema International Film Festival.

BACA JUGA  Review Film The LEGO Movie 2 (2019) - Kiamat Mengancam Dunia LEGO!

11. Pengabdi Setan (2017)

Sutradara: Joko Anwar
Pemeran: Tara Basro, Bront Palarae, Dimas Aditya
Durasi: 107 Menit

Dibuka dengan masalah finansial keluarga ketika Mawarni (sang ibu) jatuh sakit dan tidak bisa bangkit dari tempat tidur hingga akhirnya meninggal. Teror dimulai ketika sosok mirip ibu mulai menghantui keluarga tersebut. Di Indonesia, tercatat film ini raih 4.206.103 penonton dan jadi film terlaris pertama 2017.

film pengabdi setan raih penghargaan internasional
via Rapi Films

Sukses di Indonesia, Pengabdi Setan juga tayang di 42 negara. Selain itu, film ini juga masuk ke 40 festival film internasional dan mendapat piala kategori “Film Horor Terbaik” di ajang Toronto After Dark Film Festival, Overlook Film Festival, dan Popcorn Frights Film Festival.

12. Kucumbu Tubuh Indahku (2018)

Sutradara: Garin Nugroho
Pemeran: Muhammad Khan, Raditya Evandra, Rianto
Durasi: 105 Menit

Film yang satu ini berkisah tentang perjalanan Juno dari kecil sampai dewasa. Juno kecil lahir di sebuah desa kecil di daerah Jawa yang terkenal dengan penari Lengger Lanang atau penari laki-laki yang menari tarian perempuan. Film ini cukup dinilai menuai perdebatan soal jalan ceritanya.

film indonesia peraih penghargaan internasional
via Fourcolours Films

Tiga penghargaan internasional kategori “Film Terbaik” yang disabet pada 2018, diantaranya Venice Independent Film Critic, Festival Des 3 Continents, dan Asia Pacific Screen Awards. Pada 2019, film yang hampir masuk Oscar ini meraih piala International Cinephile Society Awards dan Guadalajara International Film Festival.

Ternyata film garapan sineas dalam negeri juga banyak yang memenangkan penghargaan internasional. Dari rekomendasi film indonesia peraih penghargaan internasional versi Mariviu, manakah yang terbaik menurut kamu?

Penikmat Kopi dan Pecandu Mie Ayam