10 Film Terbaik 2018 Versi Mariviu, Dari Cerita Minoritas Hingga Horror Mencekam

film terbaik 2018

Tahun 2018 yang penuh dengan film-film aksi serta drama terbaik akhirnya berakhir. Ada banyak film yang tayang di bioskop, maupun di kanal televisi berbayar seperti Netflix, yang menyajikan berbagai cerita menarik, mengharukan, penuh aksi, serta sayang jika luput dari perhatian kalian, wahai penikmat film. Karena itu, Mariviu akan berbagi 10 film terbaik 2018 yang menghiasi dunia perfilman dunia tahun lalu. Film ini dirunut berdasarkan jadwal tayang.

1. Annihilation

Film ini menceritakan tentang Lena, seorang biologist dan mantan tentara yang berada dalam misi untuk mengetahui apa yang terjadi pada suaminya. Premis yang cukup umum dalam film-film horor maupun thriller di Hollywood, tetapi pengemasan yang berbeda menjadikan film ini unik dan berkesan. Siapa sangka salah satu film terbaik 2018 datang dari genre horor?

Sutradara dan penulis Ex-Machina, Alex Garland, kembali dengan menghadirkan cerita tentang para ilmuan dan tentara melawan kekuatan jahat, tetapi tidak disajikan dengan paket sama yang diulang-ulang Hollywood dari masa ke masa. Garland mengeluarkan ide-ide kreatif dalam film ini, memberikan ketegangan mencekam yang mendasari narasi yang tidak dapat diprediksi.

2. Black Panther

Tak dapat dipungkiri bahwa Black Panther menjadi pioneer dalam dunia superhero, khususnya perfilman Hollywood. Menjadi film superhero pertama (dan terbesar) yang dipenuhi oleh karakter dan representasi kulit hitam, termasuk mereka yang berada di belakang layar, membuat Black Panther bagian penting dalam sejarah film di Negeri Paman Sam.

Namun kesuksesan Black Panther tidak hanya dalam hal pundi-pundi uang yang melimpah bagi Marvel dan Disney, tetapi mulai dari plot, adegan aksi, CGI serta pesan politik yang disampaikan menyuguhkan tontonan yang jauh dari kata membosankan, meskipun film ini berjalan selama 2 jam 15 menit. Bahkan villain kompleks Michael B Jordan yang memerankan Killmonger pantas mendapatkan titel sebagai penjahat terbaik film Marvel, menyaingi Joker-nya Heath Ledger di film DC.

3. A Quiet Place

A Quiet Place memberikan sudut pandang baru terhadap film thriller tahun ini. Dengan musik dan score minimalis, film ini menunjukan bahwa diam adalah emas. Menonton film ini di bioskop, tidak akan ada lagi suara kunyahan popcorn atau mereka yang sibuk memainkan handphone-nya. Semua terdiam terpaku menunggu apa yang terjadi terhadap keluarga Abbott yang tidak boleh bersuara.

Menariknya, apa yang terjadi dijelaskan dengan premis yang menegangkan di awal cerita. Penonton seakan digiring dari scene-per-scene berharap semua orang di dalam cerita tidak bertindak gegabah untuk bersuara sedikit pun. Memberikan thriller dengan gaya lama namun kemasan baru, film ini cocok untuk Anda yang menginginkan tontonan yang menenegangkan.

4. Mission: Impossible – Fallout

Banyaknya adegan berbahaya yang menggunakan pemeran pengganti atau CGI tidak berlaku untuk film ini. Sang mata-mata Ethan Hunt kembali lagi denga aksi yang lebih menggagumkan dan tak perlu bergantung pada stunt double, karena sang rajanya film aksi, Tom Cruise melakukan sendiri beberapa adegan berbahaya dalam film ini.

Bukan hanya itu, dari segi cerita dan aksi yang terjadi, film ini menjadi warna baru dan penyegaran dalam franchise yang sudah berlangsung sejak 1996 ini. Disebut sebagai film terbaik dari perjalanan anjang Ethan Hunt di dunia mata-mata, bukan penggemar film aksi namanya jika kalian belum menonton film ini. Dan bukan hanya film terbaik 2018, Mission: Impossible Fallout juga adalah film aksi terbaik tahun ini!

5. The First Man

Dibalut dengan kontroversi apakah benar perjalanan ke bulan benar adanya, The First Man membawa cerita Neil Armstrong tidak hanya tentang persiapannya dalam misi ke bulan, tetapi menonjolkan sisi politik Amerika dan karakter Armstrong sebagai sosok suami, ayah, teman, serta rekan kerja dari seorang manusia yang ingin mewujudkan mimpinya ke bulan.

Film terbaik 2018

via Universal

Salah satu yang menjadi nyawa film ini adalah sinematografi yang apik. Fokus pada perjalanan hidup dan karir Neil Armstrong membuat film ini membawa penonton lebih dekat dengan tokoh dunia yang diperankan dengan apik oleh Ryan Gosling itu. Tidak hanya membawa cerita kepada penonton, tetapi film ini menunjukan bagaimana rasanya menjadi manusia yang menginjakkan kaki di bulan.

6. A Star is Born

Apa jadinya jika Lady Gaga menjadi ‘penyanyi biasa’ namun masih memiliki suara ‘menggelegar’? Tonton saja A Star is Born. Bradley Cooper yang menjadi aktor sekaligus sutradara film ini juga menyandingkan suara emasnya dengan soundtrack terbaik dari Lady Gaga sendiri. Mulai dari cerita yang menyentuh hingga musik yang menjadi nyawa dalam film ini merupakan paduan lengkap salah satu film terbaik 2018 kali ini.

Film ini bukan hal yang baru. Film berjudul sama juga sudah tayang pertama kali tahun 1937. Yang membuatnya menjadi menarik dan berbeda adalah bagaimana alur cerita serta musik yang mengiringi memberikan alur tersendiri bagi Cooper dan Gaga; menyajikan alur perjalanan naik turun dari dua pasangan musisi dengan semua keterbatasan mereka.

7. Bohemian Rhapsody

Ramek Malik adalah Freddie Mercury. Sebuah fiksi biopik yang membawa penonton kembali ke masa keemasan Queen, dari awal pertemuan mereka hingga penampilan spektakuler di Live Aid yang menjadi kiblat performa band-band sepanjang masa. Dan dengan kesuksesan film ini, lagu-lagu Queen, seperti Bohemian Rhapsody, kembali diputar di kanal-kanal YouTube dan berkumandang di radio-radio di seluruh dunia.

Film ini menawarkan cerita layaknya konser, dimana beberapa lagu Queen paling memorable, mulai dari proses pembuatan hingga semua yang terjadi di belakang panggung. Meskipun banyak yang menyayangkan cerita Freddie dengan teman gay-nya tidak banyak diungkap dalam film ini, Bohemian Rhapsody menjadi jembatan yang unik bagi penggemar Queen untuk menonton kembali aksi leganda tahun 80-an ini.

8. Roma

Sepertinya, film tentang kaum minoritas yang tidak sering terdengar di perfilman major akhirnya mendapatkan tempat pada 2018. Salah satunya Roma. Satu-satunya film terbaik 2018 yang hanya ditayangkan untuk bioskop terbatas dan menghabiskan sebagian besar waktunya di kanal berbayar Netflix, Roma langsung memikat dengan cerita dari Cleo, seorang pengasuh dan anak-anak yang diasuhnya.

Menotnon film ini, penonton akan diajak untuk mengunjungi kota Meksiko tahun 1970an, mengambil cerita berdasarkan kisah masa kecil sutradara dan pemenang Oscar Alfonso Cuarón. Dengan pace yang lambat dan menenangkan, mulai dari cerita, musik, pengambilan gambar, serta tema yang diangkat oleh film personal bagi sutradara besar tersebut terasa nyata.

9. Wreck it Ralph 2

Ketika Wreck it Ralph ditayangkan pada 2012 lalu, banyak yang menyayangkan film ini tidak akan mendapatkan sekuel karena cerita yang terbatas. Siapa sangka, lanjut film karakter game 80-an ini berlanjut menjadi film yang penting bagi Disney sendiri.  Bukan hanya kedua film ini siap menjadi film animasi dengan pendapatan terbesar buatan Disney, cerita yang diberikan juga membuatnya menjadi salah satu nominasi Golden Globe, dan mungkin Oscar nantinya.

Sekuel dari Wreck it Ralph ini mengambil cerita yang lebih besar. Banyaknya referensi dari budaya populer dalam film yang bertemakan ‘surfing in internet’ ini merupakan kesenangan tersendiri. Namun, cerita yang berfokus pada hal baik dan buruk yang bisa didapatkan saat berselancar di internet ini memiliki satu pesan: semua orang bisa menjadi Disney Princess.

10. Spider-Man: Into the Spider Verse

Tahun ini bisa dibilang menjadi tahun kebangkitan si Manusia Laba-Laba. Mulai dari game Spider-Man yang melejit menjadi salah satu game dengan pendapatan tertinggi tahun ini, hingga Miles Morales sebagai suksesor Peter Parker dalam dimensinya sendiri. Bahkan tak sedikit yang menganggap bahwa Into the Spider Verse merupakan yang terbaik dari seluruh adaptasi Spider-Man selama ini, mengalahkan Spider-Man 2 dari Sam Raimi.

Apa yang kurang dari Spider-Man: Into the Spider Verse? Mulai dari plot yang naik turun dan cerita yang membuat tertawa, (hampir) menangis, dan bersorak ‘wooo’, hingga representasi realistis generasi millennial yang selalu dikejar oleh tanggung jawab dan dorongan untuk melakukan apa yang mereka inginkan tersaji dalam film ini. Dan jangan lupakan semua referensi Spider-Man, bahkan cameo Stan Lee memberikan arti tersendiri setelah kepergiannya beberapa waktu lalu.

Honorable Mention: One Cut of the Dead

Kapan lagi menonton film tentang mayat hidup di mana sepertiga awal film penonton akan dibawa menuju cerita yang menegangkan sekaligus mengejutkan, lalu dua pertiga film memberi tahu bagaimana film berbudget rendah ini diambil? Melengkapi film terbaik 2018, One Cut of the Dead menggabungkan horror dan film yang menegangkan dengan pengalaman mengambil film tersebut yang lebih banyak komedi dibandingkan horror-nya.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, film ini memang menggunakan teknik pengambilan gambar “One Cut” yang merujuk pada judul ini. Setelah 40 menit adegan film pertama ditayangkan ditambah dengan roll credit bergulir, penonton akan diajak untuk menyaksikan kecelakaan demi kecelakaan pada proses pengambilan gambar yang menghibur. Meskipun bukan salah satu film terbaik tahun ini, One Cut of the Dead adalah film unik yang sayang untuk dilewatkan.

Penulis baru yang terpesona dengan bagaimana kata-kata bisa mengubah dunia.

Leave a Reply