Mengenal Drama Musikal Cats dan Penyebab Cats Populer di Amerika

Apa ga mau nonton versi teaternya aja?

pementasa Cats di Broadway

Film Cats akhirnya datang ke bioskop Tanah Air. Alihwahana dari drama musikal tahun 1981 bertabur bintang. Idris Elba, Taylor Swift, Jennifer Hudson, Sir Ian MckKellen turut memeriahkan drama musikal ini. Namun beberapa ulasan mengungkapkan kekecewaan atas film karya sutradara pemenang Oscar, Tim Hooper. Tapi, apa yang membuat Cats begitu dinanti-nanti?

Cats merupakan sebuah drama musikal dimana seluruh cerita dinyanyikan dari awal hingga akhir. Plotnya mengisahkan tentang sebuah kelompok kucing jalanan bernama Jellicle yang berlomba-lomba untuk dipilih dan mendapatkan hidup baru. Menyiratkan kucing yang memiliki sembilan nyawa.

review film Cats
via Universal Pictures

Ada banyak karakter di dalam drama ini, masing-masing dengan nama yang aneh. Seperti Munkustrap, Jennyanydots, Rum Tum Tugger, Grizabella, Mungojerrie, Rumpleteazer, Jellylorum hingga Mr. Mistoffelees. Mereka ingin memamerkan kemampuan mereka – sebagian bernyanyi dan menari – agar dipilih oleh Old Deuteronomy.

Awal mula drama musikal Cats

Dilansir dari Time, Cats terbagi menjadi dua babak. Babak pertama menjelaskan kehidupan kelompok Jellicle yang menari dan bernyanyi di jalanan Kota London. Di babak kedua, muncul Macavity yang jahat dan menculik Old Deuteronomy. Dengan bantuan kucing-kucing lainnya, Old Deuteronomy berhasil diselamatkan. Dan Grizabelle yang memiliki suara yang indah dipilih untuk mendapatkan kehidupan baru.

Kucing-kucing di dalam drama ini menyebut diri mereka sebagai ‘Jellicles’. Istilah ini memiliki sejarah panjang, yaitu kependekan dari “dear little cats” (kucing tersayang) yang diubah dari gaya puitis milik Elliot. Dalam imajinasi Elliot, Jellicles adalah kucing berbulu hitam putih. Namun drama musikal milik Lloyd memberikan warna dan penampilan yang lebih luas.

pementasan musikal Cats
via Mirvish

Versi teater ditulis oleh Andrea Lloyd Webber dan pertama kali ditampilkan di panggung West End London pada tahun 1981. Lloyd Webber menulis naskah berdasarkan berbagai karakter dari salah satu penyair favorit masa kecilnya, Old Possum’s Book of Practical Cats karya T.S. Eliot yang diterbitkan tahun 1939.

Buku ini adalah kumpulan puisi yang menjelaskan tentang kehidupan dan sejarah semua kucing yang nantinya menjadi karakter dalam drama musikal karya Lloyd. Dia mengubah puisi asli Eliot dan membuatnya menjadi lagu; mengubah puisi menjadi lirik.

Kesuksesan dan alihwahana Cats

Pencipta aslinya termasuk Cameron Mackintosh sebagai produser, Trevor Nunn sebagai sutradara, koreografer Gillian Lynne dan desainer set dan kostum John Napier. Drama musikal Cats dipentaskan sebanyak 8.107 kali sejak debut pertama tahun 1982 hingga tahun 2000. Membuatnya memecahkan rekor sebagai pementasan yang paling lama sepanjang masa.

Walaupun setelah itu dikalahkan oleh The Phantom of the Opera, Chicago, dan The Lion King, Cats kembali dipertunjukkan pada 2015 hingga 2017. Ditampilkan di Broadway, New York, drama musikal ini menjadi pertunjukan Broadway terlaris sepanjang masa dengan total pendapatan mencapai $3 miliar, atau sekitar Rp42 triliun.

pementasan drama musikal Cats
Pementasan Cats di Neil Simon Theatre via Monica Schipper—WireImage

Selain produksi teater, Lloyd Webber merekam Cats hingga bisa ditonton melalui video pada 1998. Dipentaskan di London’s Adelphi Theatre, dia memangkas durasi untuk membuatnya lebih mudah dicerna sebagai film. Versi teater berlangsung selama 2 jam dan 40 menit, versi filmnya berdurasi dua jam.

Kesuksesan drama musikal Cats terlihat dari banyaknya aktor dan selebritis yang muncul dalam versi teaternya. Judi Dench yang memerankan Old Deuteronomy mengaku ikut pementasan teater West End sebelum cedera membuatnya keluar dari pementasan tersebut.

Cats juga pernah meraih Tony Award, penghargaan yang diberikan untuk pegiat teater Amerika dan memenangkan Drama Musikal Terbaik. Kualitas produksi yang tinggi, lagu-lagu yang menarik, bisa dinikmati oleh semua kalangan, serta penonton tidak perlu mengerti bahasa Inggris untuk mengetahui alur ceritanya menjad penyebab kesuksesannya.

Cats juga telah diadaptasi ke dalam berbagai bahasa dan dipentaskan di berbagai negara di seluruh dunia. Bahkan, Daesung punggawa BigBang pun pernah mengikuti Cats ketika dipentaskan di Korea Selatan. Lloyd Webber sendiri menjelaskannya ke New York Times pada 2016, “Cats adalah bagian yang sempurna untuk sebuah hiburan.”

Perbedaan dengan versi film

Baru pada 2019, Universal Studios menggaet Tom Hooper yang pernah mengepalai The King’s Speech (2010), Les Misérables (2012), dan The Danish Girl (2015). Mengandalkan aktor kenamaan Hollywood, film ini juga menampilkan beberapa penari top dunia dalam berbagai genre, mulai dari hip-hop hingga balet. Termasuk pemeran utama Victoria yang diperankan oleh penari balet tama Francesca Hayward.

Masih mengandalkan lagu-lagu fenomenal serta koreografi sepanjang cerita, versi film mengubah karakter Victoria untuk memperkenalkan penonton dalam dunia Jellicle. Hooper juga memasukan lagu solo berjudul ‘Beautiful Ghost’ yang ditulis oleh Taylor Swift dan pencipta asli versi teaternya, Lloyd Webber.

pemeran film menari dan bernyanyi
via Universal Pictures

Bukannya menjelaskan plot dalam musik atau lagu, ada beberapa dialog yang dimasukan. Termasuk sebagian lelucon yang dibagikan pada pembawa acara dan komedian James Corden yang memerankan Bustopher Jones dan Rebel Wilson, pemeran Jennyanydots.

Hooper juga memasukkan karakter jahat Macavity, diperankan Idris Elba, pada beberapa adegan di pertengahan cerita. Sementara itu, karakter Taylor Swift, Bombalurina, diganti menjadi kaki tangan Macavity. Filmnya juga menjelaskan alasan Grizabella begitu dibenci oleh kucing Jellicle lainnya, karena dia mengikuti Macavity.

Saat ini, film Cats bisa kamu tonton di berbagai bioskop di seluruh Indonesia. Sebagian besar ulasan menyebutkan versi filmnya terlihat buruk dengan efek visual yang menyeramkan. Tapi tak ada salahnya menyaksikan edisi film dari salah satu pementasan terbaik dan terpopuler di dunia ini.

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.

Leave a Reply