Penjelasan Film The Devil All the Time: 5 Periode yang Saling Berkaitan

Artikel ini berisi spoiler!

cover film The Devil All the Time Netflix

Film baru Netflix berjudul The Devil All the Time mengambil perspektif yang unik. Berlangsung selama rentang waktu 20 tahun, dengan alur maju-mundur, bisa dibilang cukup kompleks. Ada beberapa karakter yang saling terhubung, semua nantinya akan menghadirkan satu kesimpulan yang saling berkaitan.

Film thriller Netflix ini mengikuti kisah Arvin Russell (Tom Holland) yang menelusuri kehidupan oang-orang di sekitarnya. Terpengaruh oleh perilaku sang ayah yang mengalami trauma akibat perang dan kehilangan, ia pun mencari jawaban atas kejadian yang menimpa keluarganya.

Tom Holland dalam film Devil All the Time
via Netflix

Pada dasarnya, ada tiga keluarga yang menjadi karakter utama dalam film ini. Keluarga Russel, Laferty, dan Bodeckers. Kejadian kecil bahkan mempengaruhi bencana yang terjadi sepanjang film. Seiring waktu, semakin banyak korban berjatuhan dan Arvin terjebak dalam siklus yang tak bisa dihindari.

Tak diceritakan secara kronologi, film The Devil All the Time melompat maju mundur. Beberapa garis waktu yang ada dalam film ini bisa dipecah menjadi lima periode waktu utama, akhir tahun 1940-an, 1950-an, 1957-an, musim semi 1965, dan musim panas 1965. Ini dia penjelasan di masing-masing periode.

1940-an

Peristiwa paling penting terjadi pada tahun ini. Setelah kembali dari medan perang, WIllard Russell (Bill Skarsgård) dihantui ingatan tentang tentara yang ia bunuh dalam kondisi disalib. Trauma itu terus mengikutinya. Di akhir tahun 40-an, Willard memberi sebuah pistol German Luger kepada Earskell, yang nantinya digunakan oleh Arvin.

Billy Skaagard dalam film the Devil All the Time
via Netflix

Ketika Willard memasuki restoran di Ohio, dia bertemu dengan Charlotte (Haley Bennett) yang kelak menjadi istrinya. Dan pertemuan dengan Carl (Jason Clarke) dan Sandy (Riley Keough) yang nantinya akan menjadi tokoh penting dalam film ini.

Jika Carl tidak memberi Willard tempat duduknya, Sandy dan Carl mungkin tidak akan bertemu. Cinta Willard terhadap Charlotte berkontribusi pada hubungan penting lainnya, antara Helen Hatton (Mia Wasikowska) dengan Roy Laferty (Henry Melling).

BACA JUGA  Studio Besar Pembuat Naruto di Belakang Animasi Netflix ‘Hero Mask’

1950-an

Tahun 1950-an menceritakan tentang latar belakang cerita Lenora ketika dia menjadi yatim piatu. Ketika Roy percaya bahwa gigitan laba-laba yang dia terima merupakan ujian dari Tuhan, di mengurung diri selama berminggu-minggu. Percaya bahwa dia memiliki kekuatan untuk menghidupkan orang yang telah mati, dia pun membunuh Helen.

Carl dan Sandy dalam film the Devil All the Time
via Netflix

Dia akhirnya mengubur tubuh Helen dan melarikan diri. Dia pun bertemu dengan Carl dan Sandy serta menjadi korban pertama dari pasangan tersebut. Lenora menjadi yatim piatu dan kemudian diasuh Emma Russell. Sedangkan Carl dan Sandy merasakan kepuasan setelah membunuh Roy, dan mulai mencari mangsa selanjutnya.

1957

Momen penting pada tahun 1957 adalah pemukulan brutal Willard terhadap dua pria yang mengganggu Charlotte. Hal ini mempengaruhi Arvin. Pengalaman Arvin terhadap kekerasan juga dialami oleh Lenora. Momen bersama Willard ini merupakan kunci dari awal kekerasan yang dilakukan Arvin nantinya.

Ketika mereka kembali ke rumah, Arvin dan Willard menemukan Charlotte pingsan di dapur. Kondisinya terus memburuk, dan Willard menenggelamkan kesedihannya di sebuah bar. Sandy menyajikan minuman kepada Willard. Hubungan mereka berlanjut, dan inilah yang nantinya mengancam karier politik kakaknya, Lee Bodecker.

Sebastian Stan
via Netflix

Peristiwa lainnya adalah bagaimana Willard membunuh dan menyalib jack, anjing keluarga mereka, ketika sedang mabuk. Hal ini membuat Arvin trauma. Tragisnya, Charlotte meninggal tak lama setelah itu. Dan Willard bunuh diri pada malam setelah pemakamannya.

Deputy Lee Bodecker (Sebastian Stan) datang menjemput Arvin, dengan alasan yang terungkap menjelang akhir film ini. Meskipun dia mendorong Arvin keluar dari masa lalunya yang traumatis, Bodecker memperlihatkan kehidupannya yang rusak dan akhirnya mati.

Musim semi 1965

Delapan tahun kemdudian, Arvin mendapatkan sebuah German Luger tua pada hari ulang tahunnya yang ke-17. Hadiah tersebut berimbas pada nasib Arvin yang mengikuti jejak kekerasan ayahnya. Dimulai di sekolah, dimana Lenora menjadi sasaran penindasan dan pelecehan seksual teman sekelasnya.

BACA JUGA  Review Anime Castlevania Season 2 - Patahkan Kutukan Adaptasi Video Game
Robert Pattinson
via Netflix

Lenora mengunjungi makam ibunya, Helen, sendiria. Pendeta Teagardin (Robert Pattinson) yang baru tiba mengundangnya untuk berkendara dengan tujuan untuk berdoa bersama. Teagardin meyakinkan Lenora untuk tidur dengannya dengan memanipulasi Lenora atas keyakinannya.

Musim panas 1965

Sandy mempertimbangkan untuk meninggalkan Carl. Keesokan paginya, Lee Bodecker yang menyelidiki bunuh diri Willard pada 1957 mengunjungi Sandy yang mengungkapkan hubungan mereka. Dia lalu membunuh bos penjahat Leroy dan asistennya.

Sementara itu, Lenora yang hamil memutuskan untuk bunuh diri setelah Pendeta Teagardin bersikeras bahwa dia mengalami delusi. Meski dia memutuskan untuk tidak melanjutkan aksinya, dia tak sengaja membunuh dirinya. Melanjutkan siklus keluarga Laferty dengan mati, seperti ibunya.

Robert Pattinson
via Netflix

Kehilangan Lenora memotivasi Arvin mengungkap kebenaran tentang Pendeta, bahwa dia adalah ayah dari anak Lenora. Arvin membunuh Teagardin dan memperlihatkan kejahatan yang pernah dilakukan sang pendeta sebelum kabur.

Arvin bertemu dengan Carl dan Sandy saat menumpang untuk kembali ke Knockemstiff. Dia membunuh mereka berdua untuk menyelamatkan nyawanya. Mereka mati bersama di tangan anak laki-laki dari orang yang secara tidak sengaja mempersatukan mereka.

Ketika Lee Bodecker dipanggil ke tempat kejadian, dia menemukan kebenaran tentang Carl dan Sandy. Sekali lagi menutupinya untuk melindungi kepentingan politik dan namanya. Saat dia mengetahui peran Arvin dalam kematian saudara perempuannya, Bodecker pergi ke Knockemstiff untuk membunuhnya.

Tom Holland Arvin Russell
via Netflix

Dalam perseteruan keduanya, Bodecker akhirnya meninggal. Arvin yang sekarang telah dewasa menjalani kehidupan penuh pembunuhan yang dialami ayahnya. Dia mengubur Luger dengan tulang Jack. Mengakhiri kisah penuh kekerasan dalam hidupnya.

Dia mendapatkan tiga pilihan, berperang ke Vietnam, kembali kepada Tuhan, dan mendapatkan keluarga sendiri. Dan dalam film The devil All the Time, semua jalan yang nantinya dipilih Arvin hanya akan kembali memulai siklus kekerasan yang memicu peristiwa mengerikan lain akan menemuinya.

BACA JUGA  Review Serial The Haunting of Hill House - Kisah Keluarga Disfungsional Berbalut Horor
Sending
User Review
80% (1 vote)
Padli Nurdin

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.