Melalui Wake Up Dead Man: A Knives Out Mystery, Benoit Blanc kembali berurusan dengan misteri pembunuhan di ruang tertutup. Kali ini di sebuah gereja, mempertontonkan bagaimana ketamakan bisa menutup hati nurani. Disajikan dalam cerita yang kompleks dan genre whodunnit yang menegangkan.
Sinopsis Wake Up Dead Man: A Knives Out Mystery
Jud (Josh O’Connor), mantan petinju yang beralih menjadi pastor dipindahkan ke gereja yang dipimpin Monsignor Jefferson Wicks (Josh Brolin) karena meninju seorang diakon. Selain Wicks, di gereja tersebut tinggal biarawati Martha (Glenn Close) dan tukang kebun, Samson (Thomas Haden Church).
Selang beberapa bulan, Wicks meninggal ketika sedang jeda ceramah di dalam sebuah ruangan di gereja. Kepala Polisi Scott (Mila Kunis) meminta tolong kepada Benoit Blanc (Daniel Craig) untuk menyelidiki misteri dimana Jud menjadi salah satu tersangkanya.
Hanya ada beberapa orang yang ada di dalam gereja yang menjadi tersangka; doktor desa Nat Sharp (Jeremy Renner), pengacara Vera Draven (Kerry Washington) dan anak angkatnya Cy Draven (Daryl McCormack, penulis buku Lee Ross (Andrew Scott), serta mantan pemain cello Simone Vivane (Cailee Spaeny). Siapakah pembunuhnya?
Kembali ke nuansa kelam
Tiga film sudah Rian Johnson dan Daniel Craig bekerja sama menghadirkan detektif eksentrik Benoit Blanc ke layar kaca. Setelah membawa vibe liburan di Glass Union (2022), Rian mengembalikan Blanc ke ranah gotik dan spektrum mencekam dalam Wake Up Dead Man.
Gaya whodunnit tetap dipertahankan. Mengarahkan penonton dalam cerita pembunuhan, membuka petunjuk demi petunjuk menebak siapa pelaku sebenarnya. Jangan takut, ceritanya dieksekusi dengan kalem tapi tetap bikin penasaran.
Selain dinamika cerita dan plot yang menawan, sinematografinya punya daya tarik tersendiri. Permainan kamera, seperti panning dan zooming, menegaskan bahwa elemen misteri serta ketidaktahuan menyebar ke layar kaca. Menjadikan film ini jauh dari kata membosankan.
Meski diproduksi untuk Netflix, Rian mengerjakan ini layaknya film fitur pada umumnya. Adalah sebuah kemenangan kecil untuk menonton film ini dalam layar bioskop, alih-alih komputer maupun layar rumahan.
Daniel Craig masih memesona. Patut disayangkan deretan nama besar aktor yang jadi pendukung mungkin hanya jadi pemanis semata. Mereka bisa diganti dengan aktor lain dan tak begitu banyak mengubah pengalaman menontonnya.
Tapi Josh O’Connor punya andil besar dalam menghadirkan dinamika dan nuansa ‘buddy comedy’ dengan kombinasinya dengan Craig. Terlebih dengan karakter Jud yang percaya penuh dengan agamanya, dan Blanc yang mengedepankan logika.
Jika film ini terbagi menjadi empat babak cerita, Josh merupakan pusat perhatian di keseluruhan babak pertama. Menggiring penonton ke dalam cerita melalui narasi dalam sudut pandangnya. Bahkan baru di sepertiga film Blanc muncul.
Cerita whodunnit berlatar agama
Knives Out sendiri merupakan karya orisinil Rian Johnson yang terinspirasi dari adaptasi film buku-bukunya Agatha Christie. Pengembangan ceritanya pun diambil dari ide Alfred Hitchcock, yaitu meninggalkan plot dengan formula standar sehingga membuatnya mudah ditebak.
Kekuatan terbesar Wake Up Dead Man tentu saja bagaimana Rian menguak misteri demi misteri. Mempertebal layer dan kompleksitas genre whodunnit yang dianutnya. Bagi Rian, setiap orang punya motifnya tersendiri. Menggiring penonton untuk curiga pada semua karakter.Â
Kali ini, ia mengulik tema kerohanian. Ketika orang percaya mentah-mentah dengan apa yang dibilang pemuka agama. Selain itu, ketamakan membuat orang-orang tak lagi mengedepankan logika sehingga terjebak dalam perbuatan jahat.
Wake Up Dead Man: A Knives Out Mystery pas dirilis untuk tontonan akhir tahun. Nuansa yang ditawarkan layaknya membaca cerita pembunuhan di tengah deras hujan; gelap, mencekam, terperangkap dalam misteri yang menunggu untuk disingkap.